Archive for March 23rd, 2010
Written by Redaksi on 23 March 2010
Nestle akan tetap bekerja sama dengan komunitas kelapa sawit Indonesia dan membeli minyak sawit untuk kebutuhan, meski mendapat desakan dari sebuah LSM untuk tidak membeli dari salah satu produsen terkemuka nasional.
“Meskipun kami telah mengganti PT Sinar Mas sebagai pemasok minyak kelapa sawit, kami tetap bekerja sama dengan komunitas sawit dan membeli untuk kebutuhan mendatang,” kata Kepala Humas Nestle Indonesia Brata T. Hardjosubroto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.
Pernyataan tersebut dikemukakan menanggapi permintaan Greenpeace agar Nestle menghentikan pembelian minyak sawit asal PT Sinar Mas karena diketahui melakukan pengrusakan hutan sehingga menggiring orangutan menuju kepunahan dan memperparah perubahan iklim.
Saat ini, katanya, pihaknya masih menunggu hasil investigasi “Roundtable on Sustainable Palm Oil” (RSPO) terhadap sejumlah tuduhan dan laporan verifikasi pihak ketiga yang ditunjuk oleh PT Sinar Mas, yang diharapkan selesai semester kedua 2010.
Nestle meyatakan rasa prihatin atas adanya ancaman serius terhadap kelestarian lingkungan hutan tropis dan lahan gambut di Asia Tenggara yang disebabkan penggundulan hutan untuk perkebunan sawit yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan.
Dikatakan Brata, Nestle telah berasosiasi dengan RSPO untuk mempromosikan pengambangan dan pemanfaatan minyak kelapa sawit yang berkesinambungan.
“Untuk itu perusahaan menggalang komitmen bersama-sama menghentikan ancaman terhadap kelestarian lingkungan yang disebabkan oleh perkebunan kelapa sawit di Asia Tenggara,” katanya.
Dengan komitmen tersebut perusahaan melakukan sejumlah langkah nyata untuk mendesak para pemasok agar memastikan bahwa perusahaan tidak membeliu minyak kelapa sawit yang berasal dari perkebunan yang merusak hutan.
Di Indonesia, perusahaan selama ini telah membeli 4.000 ton minyak sawit per tahun dari PT Sinar Mas, yang nilainya sebesar 0,2 persen dari keseluruhan penjualan tersebut per tahun.
Kode Etik Pemasok Nestle telah mengatur sejumlah standar minimum yang tidak bisa ditawar dan harus dihormati serta ditaati para pemasok dalam bisnis.
“Kode etik itu tersebut mencakup standar pembangunan bekelanjutan dan kelestarian lingkungan,” kata Brata.
Nestle Indonesia telah beroperasi di Indonesia sejak 1971 dan kini mengoperasikan tiga pabrik dengan mempekerjakan 2.500 karyawan.
Dalam tiga tahun terakhir perusahaan telah melakukan investasi sebesar 140 juta dolar AS atau sekitar Rp1,3 triliun dan saat ini mendapat pasokan susu segar dan bijih kopi dari sekitar 35.000 petani Indonesia.
Tags: kebon sawit, komunitas sawit, minyak nasional, minyak sawit, Nestle
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 23 March 2010
Sejumlah artis nasional akan berjualan di kompleks Hotel Aston di kawasan Natsepa, Pulau Ambon dalam rangka menyemarakkan Sail Banda yang penyelenggarannya dijadwalkan pada Juli- Agustus 2010, kata Wagub Maluku Said Assagaff.
“Saya diinformasikan para artis siap menyemarakkan Sail Banda dengan berjualan aneka produk dagangan di Hotel Aston sebagai tempat penginapan para tamu yang menghadiri kegiatan bahari bertaraf internasional tersebut,” katanya di Ambon, Senin.
Namun Assagaff yang juga ketua panitia lokal Sail Banda itu belum bisa memastikan nama-nama artis tersebut.
“Terpenting kepedulian para artis untuk menyukseskan Sail Banda yang bertujuan mempromosikan potensi bahari Maluku sekaligus meyakinkan dunia internasional bahwa daerah ini benar-benar aman dengan bukti masyarakat hidup berdampingan secara damai,” tegasnya.
Dia mengemukakan, semua komponen bangsa, baik di Maluku hingga ke luar negeri seperti Belanda yang banyak warga asal daerah ini dimanfaatkan untuk menyukseskan Sail Banda.
