Archive for March 12th, 2010
Written by Redaksi on 12 March 2010
(Berita Daerah – Jawa) – Bau menyengat dari pembakaran tanduk dan debu hasil amplasan kayu hingga saat ini masih menjadi kehidupan sehari-hari di sentra kerajinan tanduk dan kayu di Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Kondisi tersebut menandakan masih ada aktivitas para perajin untuk memenuhi permintaan konsumen.
Hasil kerajinan dari daerah tersebut hingga sekarang masih banyak diminati konsumen lokal, nasional maupun luar negeri.
Tangan-tangan terampil warga Pucang tersebut mampu mengubah tanduk kerbau dan sapi maupun beberapa jenis kayu menjadi perkakas rumah tangga dan pernik-pernik aksesoris yang indah dengan sentuhan seni.
Kerajinan tanduk dari daerah itu antara lain entong nasi, mangkok, “cepuk” (tempat perhiasan), sisir, pipa rokok, sendok, dan garpu makan berukir, sedangkan dari bahan kayu menghasilkan produk berupa “solet”, entong, irus, tongkat, dan sisir kutu.
Hasil kerajinan warga Pucang yang terletak sekitar 8-10 km arah timur dari pertigaan Secang di Jalan Semarang-Yogyakarta ini tidak kalah dengan hasil industri modern dari bahan plastik yang kini membanjiri Tanah Air.
Usaha kerajinan tanduk berlangsung turun-temurun di Desa Pucang dan sejak 1960-an desa ini telah terkenal menjadi sentra kerajinan tanduk, sedangkan sentra kerajinan kayu mulai dirintis tahun 1990-an karena semakin langkanya bahan baku tanduk.
Seorang warga yang mempunyai usaha kerajinan tanduk dan kayu, Muhammad Imron di Dusun Karang Kulon, Desa Pucang mengatakan hasil produksinya dikirim ke Yogyakarta, Jakarta, Bali, Bandung, dan Surabaya.
Menurut dia, melalui pedagang perantara di beberapa kota tersebut, hasil kerajinannya terutama dari bahan tanduk diekspor ke sejumlah negara di Eropa.
Read the rest of this entry »
Tags: jateng, kerajinan, tanduk, usaha
Posted in Pijar Jateng | No Comments »
Written by Redaksi on 12 March 2010
(Berita Daerah – Nasional) – Pariwisata merupakan salah satu sektor yang cukup besar pengaruhnya dalam perekonomian Indonesia, bahkan industri pariwisata ini merupakan penyumbang devisa nomor tiga terbesar di negeri ini setelah Industri minyak / gas alam dan industri tekstil.
Banyak fakta – fakta yang mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi dan kekayaan yang sangat besar, yang bisa mendongrak majunya dunia pariwisata. Berikut beberapa fakta yang ada :
1. Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau, dan memiliki 3 dari 6 pulau terbesar di dunia ( Kalimantan , Sumatera dan Papua).
2. Indonesia adalah Negara maritim terbesar didunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hamper 25 % panjang pantai didunia.
3. Indonesia memiliki suku bangsa terbanyak didunia sebesar 740 suku bangsa dan memiliki bahasa daerah terbanyak sejumlah 583 bahasa.
4. Indonesia adalah penghasil Gas Alam Cair ( LNG) terbesar didunia ( 20 % dari suplai seluruh dunia) dan produsen timah terbesar kedua di dunia.
5. Indonesia memiliki terumbu karang ( Coral Reef ) terkaya didunia ( 18 % dari total dunia), memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.
6. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Memiliki biodiversity anggrek terbesar di dunia, sekitar 6 ribu jenis anggrek. Memiliki bunga terbesar didunia : Rafflesia Arnoldi , jika mekar diameternya bisa mencapai 1 meter.
7. Memiliki binatang purba yang masih hidup , Komodo kadal terbesar di dunia, yang hanya terdapat di pulau NTT. Memiliki primata terkecil didunia , yaitu Tarsier Pygmy ( Tarsius Pumilus) yang panjangnya hanya 10 cm, yang terdapat di Pulau Sulawesi.
Dan masih banyak lagi kekayaan dan potensi pariwisata yang di miliki Indonesia.
Tapi berdasarkan annual Review WTO mengenai Travel & Tourism Competitive Index tahun 2009 Indonesia menempati peringkat ke 81 dari 133 negara, turun satu peringkat dari tahun 2008, jauh dibawah negara tetangga kita Singapore dan Malaysia.
