Written by Redaksi on 28 April 2010
Lima pelajar putri tampak dihadang lima pelajar lain ketika hendak melewati tiga kotak segi empat ukuran 15 meter kali 4,5 meter selama 2×15 menit, dan kemudian sebaliknya yang dihadang menjadi penghadang.
Kemudian dihitung siapa-siapa yang lolos melawati penghadang, dan jika nilai sama dilakukan perpanjangan waktu selama 10 menit (2×5) tanpa istirahat.
Demikianlah, salah satu kegiatan sosialisasi olah raga tradisinal yang dilakukan di stadion Ranggajati, Sumber, akhir April 2010, yakni permainan “Hadang” yang di Cirebon biasa dinamakan “Sodor.”
Lima pelajar putri SMPN 2 Susukan Lebak Kabupaten Cirebon dan lima pelajar putri SMPN3 kota Cirebon tersebut sekilas tampak hanya berlari, melompat, menghindar. Tetapi olah raga yang digali dari leluhur dan penuh dengan kegembiraan tersebut memakai aturan sedemikian rupa, sehingga layak dipertandingkan.
Seorang pelajar kelas III SMP 2 Susukan Lebak Putri mengatakan, permainan “Hadang” yang di desanya dikenal dengan permainan “Sodor” tersebut sudah biasa dilakukan anak-anak hingga dewasa.
“Biasanya kami bermain pada malam hari ketika terang bulan. Permianan itu tidak banyak memakan tempat.” Katanya.
Bedanya dengan “Hadang” yang disosialisasikan oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga, yalah dari segi waktu, jumlah pemain dan luas lapangan, katanya.
“Kami biasa bermain waktunya tidak terbatas,jumlah pemain empat orang dan lapangan yang dibuat tanpa ukuran,” katanya seraya menambahkan sangat antusias dengan permainan yang dibakukan tersebut.
Guru Olah Raga SMP 2 Susukan Lebak M. Rukmana SPdm menambahkan, jenis Olah Raga “Hadang,” atau “Sodor” tersebut karena sifatnya riang, maka biasa dipertandingkan sewaktu jeda semester atau hari-hari besar nasional di sekolah tempat ia mengajar.
“Oleh karena olah raga ini sudah dikenal oleh para siswa, tampaknya mereka cukup gembira dengan adanya aturan yang dibakukan tersebut,” katanya.
Permainan itu dalam sosialisasi hanya dilakukan oleh pelajar putri, sedangkan dalam masyarakat pemainnya bisa laki-laki dan bisa putri dan bahkan adakalanya campuran, tambahnya.
Untuk permainan yang dibakukan, permainan bisa diselenggarakan di lapangan basket, lapangan bulu tangkis, tinggal menambah garis-garis yang sudah ada sebagai kotak permaian, ujarnya pula.
Empat Cabang
Sementara itu, Kabid Olah Raga Tradisional, Asisten Deputi Olah Raga Rekreasi Kementerian Olah Raga Suherman, mengatakan sosialisasi olah raga tradisional di Cirebon tersebut merupakan rangkaian kegiatan serupa yang akan dilakukan di sejumlah daerah.
“Sejauh ini kami memfukoskan pada empat cabang oleh raga tradisional dari 11 cabang yang digali dari leluhur yang sudah dibakukan,” katanya.
Keempat cabang olah raga yang disosialisasikan tersebut, yakni Enggrang, trompah panjang, dagongan dan hadang. Sedangkan cabang lain yang sudah dibakukan dan belum disosialisasikan adalah,gebuk bantal, lari balok, tarik tambang, patok lele, benteng, sumpitan dan gasing.
Untuk sementara dipilih empat cabang olah raga karena sebagian masyarakat Indonesia sudah mengenal, tetapi dengan nama yang berbeda dan peraturannya juga berbeda.
Oleh karena permainanan tersebut sudah dibakukan, maka perlu sosialisasi aturan permainan agar bisa dipertandingan secara nasional, katanya.
Menurut dia, sosialisasi olah raga tersebut selama tahun 2010 berlangsung di lima daerah, yakni Cirebon, Batam, Ambon, Kendari dan Kupang.
Sosialisasi serupa pernah diadakan di Pulau Samosir tahun 2009. “Kegiatan sosialiasi sengaja diacak di hampir seluruh Indonesia dengan tujuan agar olah raga tersebut cepat menyebar,” katanya.
Dikatakannya, tujuan jangka panjang sosialisasi tersebut memperkenalkan olah raga yang digali dari leluhur untuk dilestarikan sebagai budaya bangsa yang mudah, murah, meriah dan massal (4M).