“Warga Maluku di Belanda, termasuk pihak museum dari negeri kincir angin telah menyatakan kesediaan untuk menggelar pameran di Ambon maupun Banda guna menyemarakkan kegiatan bahari yang diperkirakan dihadiri 5.000-an orang,” ujar Wagub.
Read the rest of this entry »
Tags: ambon, artis, event juli-agustus, Indonesia timur, obyek wisata, pariwisata, sail banda, wisatawan
Posted in Pijar Ambon | No Comments »
Written by Redaksi on 23 March 2010
Produk kerajinan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki peluang besar mengisi pasar cinderamata bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah ini, kata Ketua Asosiasi Perajin dan Pengusaha Kecil Mataram (ASPERAM) Yogyakarta Budi Sarwono.
“Jadi, peluang itu masih cukup besar pada 2010, sehingga perajin perlu mengembangkan inovasi produk agar lebih diminati wisatawan, baik mancanegara maupun wisatawan nusantara,”katanya di Yogyakarta, Senin.
Read the rest of this entry »
Tags: CInderamata, jogyakarta, kerajinan, Produk Kejainan tangan, silver
Posted in Pijar Jogyakarta | No Comments »
Written by Redaksi on 23 March 2010
Kerajinan Getah Nyatu, salah satu produk kerajinan tangan andalan dari Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah menembus mancanegara, antara lain dibawa wisatawan mancanegara sebagai cinderamata.
Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM) Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Kapuas, Hatta Setia mengatakan Selasa, sebagian besar wisman mendapat kerajinan tersebut dari toko souvenir yang ada di Pulau Bali.
Karena sebagian besar kerajinan tangan tersebut dibeli pengusaha toko souvenir Pulau Dewata tersebut untuk dijual kepada wisman maupun wisatawan nusantara sebagai cinderamata.
Namun ia sendiri tidak mengetahui secara pasti, wisatawan dari negara mana saja yang banyak membeli kerajinan khas Kabupaten Kapuas tersebut.
Read the rest of this entry »
Tags: Borneo, Hasil Bumi, kalimantan, Kerajinan Getah
Posted in Pijar Kalimantan | No Comments »
Written by Redaksi on 23 March 2010
Ceng Ho dan Colombus adalah dua pelaut ulung yang tersohor di penjuru dunia. Mereka terkenal sebagai figur tangguh yang berani menantang ganasnya samudra dengan perahu sejarahnya. Tapi tahukah anda, ternyata kepiawaian mereka jauh ketinggalan dari pelaut Nusantara. Mungkin anda tidak percaya begitu saja. Tapi, demi membuktikan kebenaran itulah Robert dick-read, peneliti asal Inggris bersusah payah menyusun buku ini.
Dengan berdasar pada sumber sejarah yang berlimpah, Dick bercerita tentang pelaut-pelaut nusantara yang sudah menjejakkan kaki di Afrika sejak abad ke-5 M. Jauh sebelum bangsa Eropa mengenal Afrika dan jauh sebelum bangsa Arab berlayar ke Zanzibar. Ceng Ho apalagi, pelaut China yang pernah mengadakan muhibah ke Semarang pada abad ke-14 M ini jelas ketinggalan dari moyang kita.
Yang menarik, penelitian Dick-read tentang pelaut nusantara ini seperti kebetulan. Awalnya, ia datang ke mozambik pada 1957 untuk meneliti masa lalu Afrika. Disana. untuk pertama kalinya mendengar bagaimana masyarakat Madagaskar fasih berbicara dengan bahasa Austronesia laiknya pemukim di wilayah pasifik. Ia juga tertarik dengan perompak Madagaskar yang menggunakan Kano (perahu yang mempunyai penyeimbang di kanan-kiri) yang mirip perahu khas Asia timur. Ketertarikannya memuncak setelah ia banyak menghadiri seminar tentang masa lalu Afrika, yang menyiratkan adanya banyak hubungan antara Nusantara dan sejarah Afrika.
Dalam penelusurannya, Dick-read menemukan bukti-bukti mutakhir bahwa pelaut Nusantara telah menaklukkan samudra hindia dan berlayar sampai Afrika Sebelum bangsa Eropa, Arab, dan Cina memulai penjelajahan bahari mereka.
Read the rest of this entry »
Tags: Bahari, Cheng Ho, Columbus, Nusantara, Pelaut, Penjelajah
Posted in Nasional | No Comments »