Written by Redaksi on 15 April 2010
Industri olahan kulit dan produk kulit asal Tanggul Angin, Sidoarjo, Jawa Timur akan dikembangkan di Makassar, Sulsel.
“Pengusaha kulit asal Sidoarjo akan ikut ambil bagian dari pengembangan usaha ini di Makassar,” katanya pada penandatanganan kesepakatan kerja sama industri olahan kulit dan produk kulit antara Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar di Makassar, Rabu.
Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, mengatakan, industri olahan kulit yang menghasilkan produk-produk seperti tas, sepatu dan lainnya yang pernah menjadi unggulan di Sidoarjo sebelum bencana lumpur Lapindo.
Menurutnya, modal yang digunakan untuk industri ini tidak terlalu besar salah satunya dengan pengadaan mesin pengayakan senilai Rp2 miliar.
“Untuk Makassar saja diperkirakan kita akan membutuhkan 80 ekor sapi untuk bahan baku dan untuk pengembangannya kita masih membutuhkan sekitar Rp5 miliar,” jelasnya.
“Kami upayakan industri pengolahan kulit ini akan mulai berproduksi pada awal tahun depan,” jelasnya yang mengutamakan pasar lokal untuk produk kulit ini layaknya pasar produk kulit di Tanggul Angin.
Diharapkan, hadirnya industri ini akan mengubah pola pikir masyarakat Makassar lebih semangat berkarya.
Selain industri kulit, pemerintah kota juga akan mencoba mengembangkan industri bola sepak yang selama ini diproduksi di Majalengka, Jawa Barat.
“Industri bola sepak di Majalengka sudah diekspor kemana-mana bahkan menjadi produsen bola resmi untuk piala dunia, namun setiap kali pengiriman para produsen mengeluhkan jarak ke pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta yang memakan waktu dan biaya,” jelasnya.
Kendala tersebut, lanjutnya, menjadi peluang untuk mengembangkannya di Makassar yang kotanya dekat dengan pelabuhan sehingga ekspor lebih efisien.
Selain memiliki sumber daya alam yang minim, Makassar terus mengembangkan industri-industri dalam kota juga sebagai dukungan terhadap fokus pembangunan ekonomi pemprov.
Tags: industri kulit, industri olahan
Posted in Pijar Jawa Timur, Pijar Sulawesi | No Comments »
Written by Redaksi on 08 April 2010
Pemerintah Kota Makassar menargetkan penerimaan sebesar Rp1 triliun lebih pada tahun pertama kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara pada pembukaan trans studio.
Wali Kota Makassar, Ilham Arief Siradjuddin, di Makassar, Selasa, mengatakan, target satu juta orang adalah angka yang cukup “realistis” karena wahana trans studio merupakan yang terbesar di Asia dan salah satu di dunia.
“Kita mengharapkan di tahun pertama pembukaan wahana trans studio Makassar bisa mendatangkan pengunjung sekitar satu juta orang. Target itu merupakan angka yang realistis karena wahana trans studio merupakan yang salah satu terbesar di dunia,” ujarnya.
Mega proyek berkonsep mirip Disneyland di Amerika itu kini dibangun di Makassar, Sulawesi Selatan, di atas lahan seluas lebih dari tiga hektare dan ditargetkan rampung pada 9 September.
Di gedung trans studio itu juga bakal berdiri dua bangunan yang spektakuler, yakni gedung pusat perbelanjaan yang disebut Trans Walk menempati lahan seluas 2,4 hektare dan Trans Studio Theme Park, menempati lahan seluas 2,2 hektare.
Bangunan inilah yang mengadopsi konsep theme park seperti di Disneyland dan Universal Studios. Proyek inilah yang paling dikebut oleh PT Trans Kalla Makassar agar bisa launching 9 September 2009.
Pembanguan Trans Studio Theme Park yang juga disebut Family Entertainment Center (FEC) sudah hampir rampung. Dari luar, gedung setinggi 20 meter itu sudah tampak komplet.
FEC mengadopsi konsep theme park. Seperti yang sudah terkenal di Universal Studios, Amerika Serikat, Disneyland Amerika, Jepang, Eropa, dan Hongkong, lalu Gold Coast di Quensland, Australia, juga Dubailand di Dubai.
heme park FEC memiliki empat theme, yakni, Studio Central, The Lost City, Magic Corner, dan Cartoon Corner. Setiap theme memiliki wahana sendiri-sendiri.