Disamping itu, apabila sudah memasyarakat tidak menutup kemungkinan cabang olah raga tersebut ditingkatkan menjadi olah raga prestasi, seperti cabang pencak silat.
Menyangkut kesiapan juri dalam pertandingan itu tampaknya tidak ada masalah, karena hanya dengan pelatihan sehari cukup bagi guru olah raga untuk pemahaman.
Oleh karena cabang olah raga itu baru, kedepan dirasakan perlu semacam pelatihan buat juri-juri nasional, katanya.
Dipihak lain, dikatakannya, berdasarkan pengalaman sosialisasi cabang olah raga tradisional tersebut, ternyata ada daerah yang sama sekali belum mengenal seperti Egrang.
“Setelah diperkenalkan, ternyata mendapat sambutan hangat dari masyarakatnya,” katanya.
Bahkan sosialisasi olah raga tradisional seperti “Hadang” tidak hanya dilakukan di dalam negeri, tetapi pada negara tetangga seperti tahun 2009 di Univesitas Mindanao Philipina. “Mereka juga ada permainan serupa, tetapi jumlah pemainnya hanya empat, tetapi ketika kita kenalkan pemainannya lima mereka menilai lebih energik,” katanya.
Ia mengaharapkan, dengan adanya sosialisasi olah raga tradisonal tersebut akan menjadi pemicu bagi pelajar yang lain, bahkan masyarakat Cirebon pada umumnya untuk melestarikan budaya luhur bangsa tesebut.
Jenis olah raga tradisional pada umumnya tidak memerlukan biaya besar, sementara manfaatnya buat kebugaran luar biasa.
Ia mencontohkan, olah raga “Hadang,” pemainnya harus berlari, melompat dan menghindar. Berarti permainan itu memerlukan gerak tubuh, sementara para pemainnya cukup riang.
Kadis Kementrian Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cirebon, Sukanda, menyambut baik sosialisasi olah raga tradisional yang dilakukan di Kabupaten Cirebon 26 dan 27 April 2010 tersebut dan berharap semua pelajar di daerahnya terpacu untuk melestarikan jenis olah raga tersebut.
Written by Redaksi on 27 April 2010
Maskapai penerbangan swasta, Sriwijaya Air, berniat menambah 20 pesawat baru jenis B737-800 New Generation (NG) dalam lima tahun ke depan untuk mendukung rencana ekspansi domestik dan regional maskapai tersebut.
“Kami sedang jajaki dan negosiasi. Oktober tahun ini, minimal tiga pesawat baru sudah bisa dikirim,” kata Dirut Sriwijaya Air Chandra Lie menjawab pers usai penandatanganan kerja sama perawatan 14 pesawat B-737 series milik Sriwijaya Air dengan PT GMF AeroAsia hingga 31 Desember 2012, di Jakarta, Senin.
Chandra mengatakan, kedatangan pesawat dengan skema sewa beli itu akan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan, khususnya dalam hal penyediaan sumberdaya manusia (SDM), khususnya terkait dengan awak penerbang.
Karena itu, katanya, pihaknya secara berkelanjutan telah merencanakan untuk membuka sekolah penerbang dengan sistem beasiswa kepada 20 orang setiap tahunnya.
“Prioritas dari sekolah penerbang ini adalah keluarga besar karyawan Sriwijaya Air yang memenuhi persyaratan dengan ketat,” katanya.
Ia juga mengatakan, sekolah penerbang itu sudah bisa memulai aktivitasnya mulai Mei tahun ini. “Dua pesawat latih sudah kami datangkan dan satu simulator pesawat latih. Lokasi sekolah ini di Pulau Bangka,” katanya.
Sementara itu, untuk kepentingan peningkatan kemampuan pilot, katanya, Sriwijaya Air juga mendatangkan simulator untuk Boieng series.
“Tiga simulator Boeing series sudah kami datangkan dan ditempatkan di kawasan M-1 Bandara Soekarno-Hatta seluas 2,5 hektare,” katanya.
Khusus untuk pemanfaatan 20 pesawat Boeing 737-800NG tersebut, Chandra menegaskan, pihaknya melakukan itu selain untuk menggantikan pesawat Boeing series klasik, juga untuk menyokong rencana perusahaan dalam pembukaan rute-rute baru, baik domestik maupun regional.
“Bersamaan dengan kedatangan pesawat-pesawat baru itu, hingga akhir tahun kami mempersiapkan diri meningkatkan layanan dari kelas menengah menjadi full service. Konsekuensinya nanti akan ditemui kelas bisnis di Sriwijaya Air,” katanya.