Mengapa Indonesia bisa menempati peringkat yang lebih rendah dari negara- negara tetangga ? Apakah mereka memiliki alam yang lebih indah? Atau budaya yg lebih beragam? Tidak, jika kita melihat fakta-fakta diatas, bisa dikatakan, kita bahkan memiliki potensi yang lebih besar dari negara- negara diatas. Potensi – potensi yang ada di Indonesia tersebar bukan hanya di satu titik saja tetapi juga dari Sabang sampai Merauke.
Apakah yang menjadi permasalahannya ?
Beberapa dasar penilaian T& T Competitive Index tersebut mengacu pada 3 hal pokok yaitu peraturan dan kebijakan pemerintah , infrastruktur, manusia serta sumber daya alamnya. Contoh mengenai kemudahaan pembuatan Visa, Indonesia menduduki peringkat ke 89, sedangkan Malaysia peringkat ke -1 dan Singapura peringkat ke -2. Padahal kemudahan pembuatan visa dapat mendorong lebih banyaknya wisatawan yang masuk ke satu negara.
Contoh lain , kemudahan dalam proses mendirikan usaha, Indonesia ada pada peringkat 122 dr 133 negara, dengan tenggat waktu selama 76 hari, waktu yang cukup lama . Bagi para investor mungkin hal ini tidaklah menguntungkan.
Dari contoh diatas jika kita runut permasalahannya, maka kita akan menemukan banyak hal yang harus diperbaiki, mulai dari Pemerintahan pusat , Pemerintah daerah, peraturan –peraturan yang ada, kondisi masyarakat, pihak private. Dengan kata lain, untuk meningkatkan sektor pariwisata ini, perlu mengubah pola pikir bangsa ini untuk lebih sadar wisata.
Ini memerlukan perhatian yang serius dari Pihak Pemerintah baik pusat dan daerah, karena Industri pariwisata memiliki efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan negara. Karena Sektor pariwisata sangat menjanjikan, dan keyakinan bahwa sektor ini akan bertumbuh dapat dilihat dari peningkatan turis yang datang ke indonesia mengalami kenaikan tiap tahunnya. Data Biro Pusat Statistik tahun 2009 dari Bulan Januari – Desember menunjukan kenaikan 0,4 %dari 6.429.020 orang menjadi 6.459.665 orang dengan nilai devisa Rp 65 triliun , ditambah lagi dengan meningkatnya stabilitas politik di Indonesia akan memicu peningkatan Industri Pariwisata ini.
Harapan kedepan dengan keseriusan Pemerintah dan semua pihak mengelola Industri Pariwisata indonesia ini, maka Sektor pariwisata ini akan mendongrak kenaikan devisa yang lebih besar lagi bagi negara . Dan peringkat Indonesia naik di mata pariwisata dunia.
(Susan M-Febi Supit/FB/bd)
Tags: Devisa, jasa, pariwisata
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 12 March 2010
(Berita Daerah – Kalimantan) – Membaiknya harga batu bara dunia pada awal 2010 dikhawatirkan akan mengancam pasokan batu bara PLTU di Indonesia, kata Kepala Dinas Pertambangan Kalimantan Selatan (Kalsel) Ali Muzanie di Banjarmasin.
“Pada Februari ini, harga batu bara dengan kalori 6200 mencapai 83,46 dolar AS per ton atau naik dibanding 2008 yang hanya 35 dolar AS,” kata Ali sebagaimana dilaporkan, Kamis.
Ali Muzanie mengatakan meroketnya harga batu bara tersebut terjadi karena mulai membaiknya perekonomian dunia setelah terjadinya krisis keuangan global pertengahan 2008 .
Pada awal 2008, kata dia, harga batu bara dengan kalori 6200 sebesar 75 dolar AS per ton, kemudian pada akhir 2008 atau pada saat terjadinya krisis harganya jatuh menjadi hanya 35 dolar per ton.
Namun, kata dia, kini harga batu bara terus merangkak naik hingga mencapai 83,46 dolar per ton. Sedangkan untuk kalori 5700 mencapai 71,56 dolar per ton, kalori 5000 sebesar 62,10 dolar per ton dan kalori terendah 50,07 dolar per ton.
Kenaikan harga batu bara tingkat dunia tersebut, kata dia, membuat PLN kesulitan untuk ikut lelang, karena patokan harga yang cukup tinggi.
