Archive for March 11th, 2010
Written by Redaksi on 11 March 2010
Sampah yang berjubel tentu membuat pening siapa saja. Bukan hanya keberadaan yang mengganggu, namun bagaimana mengelola material yang satu ini sehingga tidak menimbulkan persoalan sosial, adalah sekelumit persoalan yang sering kali dihadapi pemerintah daerah, khususnya di kota-kota besar. Masih segar dalam ingatan kita bagaimana Pemda DKI Jakarta harus berhadapan dengan masyarakat Bantargebang, Bekasi, yang menolak wilayah mereka dijadikan tempat pembuangan akhir sampah. Atau kota Bandung yang dihebohkan dengan menumpuknya sampah di sejumlah lokasi kota tersebut.
Namun dengan komitmen yang tinggi serta sedikit kreativitas, persoalan sampah ini sebenarnya bisa ditangani dengan baik. Bahkan sampah yang tadinya identik dengan sumpah serapah, bisa diubah menjadi berkah.
Itulah yang dilakukan oleh Bupati Mojokerto Drs. H. Suwandi, MM. Pria yang lahir di Lumajang 17 November 1951 ini, melakukan sejumlah langkah strategis untuk mengolah sampah di wilayahnya dengan tepat.
Read the rest of this entry »
Tags: Kreative, sampah, tips, wisata
Posted in Pijar Jawa Timur | No Comments »
Written by Redaksi on 11 March 2010
Menteri ESDM janji bereskan 5 faktor penghambat kinerja sektor migas
JAKARTA: Produksi minyak dan gas bumi pada 2010 diperkirakan turun 30%-40% dari rencana 965.000 barel per hari (bph), menyusul ditemukannya lima masalah oleh Tim Pengawas Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi (TP3M) yang ber-potensi menghambat kinerja sektor ini.
Kelima persoalan itu, antara lain dampak kegiatan industri migas terkait penerapan UU No. 32 Tahun 2010 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), masalah tata ruang dan tumpang tindih lahan, dan proses persetujuan rencana pengembangan (plan of development/POD) lapangan migas.
Selain itu, juga ada masalah komersial yang dikaitkan dengan pemanfaatan minyak dan gas bumi dan permasalahan perpanjangan kontrak kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas dengan Pemerintah Indonesia yang akan berakhir dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan.
Tags: Menteri ESDM, migas, minyak dan gas
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 11 March 2010
Menurut Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, suatu kegiataan kepariwisataan akan dikategorikan sebagai ekowisata bila mengandung 5 prinsip berikut. Pertama, prinsip konservasi. Yaitu konservasi alam dan budaya. Kedua, masyarakat lokal dilibatkan dalam rantai ekowisata tersebut. Ketiga, memberi manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat lokal. Keempat, ekowisata sekaligus menjadi ajang rekreasi dan pendidikan. Dan kelima, kegiatan ekowisata tersebut harus mampu meminimalisasi kerusakan lingkungan. Menurut Kasubdit Keterpaduan Antar-Wilayah Direktorat Produk Pariwisata, Drs. Agus Priyono, kelima prinsip ini sangat penting dilekatkan pada ekowisata karena kegiataan kepariwisataan ini memiliki karakteristik yang spesifik.
“Wisatawan yang memilih wisata dengan model ekowisata adalah orang-orang yang ingin menikmati alam dan budaya yang masih sangat kental tingkat keasliannya. Wisatawan seperti ini, juga sangat ingin mengenal secara lebih dekat kehidupan masyarakat sekitar lokasi wisata. Mereka ingin berinteraksi secara langsung dengan masyarakat lokal,” jelas Agus.
Read the rest of this entry »
Tags: Budaya, departemen kebudayaan dan pariwisata, ekowisata, pariwisata
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 11 March 2010
Pemerintah memiliki komitmen besar dalam memelihara dan menjaga kelestarian lingkungan. Komitmen ini merupakan tekad pemerintah dalam rangka mencegah terjadinya pemanasan global sehingga hidup sehat dan bersih betul-betul dirasakan oleh rakyat. Komitmen ini bukan retorika belaka tetapi jauh dari itu sudah diwujudkan dalam beberapa program nyata. Hal ini dapat dilihat program-program berikut ini. Masih segar dalam ingatan kita tentang gerakan 1 miliar pohon yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru-baru ini. Sebelumnya, SBY juga mencanangkan gerakan Penanaman Pohon Satu Orang Satu Pohon (One Man One Tree).