Sriwijaya Air yang mengklaim dirinya sebagai maskapai dengan layanan di jalur menengah (medium) hingga saat ini mengoperasikan 27 pesawat Boeng series yakni B737-300 delapan unit, B737-200 10 unit dan sisanya B737-400 dan melayani 35 kota tujuan di Indonesia.
Setiap hari frekuensi penerbangan maskapai ini mencapai 171 kali di seluruh Indonesia.
Written by Redaksi on 27 April 2010
Keberadaan nama Julia Perez alias Jupe masuk dalam bursa calon Bupati dan Wakil Bupati Pacitan dalam Pilkada yang akan dilaksanakan pada bulan Desember mendatang, diakui atau tidak telah membuat nama Pacitan lebih dikenal dari sebelumnya.
Hal ini diungkapkan oleh Sutikno, Ketua DPC Hanura Kabupaten Pacitan. “Pacitan jadi terkenal sampai Australia dan Amerika, karena saya sudah diwawancari wartawan dari sana, gara-gara Jupe masuk bursa,” ujarnya.
Hanura sendiri merupakan salah satu dari 10 partai yang tergabung dalam koalisi Ampera untuk mengusung nama Julia Perez sebagai kandidat Bupati atau Wakil Bupati. Pun begitu, Sutikno juga tidak menepis adanya penolakan Jupe di Pacitan. “Tapi itu hanya segelintir saja,” jelasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Rani (25), warga Pacitan yang mengaku senang-senang saja Jupe bisa dicalonkan di Pacitan.
“Adanya Jupe, Pacitan makin dikenal, paling tidak dengan Jupe ada di sini, pariwisata Pacitan bisa makin maju,” katanya. “Siapa saja berhak mencalonkan yang terpenting punya itikad memajukan kabupaten Pacitan.”
Lain Rani, lain pula Wijianto, sopir angkot di Pacitan, bahwa siapa pun Bupatinya, tetap saja dia seorang driver.
“Jadi terserah siapa yang mau jadi Bupati, asal bisa buat Pacitan lebih maju,” kata Wijianto yang mengaku akan pilih Jupe, karena belum pencalonan saja sudah buat Pacitan ramai.
“Aku juga seneng kalau bisa masuk TV,” selorohnya. (kpl/wwn/bun)
Written by Redaksi on 27 April 2010
Bandung (ANTARA) – PTKA Indonesia mulai hari Selasa resmi mengoperasikan KA Argo Parahyangan Bandung – Jakarta PP sekaligus menggantikan peran KA Parahyangan dan KA Argo Gede.
Perjalanan pertama KA Argo Parahyangan diberangkatkan dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Gambir Jakarta pukul 05.30 WIB.
“Perjalanan pertama KA Argo Parahyangan pukul 05.30 WIB, terdiri dari empat kereta eksekutif, dua bisnis dan satu kereta makan,” kata Kapala Humas Daop II Bandung, Bambang Setya Prayitno.
Menurut Bambang, PTKA Daop II Bandung telah menyusun skedul perjalanan KA Argo Parahyangan yang melayani tujuh jadwal perjalanan reguler.
Selain itu, PTKA Daop II Bandung juga memberlakukan dua jadwal perjalanan fakultatif pada setiap hari Senin setiap pukul 04.00 WIB dan pukul 08.45. WIB. KA itu dioperasikan untuk mengangkut membludakan penumpang yang biasa terjadi di hari Senin.
“Pelanggan KA Parahyangan yang biasa berangkat dengan jadwal fakultatif pukul 04.00 WIB setiap hari Senin tetap mendapatkan pelayanan perjalanan jam itu, Argo Parahyangan menempatkan jadwal fakultatif setiap hari senin,” kata Bambang Setya Prayitno.
Tarif KA Argo Parahyangan antara lain kelas eksekutif untuk hari Selasa hingga Kamis senilai Rp50 ribu, sedangkan untuk kelas eksekutif Jumat, Sabtu, Minggu dan hari libur Rp65.000.
Sementara itu tarif kelas bisnis tidak berubah sama seperti kelas bisnis KA Parahyangan yakni Rp30 ribu.
“Tarif Parahyangan ada, juga tarif Argo Gede masih bisa dinikmati. Jadwal perjalanan disesuaikan dengan kebutuhan penumpang KA Parahyangan dan Argo Gede,” kata Bambang.
Sementara itu KA Parahyangan dan KA Argo Gede berakhir sudah pengabdian kedua kereta itu di jalur Bandung – Jakarta.
