Sriwijaya Tambah 20 Pesawat B737-800NG
Maskapai penerbangan swasta, Sriwijaya Air, berniat menambah 20 pesawat baru jenis B737-800 New Generation (NG) dalam lima tahun ke depan untuk mendukung rencana ekspansi domestik dan regional maskapai tersebut.
“Kami sedang jajaki dan negosiasi. Oktober tahun ini, minimal tiga pesawat baru sudah bisa dikirim,” kata Dirut Sriwijaya Air Chandra Lie menjawab pers usai penandatanganan kerja sama perawatan 14 pesawat B-737 series milik Sriwijaya Air dengan PT GMF AeroAsia hingga 31 Desember 2012, di Jakarta, Senin.
Chandra mengatakan, kedatangan pesawat dengan skema sewa beli itu akan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan, khususnya dalam hal penyediaan sumberdaya manusia (SDM), khususnya terkait dengan awak penerbang.
Karena itu, katanya, pihaknya secara berkelanjutan telah merencanakan untuk membuka sekolah penerbang dengan sistem beasiswa kepada 20 orang setiap tahunnya.
“Prioritas dari sekolah penerbang ini adalah keluarga besar karyawan Sriwijaya Air yang memenuhi persyaratan dengan ketat,” katanya.
Ia juga mengatakan, sekolah penerbang itu sudah bisa memulai aktivitasnya mulai Mei tahun ini. “Dua pesawat latih sudah kami datangkan dan satu simulator pesawat latih. Lokasi sekolah ini di Pulau Bangka,” katanya.
Sementara itu, untuk kepentingan peningkatan kemampuan pilot, katanya, Sriwijaya Air juga mendatangkan simulator untuk Boieng series.
“Tiga simulator Boeing series sudah kami datangkan dan ditempatkan di kawasan M-1 Bandara Soekarno-Hatta seluas 2,5 hektare,” katanya.
Khusus untuk pemanfaatan 20 pesawat Boeing 737-800NG tersebut, Chandra menegaskan, pihaknya melakukan itu selain untuk menggantikan pesawat Boeing series klasik, juga untuk menyokong rencana perusahaan dalam pembukaan rute-rute baru, baik domestik maupun regional.
“Bersamaan dengan kedatangan pesawat-pesawat baru itu, hingga akhir tahun kami mempersiapkan diri meningkatkan layanan dari kelas menengah menjadi full service. Konsekuensinya nanti akan ditemui kelas bisnis di Sriwijaya Air,” katanya.
Sriwijaya Air yang mengklaim dirinya sebagai maskapai dengan layanan di jalur menengah (medium) hingga saat ini mengoperasikan 27 pesawat Boeng series yakni B737-300 delapan unit, B737-200 10 unit dan sisanya B737-400 dan melayani 35 kota tujuan di Indonesia.
Setiap hari frekuensi penerbangan maskapai ini mencapai 171 kali di seluruh Indonesia.