“Disinilah persoalan sesungguhnya, kenapa Kalsel yang merupakan gudangnya batu bara masih terjadi krisis listrik, karena pengusaha memilih menjual batu bara ke luar negeri dengan harga yang cukup tinggi dibanding ke PLN,” katanya.
Mengantisipasi kebutuhan batu bara PLTU 10 ribu megawatt, kata Ali, kini pemerintah telah melakukan kontrak jangka panjang dengan perusahaan batu bara nasional PT Arutmin Indonesia.
Melalui kontrak jangka panjang tersebut, kata dia diharapkan kekurangan pasokan batu bara sebagaiman dialami PLTU Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut, Kalsel tidak terjadi lagi. ”
Saat ini PT Arutmin sedang melakukan revisi Amdal untuk menambah jumlah produksi batu bara,” katanya.
Sementara itu, peneliti ekonomi muda senior Bank Indonesia Banjarmasin Sakti Arif Wicaksono mengatakan, aktivitas ekspor batu bara di Kalsel dari tahun ke tahun terus meningkat.
Menurut dia, pada 2007 volume ekspor mencapai 83,7 juta ton dengan nilai ekspor 2,591 juta dolar , pada 2008 volume ekspor turun drastis menjadi hanya 69 juta ton akibat krisis keuangan global.
Kendati pada 2008 volume ekspor turun, kata Sakti, nilai ekspornya tetap naik dibanding 2007 menjadi 3 juta dolar .
Seiring dengan membaiknya ekonomi dunia, pada 2009 volume ekspor kembali naik menjadi 79,8 juta ton dengan nilai ekspor 4,5 juta dular lebih.
“Dibanding sektor lainnya, pertumbuhan produksi batu bara di Kalsel relatif stabil terutama untuk tambang PKP2B yang pada 2008 produksi mencapai 70 juta ton dan 2009 menjadi 75,6 juta ton,” katanya.
Tags: batubara, kalimantan
Posted in Pijar Kalimantan | No Comments »
Written by Redaksi on 12 March 2010
Bantul (ANTARA News) – Investor Belanda berencana membangun dermaga bertaraf internasional di Pantai Pandansimo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), senilai Rp3,6 triliun, kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul, Sugeng Sudaruno di Bantul, Jumat.
Menurut dia, DKP Bantul akan mempelajari terlebih dahulu di titik mana dermaga bertaraf internasional akan dibangun karena sebenarnya pembangunan dermaga bertaraf internasional di pantai yang terlalu landai dan arus ombaknya besar itu kurang tepat.
“Jika pembangunan dermaga direalisasi, maka akan membutuhkan perawatan rutin dengan dana besar. Jika boleh mengajukan usul maka lokasi yang tepat adalah di muara Sungai Opak atau di Pantai Samas, karena di dua lokasi tersebut hanya membutuhkan pengerukan rutin, sehingga dana yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Namun semua itu tergantung investornya,” katanya.
Investor asal Belanda berkeinginan membangun dermaga internasional di Pantai Pandansimo, karena memiliki ikatan historis dengan pantai ini. Kakek investor asal Belanda berasal dari daerah ini.
Read the rest of this entry »
Tags: bantul, dermaga, internasional, jogyakarta
Posted in Pijar Jogyakarta | No Comments »
Written by Redaksi on 12 March 2010
Kupang (ANTARA News) – Pabrik Semen Kupang, satu-satunya industri semen di Nusa Tenggara Timur (NTT), sekarang hanya tinggal kenangan karena tak ada lagi aktivitas di perusahaan tersebut.
“Sudah hampir tiga tahun ini, pabrik Semen Kupang tidak lagi beroperasi. Kami hanya berjaga-jaga di kawasan pabrik saja,” kata Faizal, seorang anggota satuan pengamanan (Satpam) perusahaan menjawab wartawan yang berkunjung ke lokasi pabrik tersebut, Jumat.
“Kami hanya dengar bahwa perusahaan ini akan kembali beroperasi dengan sistem kerjasama operasional (KSO) antara perusahaan pengelola aset (PPA) dengan PT Sarana Agro Gemilang (SAG), sebagai pemenang tender. Namun, kapan realisasinya, kami sendiri juga tidak tahu,” ujarnya.
Pabrik Semen Kupang tidak lagi beroperasi sejak Maret 2008 karena pailit. Para karyawannya pun dirumahkan secara sepihak oleh manajemen sehingga mengundang aksi protes dari mereka untuk menuntut hak-haknya.