PTKA terpaksa melikuidasi KA Parahyangan karena selalu merugi rata-rata Rp32 miliar setiap tahunnya. PTKA sendiri awalnya hanya akan mengoperasikan KA Argo Gede, namun karena aspirasi masyarakat yang ingin mempertahankan nama KA Parahyangan yang legendaris, maka PTKA mengganti nama KA itu dengan KA Argo Parahyangan.
KA Parahyangan sendiri dioperasikan sejak 31 Juli 1971, dan merupakan salah satu KA legendaris. KA Parahyangan mencapai masa kejayaanya hingga awal 1990-an, namun okupansinya merosot drastis pasca dibukanya Tol Cipularang.
Written by Redaksi on 27 April 2010
Jakarta (ANTARA) – Pemerintah akan menganalisis sejumlah sekolah yang tingkat kegagalan siswanya dalam Ujian Nasional 2010 mencapai 100 persen.
Menteri Pendidikan Nasional M Nuh di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, mengatakan, pemerintah akan menyiapkan sejumlah penguatan bagi sekolah-sekolah tersebut berdasarkan hasil analisis yang akan dilakukan.
“Perlu kita ketahui lebih rinci peta dari sekolah yang 100 persen tidak lulus itu. Kalau itu sudah ketahuan, baru kita tahu apa yang akan kita lakukan untuk intervensi penguatan ke depan,” tuturnya.
M Nuh mengatakan, pemerintah akan mengkaji kualitas guru maupun fasilitas dan infrastruktur yang tersedia di sekolah-sekolah yang tingkat kegagalan siswanya mencapai 100 persen dalam UN.
Apabila penyebab ketidaklulusan akibat kualitas guru, katanya, maka pemerintah akan mengintervensi dengan cara memperbaiki kualitas guru.
Namun apabila kegagalan disebabkan oleh kekurangan infrastruktur dan fasilitas, pemerintah akan memberikan bantuan dalam bentuk buku dan pembangunan.
Jika kegagalan disebabkan oleh faktor ekonomi karena banyak siswa tidak mampu dalam sekolah tersebut, M Nuh mengatakan, pemerintah akan menyediakan banyak beasiswa di sekolah tersebut.
“Akan kita analisis dan intervensi kebijakan itu,” ujarnya.
Mengenai tingkat kelulusan yang menurun pada 2010, Mendiknas mengatakan, memang tidak mungkin tingkat kelulusan UN mencapai 100 persen.
Justru, lanjut dia, tingkat kelulusan UN diperlukan pemerintah sebagai peta untuk mengetahui daerah mana yang memerlukan penguatan dalam bidang pendidikan melalui ujian berstandar sama di seluruh daerah Indonesia.
M Nuh mengatakan, bisa saja seorang siswa lulus ujian Perguruan Tinggi Negeri namun tidak lulus UN karena mata pelajaran yang diajukan bisa jadi berbeda.
“Harus dicek dulu prosedur atau teknis yang dipakai PTN itu, apakah berbeda atau sama dengan UN,” katanya.
Untuk siswa yang tidak lulus UN, Mendiknas mengingatkan masih ada kesempatan mengikuti ujian ulangan pada 10-14 Mei 2010.
Ujian ulangan itu, menurut M Nuh, tetap menggunakan standar yang sama dengan UN sebelumnya.
Untuk mengatasi siswa “stress” akibat UN, Mendiknas mengimbau pihak sekolah agar mengaktifkan Bimbingan Penyuluhan serta bekerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki jurusan psikologi guna memberikan konseling kepada para siswa.
Written by Redaksi on 27 April 2010
Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono membuka saluran untuk pengaduan kecurangan Ujian Nasional (UN) melalui layanan pesan singkat atau SMS center di nomor 085880001949.
“Sejauh ini belum ada permasalahan serius yang harus ditindaklanjuti terkait penyimpangan UN namun SMS center Menkokesra tetap dibuka untuk nantinya diteruskan ke Kementerian Pendidikan Nasional,” kata Menkokesra Agung Laksono di Jakarta, Selasa.
Selain SMS Center Menkokesra, maka Kementerian Pendidikan Nasional sendiri juga tetap membuka pos pengaduan melalui saluran telepon langsung di nomor 021 5703303 atau pesan singkat di nomor 0811976929.
“Kami mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika ada hal-hal yang dianggap curang atau menyimpang agar nantinya bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.
Agung Laksono juga menambahkan, pihaknya telah mendapatkan laporan mengenai hasil UN yang pada Senin telah diumumkan secara serentak.