Gerakan One Man One Tree ini dicanangkan mulai tanggal 1 Februari 2009 sampai akhir tahun 2009. Gerakan-gerakan secara serentak diikuti oleh masing-masing pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Selain gerakan-gerakan penanaman –ini yang lebih penting—pemerintah juga mencanangkan kegiatan sadar memelihara tanaman. Dengan ditetapkannya kegiatan pemeliharaan tanaman semakin mempertegas bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial belaka, melainkan semestinya menjadi bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa.
Memelihara dan menjaga kelestarian hutan sebetulnya merupakan bagian dari bela negara. Kenapa? UU mengamanahkan bahwa memelihara dan menjaga agar hutan tetap lestari dan selamat dari penebangan merupakan tanggung jawab setiap warga negara termasuk Dephut. Departemen Kehutanan (Dephut) diberi amanah mengelola sumber daya hutan, berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjaga kelestarian hutan untuk dikelola seadil-adilnya demi kesejahteraan rakyat.
Read the rest of this entry »
Tags: alam, Hutan, Kehutanan, Lestari alam, Nasional
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 11 March 2010
Pelaku usaha mulai menggelontorkan hitungan penurunan produksi mereka jika pemerintah benar-benar menerapkan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup. Salah satunya, PT Chevron Pacifik Indonesia (CPI) yang mengaku produksinya terancam turun 62 persen bila UU Lingkungan Hidup jadi diterapkan pada 1 April 2010 nanti. Sebagaimana diketahui, salah satu ladang minyak Chevron ada di Riau.
Saat ini, produksi minyak Chevron mencapai 400.000 bopd. Artinya, dengan penurunan produksi akibat pemberlakuan UU Lingkungan Hidup, maka produksi Chevron hanya sebesar 152.000 bopd.
“Ada potensi penurunan Chevron akibat undang-undang tersebut. Produksi Chevron akan turun 248.000 bopd ekuivalen. Untuk Sumatera, produksi Chevron akan turun sebesar 196.000 bopd,” kata General Manager Support PT Chevron Pacifik Indonesia, Bambang Pratesa, dilansir Kontan online, Kamis (25/2/2010).
Read the rest of this entry »
Tags: berita riau, chevron, lingkungan hidup, minyak, UU lingkungan hidup
Posted in Pijar Riau | 2 Comments »
Written by Redaksi on 11 March 2010
Tanam pohon, selamatkan bumi. Slogan ini mungkin sering kita dengar, terutama dalam rangka menyelamatkan bumi dari dampak global warming. Global warming atau pemanasan global seringkali dipahami agak meleset, dengan menanam pohon maka akan mendinginkan bumi yang panas.
Memang betul sih, pohon mempunyai fungsi peneduh. Tetapi kita mesti ingat juga, penyebab pemanasan global adalah banyak gas CO2 yang dikeluarkan dari hasil pembakaran untuk aktivitas manusia sehari-hari (pabrik, transportasi, dll). CO2 yang yang banyak terlepas ke udara, mengakibatkan efek rumah kaca pada bumi. Sinar matahari yang masuk atmosfir terperangkap, tidak dapat keluar lagi karena banyaknya CO2, sehingga suhu bumi pun naik.
Maka salah satu solusinya adalah bagaimana menghilangkan atau mengubah CO2 tersebut. Kita semua tahu, tanaman adalah adalah penyerap CO2 dan menghasilkan O2 (oksigen) yang sangat dibutuhkan manusia dan hewan. Namun dari semua jenis tanaman, tentu ada levelnya, mana yang efektif menyerap CO2 dan mana yang kurang dalam penyerapannya. Dan tidak semuanya berjenis pohon. Ada tanaman hias (lidah mertua), tanaman bunga (bunga matahari), yang efektif menyerap CO2 maupun polutan yang lain.