Ilham menambahkan, akses menuju kawasan tersebut juga cukup lancar. Dari Bandara Sultan Hasanuddin, hanya butuh 30 menit untuk mencapainya. Begitu keluar bandara, calon pengunjung bisa langsung masuk tol reformasi dan keluar di pintu tol Biringkanaya.
Setelah itu, masuk Jalan Nusantara Baru, Nusantara Lama, dan Sulawesi, kemudian memutar di Jalan Penghibur (jalan utama di Pantai Losari) untuk masuk kawasan Tanjung Bunga.
“Semuanya sudah kita mantapkan, mulai dari konsep pembangunan hingga akses arus lalu lintas menuju lokasi wahana trans studio. Jadi jika ada pengunjung dari luar Sulsel bahkan dari mancanegara tidak akan mengalami kesulitan menuju lokasinya,” katanya.(T.PK-MH/A027)
sumber: antara
Tags: Disneyland makasar, Hiburan Di Makasar, Theme Park Makasar, Trans Studio Makasar
Posted in Pijar Sulawesi | No Comments »
Written by Redaksi on 26 March 2010
|
|
|
Wilayah Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat menyimpan potensi emas dengan kandungan emas mencapai 2500 ton di daerah itu. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Mamuju, Andi Sukri Tammalele, di Mamuju, Jumat. Menurutnya, potensi emas di wilayah Kalumpang sekitar 192 kilometer dari kota Mamuju itu kini telah dilirik oleh dua perusahaan yang telah melakukan tahap eksplorasi tambang emas.
“Saat ini ada dua perusahaan sedang melakukan tahap eksplorasi tambang emas, salah satunya adalah perusahaan dari Jakarta yakni PT Dibia,” tuturnya. Ia mengatakan, letak kandungan emas di wilayah Kalumpang tersebut ada pada dua aliran sungai besar yakni sungai Teroto dan sungai Petangon dengan jumlah areal mencapai 3.000 hektar. “Awalnya kami tidak menyangka jika dua sungai besar tersebut menyimpan potensi emas, namun, setelah dilakukan penelitian ternyata kedua sungai memiliki kandungan emas yang begitu besar,” ucapnya.
Dikatakannya, tambang emas yang terdapat di daerah Kalumpang ini nantinya akan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di Mamuju, khususnya di wilayah Kalumpang setelah dilakukan tahap eksploitasi. “Jika nantinya telah dilakukan tahap eksploitasi tambang emas tersebut, maka sumbangan untuk sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) diprediksi mencapai angka sebesar Rp5 triliun per tahun,” ungkap Sukri. Sukri menambahkan, yang menjadi kendala utama saat ini adalah kondisi infrastruktur jalan menuju lokasi tambang masih sangat memprihatinkan yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.
Meski demikian, kata dia, dua perusahaan tambang yang sementara melakukan tahap ekplorasi di daerah itu tetap melakukan kegiatan pertambangan untuk dikelola dikemudian hari. Anggota DPRD Mamuju, Hajrul Malik menanggapi positif hadirnya beberapa investor di Mamuju yang melakukan kegiatan pertambangan. “Hadirnya perusahaan yang akan melakukan kegiatan pertambangan di Mamuju tetap kami tanggapi positif sepanjang kegiatan itu menguntungkan untuk daerah kita,” ujarnya. Dikatakannya, hadirnya perusahaan itu akan memberikan kontribusi positif bagi percepatan pembangunan yang muaranya dapat memberikan peluang kerja bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.
“Kita tidak boleh serta merta menolak jika ada perusahaan yang masuk ke Mamuju untuk melakukan kegiatan pertambangan, dengan catatan perusahaan ini telah mememenuhi segala prosedur yang telah ada, termasuk perijinan,” ungkapnya. Selain di wilayah Kalumpang, beberapa perusahaan tambang di kecamatan lain seperti Kecamatan Bonehau juga menyimpan potensi tambang batubara dan magan. “Ada sekitar tujuh perusahaan yang sedang melakukan kegiatan eksplorasi di daerah itu yang mesti harus diberikan kemudahan tanpa harus mempersulit dalam melakukan kegiatan tambang guna percepatan pembangunan di daerah sendiri,” kata Hajrul. |
Tags: emas, potensi alam, sulawesi, Sumber Daya Alam
Posted in Pijar Sulawesi | No Comments »