Hasil UN mencatat ada sebanyak 154.079 siswa tidak lulus.
Jumlah ini sekitar 10 persen dari seluruh peserta ujian sebanyak 1.522.162 siswa.
Written by Redaksi on 27 April 2010
Komisi VII DPR belum memberi persetujuan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar rata-rata 15 persen per Juli 2010 yang diajukan pemerintah.
Dalam rapat kerja membahas asumsi RAPBN Perubahan 2010 dengan Menteri ESDM Darwin Saleh yang berlangsung selama 13 jam sejak Senin (26/4) pukul 14.30 WIB hingga berakhir Selasa pukul 03.30 WIB (dini hari), Komisi VII DPR belum menyetujui kenaikan TDL.
Sesuai UU No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, tarif listrik ditetapkan pemerintah setelah mendapat persetujuan DPR.
Rapat kerja yang juga dihadiri Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Anggito Abimanyu itu hanya menyepakati kenaikan besaran subsidi pada RAPBN Perubahan 2010 menjadi Rp56,15 triliun.
Angka subsidi itu lebih besar dari usulan RAPBN Perubahan 2010 yang diajukan pemerintah sebelumnya pada Rp53,71 triliun dengan skenario kenaikan TDL rata-rata 15 persen.
Besaran subsidi tersebut juga lebih tinggi dibanding asumsi APBN 2010 sebesar Rp37,8 triliun.
Anggota Komisi VII DPR Satya W Yudha mengatakan, kenaikan TDL akan dibahas pada rapat kerja dengan Menteri ESDM selanjutnya.
“Bisa jadi dalam masa persidangan DPR depan. Toh, direncanakan diberlakukan bulan Juli mendatang. Jadi, masih ada waktu,” katanya.
Sebelumnya, Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM J Purwono memaparkan skenario kenaikan TDL dengan besaran 15 persen, 12,5 persen, dan 10 persen.
Sesuai skenario kenaikan, seluruh golongan pelanggan yakni rumah tangga, industri, bisnis, pemerintah, dan sosial dengan daya 450 VA dan 900 VA tidak mengalami kenaikan TDL.
Sedangkan pelanggan lainnya mengalami kenaikan bervariasi dari 10 hingga 27 persen sesuai besaran kenaikan dan golongannya. Sebelum besaran subsidi, rapat menyepakati sejumlah asumsi RAPBN 2010 yakni harga minyak Indonesia (Indonesia crude price/ICP) sebesar 80 dolar AS per barel dan produksi minyak mentah dan kondensat 965.000 barel per hari.
Selanjutnya, disepakati pula kuota BBM bersubsidi sebesar 36,5 juta kiloliter dengan rincian premium 21,45 juta kiloliter, minyak tanah 3,8 juta kiloliter, dan solar 11,25 juta kiloliter, subsidi bahan bakar nabati (BBN) Rp2.000 per liter dengan volume 777.075 kiloliter, penerimaan migas Rp214,22 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pertambangan umum Rp15,2 triliun, dan PNBP panas bumi Rp0,24 triliun.
Namun, rapat juga belum menyepakati besaran biaya distribusi dan marjin (alpha) BBM bersubsidi. PT Pertamina (Persero) mengusulkan alpha Rp662 per liter termasuk marjin Rp100 per liter.
Hadir pula dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi VII Teuku Riefky Harsya dan Wakil Ketua Komisi VII Effendy Simbolon secara bergantian antara lain Wakil Kepala BP Migas Hardiono, Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo, Dirjen Minerbapabum Kementerian ESDM Bambang Setiawan, Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karno, Dirut Pertamina Karen Agustiawan, dan Dirut PT PLN Dahlan Iskan.
Written by Redaksi on 27 April 2010
Pertumbuhan pesat perpustakaan, taman bacaan, rumah pintar, serta mobil pintar, yang kesemuanya bermuara pada pengembangan sarana membaca dan belajar, mengundang pertanyaan lanjutan.
Mampukah pertumbuhan tersebut menjalin sinergi untuk mewujudkan masyarakat yang melek informasi?
Masyarakat melek informasi adalah masyarakat pembelajar sepanjang masa; bukan insan yang hanya bisa membaca, menulis, dan berhitung namun bagaimana manusia itu bisa bertahan hidup karena mempunyai seperangkat keterampilan pemecah masalah dengan menggunakan sumber informasi yang ada.