Berikut ini adalah beberapa ulasan dan daftar tanaman yang cukup baik/efektif dalam menyerap. CO2 :
Kemiri (Aleurites moluccana), adalah tumbuhan yang bijinya dimanfaatkan sebagai sumber minyak dan rempah-rempah. Tumbuhan ini masih sekerabat dengan singkong dan termasuk dalam suku Euphorbiaceae. Dalam perdagangan antar negara dikenal sebagai candleberry,Indian walnut, serta candlenut. Pohonnya disebut sebagai varnish tree atau kukui nut tree. Minyak yang diekstrak dari bijinya berguna dalam industri untuk digunakan sebagai bahan campuran cat dan dikenal sebagai tung oil.
Sukun (Arthocarpus altilis ). Buah sukun (tak berbiji) merupakan bahan pangan penting sumber karbohidrat di pelbagai kepulauan di daerah tropik, terutama di PaPasifik dan Asia Tenggara. Sukun dapat dimasak utuh atau dipotong-potong terlebih dulu: direbus, digoreng, disangrai atau dibakar. Buah yang telah dimasak dapat diiris-iris dan dikeringkan di bawah matahari atau dalam tungku, sehingga awet dan dapat disimpan lama.

Sukun dapat menghasilkan buah hingga 200 butir per pohon per tahun. Masing-masing buah beratnya antara 400-1200 g, namun ada pula varietas yang buahnya mencapai 5 kg. Nilai energinya antara 470-670 kJ per 100 gram. Daging buah yang telah dikeringkan dapat dijadikan tepung dengan kandungan pati sampai 75%, 31% gula, 5% protein, dan sekitar 2% lemak.
Bunga matahari (Helianthus annuus L.) adalah tumbuhan semusim dari suku kenikir-kenikiran (Asteraceae) yang populer, baik sebagai tanaman hias maupun tanaman penghasil minyak. Bunga tumbuhan ini sangat khas: besar, biasanya berwarna kuning terang, dengan kepala bunga yang besar (diameter bisa mencapai 30cm). Bunga ini sebetulnya adalah bunga majemuk, tersusun dari ratusan hingga ribuan bunga kecil pada satu bongkol. Bunga matahari juga memiliki perilaku khas, yaitu bunganya selalu menghadap ke arah matahari atau heliotropisme.
Ki hujan, pohon hujan, atau trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr. sinonim Samanea saman(Jacq.) Merr.) merupakan tumbuhan pohon besar, tinggi, dengan tajuk yang sangat melebar. Tumbuhan ini pernah populer sebagai tumbuhan peneduh. Perakarannya yang sangat meluas membuatnya kurang populer karena dapat merusak jalan dan bangunan di sekitarnya. Namanya berasal dari air yang sering menetes dari tajuknya karena kemampuannya menyerap air tanah yang kuat.
Lidah Mertua atau Sansevieria adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari.Sansevieria memiliki daun keras, tegak, dengan ujung meruncing.
Sanseviera dikenal dengan sebutan tanaman lidah mertua karena bentuknya yang tajam. Sanseviera tak hanya sebagai tanaman hias, tapi juga memiliki manfaat untuk menyuburkan rambut, mengobati diabetes, wasir, hingga kanker ganas. Sementara seratnya digunakan sebagai bahan pakaian. Dibanding tumbuhan lain, Sanseviera memiliki keistimewaan menyerap bahan beracun, seperti karbondioksida, benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene.
Rumput akar wangi (Vetiveria zizanioides) dikenal orang sejak lama sebagai sumber wangi-wangian. Tumbuhan ini masih sekeluarga dengan serai atau padi. Akarnya yang dikeringkan secara tradisional dikenal sebagai pengharum lemari penyimpan pakaian atau barang-barang penting, seperti batik dan keris. Aroma wangi ini berasal dari minyak atsiri yang dihasilkan pada bagian akar.
Tags: bumi, Global Warming, pemanasan, pemanasan global, save earth, selamatkan bumi, tanaman hias
Posted in Environment | 1 Comment »