PT SAG telah mengirim tenaga teknis dan manajemen untuk melakukan pembenahan dan perbaikan peralatan serta fasilitas Semen Kupang agar bisa beroperasi kembali.
Keterangan yang diperoleh menyebutkan perusahaan tersebut kemungkinan akan mengundurkan diri, karena kondisi pabrik Semen Kupang sudah tidak memungkinkan lagi untuk dibenahi kembali, terutama mesin pengolahan semen, kecuali membeli mesin baru.
Pabrik semen ini dibangun pada 22 Desember 1980, dan merupakan satu-satunya pabrik semen berskala kecil yang menggunakan tungku tegak di Indonesia.
Pabrik berkapasitan 120.000 ton per tahun itu, diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soeharto (alm) pada 14 April 1984 untuk beroperasi secara komersial.
Tujuan didirikannya pabrik semen tersebut, untuk melaksanakan dan menunjang kebijakan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya industri persemenan dan industri kimia dasar lainnya.
Read the rest of this entry »
Tags: antara, Kupang, Pabrik semen, semen
Posted in Pijar Nusa Tenggara | No Comments »
Written by Redaksi on 12 March 2010
BATAM – Program pemerintah daerah kota Batam ‘Visit Batam 2010’ masih terus gencar digaungkan. Baru-baru ini, pemerintah kota Batam merencanakan akan mengincar perhelatan besar dunia film di Indonesia. Festival Film Indonesia 2010, rencananya akan diusulkan oleh pemko untuk di gelar di Batam. Hal ini diungkapkan oleh Guntur Sakti, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam. “Kita berupaya agar FFI bisa diselenggarakan di Batam” ungkap Guntur Sakti, kepada www.batamevent.com dikantor kepala dinas pariwisata Pemko Batam.
Menurut Guntur, Batam layak menjadi tuan rumah FFI, karena kota industri ini juga ditetapkan sebagai kota Meeting, Incentive, Conference and Exhibition (M.I.C.E). Selain itu, dari sisi infrastruktur, Batam juga telah siap untuk mensukseskan perhelatan akbar insane perfilman di Indonesia. Sebagai permulaan, Guntur manambahkan Batam dijadikan tuan rumah untuk berbagai kegiatan, seperti memperingati Hari Film Nafional yang akan diperingati pada 30 maret.
“Terdapat tiga acara memperingati Hari Film Nasional yang diadakan di Batam. Mudah-mudahan ini menjadi pemicu, untuk memperjuangkan agar Batam terpilih menjadi tuan rumah FFI 2010” Imbuh Guntur. Tiga agenda yang diselenggarakan di batam adalah forum diskusi peredaran film bersama Direktur Perfilman Wihadi Wiyanto dan Naniek L Kariem, yang akan diselenggarakan pada selasa (09/03/2010)
Selain itu juga akan diselenggarakan adalah pemutaran film berjudul Identitas dan diskusi bersama Deddy Mizwar pada Rabu (10/03/2010) dan lokakarya film documenter bersama sutradara Aria Kusumadewa pada Kamis (11/03/2010). “Diskusi peredaran film ini diikuti Dewan Kesenian Kota Batam, Insan Pers, pelaku seni dan insane perfilman Kota Batam” ujar Guntur.
Sementara itu untuk pemutaran film identitas, akan diikuti oleh Dewam Kesenian Kota Batam, Insan Pers, pelaku seni dan insane Perfilman Kota Batam, rumah produksi dan pimpinan sanggar seni yang ada di Kota Batam
Tags: FFI 2010
Posted in Pijar Kepri | No Comments »
Written by Redaksi on 12 March 2010
Experience the cultural richness of Indonesia at Bintan Resorts! This remarkable event will be running from 13 up to 23 March 2020, Bintan Resorts of Indonesia.
Come March 2010, Bintan Resorts will be transformed into a microcosm of Indonesia where the whole family can experience the vast cultural diversity and rich heritage of six regions: Riau, Bali, West Sumatra, Java, Kalimantan and Maluku, all in one place.
The Bintan Cultural Festival is a celebration of Indonesia’s diverse culture and rich heritage that is widely expressed through performing arts as well as various forms of arts and crafts.
Read the rest of this entry »
Tags: Bintan Resort, Budaya, Culture, Festival, Festival 2010, Handicrafts
Posted in Pijar Kepri | 2 Comments »