Hanna Latuputty, pembicara dalam simposium bertema “Pentingnya Literasi Informasi bagi Masyarakat Perpustakaan” dalam rangkaain peringatan HUT ke-28 Klub Perpustakaan Indonesia (KPI), menyebutkan, ada beberapa pemahaman yang terkandung dalam makna melek informasi.
Menurut pustawan senior itu, melek informasi merupakan proses belajar bagaimana caranya belajar, ketrampilan itu mencakup pemahaman dan kemampuan seseorang untuk menyadari saatnya informasi diperlukan.
Juga bagaimana menemukan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif serta mengkomunikasikannya dengan etis.
“Ketrampilan literasi informasi merupakan persyaratan untuk berpartisipasi dalam masyarakat berinformasi, selain itu juga merupakan hak asasi manusia untuk belajar sepanjang hayat.” ujar Hanna, pustawan senior di British International School.
Hanna juga mengutip makalah UNESCO yang berjudul “Understanding Information Literacy: a primer,” tahun 2007 yang menyebutkan bahwa ketrampilan melek informasi adalah satu dari enam kategori “survival literacies” di abad 21.
“Literasi informasi melengkapi literasi dasar (baca tulis hitung), melengkapi literasi komputer, literasi media, literasi pendidikan jarak jauh yang memanfaatkan teknologi serta literasi budaya. Dengan demikian literasi informasi tidak dapat diimplementasikan tanpa keterlibatan bentuk literasi lainnya,” kata Hanna.
Sementara itu bila melihat kondisi Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 telah ada arahan yang jelas menuju kunci peningkatan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia.
Dalam buku II dari RJPMN itu disebutkan uraian sebagai berikut “Ditetapkannya Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan menunjukkan semakin pentingnya peran perpustakaan dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan secara demokratis menuju masyarakat yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional disamping sebagai pelestari nilai budaya di masyarakat (II.2-8)”.
Pada bagian selanjutnya dari RJPMN 2010-2014 itu disebutkan juga bahwa terjadi peningkatan yang ditandai dengan antara lain meningkatnya sarana dan prasarana layanan perpustakaan; tersedianya 321 unit perpustakaan keliling di perpustakaan provinsi dan perpustakaan kabupaten/kota; promosi budaya baca melalui media cetak dan elektronik; berkembangnya 5.187 unit perpustakaan desa di 30 provinsi; dan seterusnya.
Pertanyaan lanjutan adalah apakah angka-angka itu efektif untuk mendongrak tumbuhnya masyarakat melek informasi, masyarakat yang bisa menjawab tantangan jaman dengan mengerahkan segenap ketrampilan yang dimilikinya?
Jambore pengetahuan
Boleh jadi, Jambore ke-2 Masyarakat Perpustakaan Indonesia pada awal Oktober 2010 merupakan jawaban untuk pertanyaan tersebut.
Jambore MPI ke-2 ini adalah kelanjutan Jambore tahun 2007 yang waktu itu dinilai berhasil karena mengumpulkan peserta 350 orang plus lima istri menteri dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (S-IKIB) dan mengikrarkan sebuah wadah kerjasama bernama Masyarakat Perpustakaan Indonesia.
Maka, Jambore ke-2 ini seolah mencoba merangkul seluruh elemen perpustakaan guna menjalin kekuatan yang dianggap efektif yang mampu memberi dampak luar biasa bagi kemajuan bangsa untuk bersama-sama mendorong terbentuknya bangsa pembelajar.
Ketua Klub Perpustakaan Indonesia Adwityani S Soebagyo selaku penanggungjawab kegiatan ini mengharapkan agar Jambore MPI ke-2 ini bisa menjadi ajang pertemuan dan komunikasi efektif antar masyarakat perpustakaan.
“Jambore ini kita jadikan ajang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman maupun rencana ke depan untuk membudayakan perpustakaan dalam hidup keseharian masyarakat Indonesia,” kata Adwityani.
Dia yang di masa mudanya pernah menjabat salah satu direktur di Balai Pustaka ini mengharapkan siapa saja yang terkait dan peduli terhadap perpustakaan untuk ikut hadir.
“Jambore ini terbuka bagi siapa saja yang terkait dan peduli dengan perpustakaan, sumber informasi, dokumentasi dan literasi, maka kami mempersilakan sumberdaya perpustakaan dan pemustaka/pengguna untuk hadir,” kata dia.
Ketua Jambore MPI ke-2 Dwi Suharyati menegaskan maksud diadakannya kegiatan tiga tahunan ini adalah untuk menggalang semua potensi dari MPI agar bisa menjadi motor penggerak dalam membudayakan cinta buku, gemer baca-tulis dan sadar perpustakaan.
