Debat Calon Gub Kepri Tidak Diminati warga
Karena tidak menarik perhatian warga Batam, debat calon gubernur hanya dihadiri oleh para pendukung masing-masing calon saja, pada Sabtu (27/3) sore. Sedangkan calon Aida Ismeth Abdullah tidak hadir dalam debat itu.
Calon gubernur yang hadir dalam debat yang diselenggarakan oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Batam yang bertema Menangkap Peluang Ekonomi Kerakyatan di Kepri tersebut hanya dihadiri oleh puluhan pendukung calon gubernur HM Sani dan calon wakil gubernur Zulbahri dari pasangan Nyat Kadir dan Zulbahri.
Acara yang dilangsungkan di Asarama Haji Batam Centre tersebut juga dinilai kering oleh kalangan akademisi di daerah ini. Acara debat juga tidak tepat waktu. Bahkan, acara berlangsung tidak dipersiapkan dengan matang.
Jumlah yang hadir dalam debat gubernur tersebut hanya beberapa puluh orang. Ini bukti warga Batam juga tidak tertarik untuk ikut menyaksikan debat tersebut. Menanggapi hal itu, Dekan III Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ibnu Sina Batam, Mustaqim, mengatakan, acara tersebut seharusnya dapat lebih semarak lagi jika yang hadir dalam debat tersebut dapat menjadi perhatian umum. Panitia juga tidak mengemas bahan diskusi dengan baik. Akibatnya, yang terjadi justru sebaliknya. Debat calon tersebut jauh dari harapan masyarakat di daerah ini.
“Yang diperbedatkan tidak bermutu sehingga tidak diperhatikan masyarakat di Batam. Minimnya penonton yang hadir dalam acara tersebut menandakan bahwa debat calon gubernur di Kepri tidak diminati masyarakat. Apalagi, temanya membosankan,” katanya kepada Media indonesia, Minggu (28/3).
Namun begitu, Ketua Panitia Pelaksana Musda KAHMI Kota Batam dan Diskusi Publik Cagub Kepri 2010 Muhith Marzuqi mengatakan tema yang diperdebatkan itu sangat penting untuk mengetahui kualitas para kandidat dan program yang ditawarkan mengenai konsep ekonomi kerakyatan. Alasannya, jika calon gubernur tidak memiliki visi terhadap ekonomi kerakyatan, maka yang menanggung beban adalah masyarakat di daerah yang bersangkutan.
“Untuk itu, kami kira topik tersebut menarik untuk diperdebatkan. Ini menjadi barometer bagi mengukur intelektual calon gubernur dalam menghadapi krisis nantinya, khususnya masalah ekonomi,” kata dia.
Mahasiswa menilai kurangnya perhatian calon gubernur Aida Ismeth Abdullah dan pasangannya Edy Wijaya terhadap masyarakat di Batam diperkirakan akan mengurangi jumlah konstituen pasangan tersebut dalam pilkada kali ini. “Kami mendapati Aida Ismeth Abdullah bukan Ismeth Abdullah, meskipun dia istri dari Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, namun perannya dalam masyarakat di Batam sangat kecil. Mereka seharusnya memperhatikan jumlah konstituen yang besar dari Batam, bukan daerah lain,” kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kepri Sudianto.
Tags: Debat Calon Gubernur Kepri, Debat Politik, pilkada Kepri
Posted in Pijar Kepri, Pijar politik | No Comments »