Menurutnya tema utama yang akan diangkat adalah Masyarakat Perpustakaan Indonesia (MPI) cinta buku, gemar baca-tulis, sadar perpustakaan, sehat jasmani dan rohani.
Kegiatan yang dirancang pun komprehensif meliputi seminar, workshop, kampanye membaca dan perpustakaan, diskusi panel dilanjutkan dengan wisata dan cipta budaya pustaka serta yang tak kalah penting adalah olahraga dan wisata budaya.
Tambahan kegiatan berupa olahraga dan wisata budaya mengandung maksud ingin memantapkan citra bahwa orang-orang yang berkecimpung di dunia perbukuan adalah pribadi yang mumpuni, sehat, energik, lincah dan gesit.
Blasius Sudarsono, pustawan senior dari Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PDII LIPI) menyatakan menyambut baik kegiatan itu.
Secara lebih spesifik dia menyoroti tentang hasil yang seharusnya didapat saat kegiatan kampanye membaca dan perpusatakaan adalah tercipta segala bentuk kreatifitas menulis.
“Kegiatan kampanye ini adalah sebuah proses untuk berfikir, membaca dan menulis, maka hasil yang diharapkan adalah kretifitas dalam berbagai bentuk, nah salah satunya adalah menulis,” kata Blasius yang aktif menulis berbagai buku tentang perpustakaan itu.
Dia mengatakan, hendaknya hasil dari kampanye itu adalah kreatifitas dalam berbagai bentuknya.
“Bagi yang suka puisi ya buat puisi, yang suka menggambar sketsa ya silakan dan menulis adalah gerbang utamanya,” ungkapnya.
Untuk itu, dia mengajak untuk mencoba menciptakan paradigma bahwa menulis itu bukan dijadikan sebagai beban tetapi menulis adalah kegiatan rekreatif yang menghasilkan dan secara ekonomis produktif, seperti tulisan-tulisan yang dimuat di situs-situs jurnalisme sipil.
“Hasil yang dicapai hendaknya mengikuti tahapan proses berfikir, membaca dan menulis dan jangan lupa bahwa menulis adalah ekspresi yang mengasilkan,” katanya.
Written by Redaksi on 26 April 2010
Anda mungkin pernah mengalami kebingungan memilih antara sahabat atau pacar. Bingung, sebuah kata yang tepat untuk melukiskan kondisi anda. Di satu sisi seorang sahabat yang sudah sangat lama berteman dan sangat dekat dengan anda, mengajak anda hang out bareng.
Namun di sisi yang lain di saat yang sama, sang kekasih hati, orang yang anda cintai juga meminta waktu anda untuk bersama dengannya. Bila kepentingan sahabat dan kekasih saling berbenturan seperti ini, kira-kira mana yang akan anda pilih?
Alih-alih membahagiakan semua pihak, keputusan anda mungkin malah akan mengecewakan mereka semua.
Hal terbaik yang bisa anda lakukan antara lain:
1. Bersikap adil.
Kekasih atau pun sahabat, pastinya memiliki kepentingan yang berbeda. Karena anda merupakan orang yang terdekat untuk kedua pihak tersebut, hal penting yang tidak boleh anda lupakan adalah bersikap adil. Jangan sampai ada di antara mereka yang merasa dinomorduakan.
Meskipun sudah memiliki kekasih, bukan berarti sahabat atau teman menjadi dilupakan. Begitu juga sebaliknya, meski anda dan mereka sudah sahabatan sejak lama, bukan berarti kepentingan sanga pacar dinomorduakan atau bahkan terlupakan.
Solusinya, bagi waktu anda sebaik mungkin. Usahakan agar urusan pacar dan sahabat tidak berat sebelah sehingga membuat mereka bete atau marah dengan anda. Siapa pun tidak mau dianggap sebagai orang nomer dua, anda juga kan.
2. Buat prioritas.
Satu-satunya cara mengatasi kebingungan yang tak jarang mampu membuat kepala anda menjadi pusing tujuh keliling ini adalah dengan menentukan prioritas. Jeli dalam menangkap, mana kepentingan yang lebih mendesak dan tidak bisa ditunda lagi.
Misalnya, bila sahabat meminta anda untuk bertemu karena sedang patah hati, sementara sang pacar ingin bertemu hanya sekdar jalan bareng, makan-makan, anda bisa memutuskan mana yang lebih diutamakan. Bilang pada kekasih anda, saat ini sahabat anda sedang membutuhkan kehadiran anda. Sebagai kekasih yang baik, dia pastinya akan mengerti.
Begitu juga sebaliknya, bila kekasih anda meminta anda untuk ada disampingnya karena hal-hal yang sangat mendesak, sementara sahabat anda meminta anda datang hanya sekedar untuk hang out bareng. Maka, anda harus mendahulukan orang yang anda cintai itu. Katakan pada sahabat anda, masih akan ada hari lain bagi anda dan sahabat untuk ber-hang out ria.
3.Be honest.
Semua hal di atas sama sekali tidak akan berhasil bila anda tidak berkata jujur dan berterus terang kepada semua pihak. Tak perlu banyak alasan atau cari-cari alasan apalagi menggunakan kata-kata mapuh seperti ” kan ngga enak sama..” semata hanya untuk menolak ajakan salah satu dari mereka.
Baik kekasih atau pun sahabat pastinya bisa menerima kondisi anda. So, lebih baik jujur dari pada anda bingung nantinya. Berikan pengertian juga ke mereka bahwa anda bukan tidak mau memenuhi ajakannya, tapi hanya menunda aja.
4. Kumpul bareng.
Biar anda tidak bingung mengatur waktu untuk jalan dengan sahabat dan pacar, sesekali ajaklah mereka kumpul bareng. Tidak ada salahnya saling mengenal satu sama lain. Seru juga kan. Anda bisa mengenalkan sahabat pada kekasih anda dan sebaliknya.
Selain itu, acara kumpul bareng seperti ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk memahami karakter masing-masing. Sehingga bila suatu hari nanti terjadi kebingungan memilih, alasan anda akan lebih masuk akal bagi mereka. Karena mereka juga mengenal siapa sahabat atau kekasih anda.
Written by Redaksi on 26 April 2010
Sekretaris panitia pusat Sail Banda, Aji Soelarso mengemukakan, kegiatan bahari bertaraf internasional yang penyelenggaraannya di Maluku pada 12 Juni – 17 Agustus 2010 bermanfaat langsung bagi masyarakat di daerah itu.
“Lokasinya di Kota Ambon, Banda, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Wonreli Kisar, Maluku Barat Daya (MBD), tapi dampaknya secara umum bagi Maluku karena direalisasikan berbagai program strategis di sembilan kabupaten dan dua kota,” katanya, di Ambon, Sabtu.
Aji Sularso yang berada di Ambon dalam rangka menghadiri peluncuran Sail Banda oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad pada Jumat malam (16/4) itu menegaskan, kegiatan bahari bertaraf internasional itu bermanfaat bagi masyarakat, baik jangka pendek maupun panjang karena ada sentuhan bhakti yang bernilai kemanusiaan tinggi.
“Sail Banda ini dilaksanakan atas keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan tujuan mempercepat pembangunan di Maluku dengan ikonnya memanfaatkan potensi sumberdaya hayati laut,” tegasnya.
Tidak kalah strategisnya adalah kegiatan yang diawali pelepasan perahu layar dari Darwin, Northern Territory ( Australia Utara) itu dijadwalkan pada 24 Juli 2010 guna membuktikan kepada dunia internasional bahwa daerah ini benar – benar telah aman.
“Jadi silahkan berkunjung ke Maluku, baik sebagai turis, investor dan lainnya untuk menjalin transaksi saling menguntungkan karena pemerintah siap memfasilitasi,” ujar Soelarso. Dia optimistis paska Sail Banda pertumbuhan investasi dan pariwisata berkembang pesat guna mendorong sektor-sektor lainnya.
“Dulu sangat banyak turis asing yang berkunjung ke Maluku, tapi cenderung berkurang karena dampak konflik sosial pada 1999 dan kini kembali menggeliat karena stabilitas keamanan semakin kondusif,” kata Soelarso. Maluku, kata dia, diprogramkan menjadi salah satu destinasi wisata dunia karena dari segi potensi alam keindahan sangat mempesona sehingga memenuhi syarat kelas dunia.
“Kegiatan inilah (Sail Banda) yang dijadikan satu titik loncat akselerasi agar Maluku menjadi salah satu pintu pariwisata dunia di kawasan timur Indonesia,” ujar Soelarso. Sail Banda merupakan suatu konsep kolaborasi 16 kementerian di negara ini. Kegiatan tersebut mempercepat komitmen kementerian-kementerian itu untuk membangun infrastruktur di Maluku. “Kementerian Pekerjaan Umum (PU) misalnya dalam perencanaan untuk kebutuhan Sail Banda dialokasikan anggaran pelebaran jalan berkisar Rp60 – Rp70 miliar,” katanya.