Written by Redaksi on 26 April 2010
Indonesia resmi membuka kantor Konsulat Kehormatan di Trieste untuk memantapkan kerjasama dengan Italia bagian utara. Sebelumnya Konsul Kehormatan (Konhor) Vincenzo Sandalj telah lebih dulu dilantik.
“Keberadaan Indonesia di Trieste akan semakin mantap dengan pembukaan kantor Konsulat Kehormatan RI ini,” ujar Dubes RI untuk Italia Mohamad Oemar di depan wartawan cetak dan elektronik setempat saat peresmian (23/4/2010).
Pembukaan Konsulat Kehormatan RI di Trieste itu juga diarahkan untuk membuka peluang kerjasama lebih luas dan mendekatkan jangkauan bantuan dan perlindungan bagi warga negara Indonesia dan badan hukum Indonesia di wilayah tersebut.
Keberadaan Konhor RI di Trieste dirasakan sangat penting, mengingat nilai strategis Trieste yang berada pada persimpangan antara kawasan Eropa Barat dan wilayah Balkan, juga merupakan satu-satunya kota yang memiliki pelabuhan bebas di Italia.
Oemar menggarisbawahi bahwa perkembangan demokrasi di Indonesia yang semakin dewasa dan pertumbuhan ekonomi 4.5% (2009) ketika negara-negara lain justru terkena dampak krisis, membuat peran Indonesia di dunia internasional semakin meningkat.
Sementara itu Konhor RI Vincenzo Sandalj mengatakan bahwa kantor Konsulat Kehormatan RI ini akan menjadi pusat informasi tentang Indonesia di Trieste, kawasan Friuli Venezia Giulia dan kawasan Veneto serta sebagai penghubung antara pemerintah Indonesia dengan otoritas setempat.
“Dalam waktu dekat kantor Konsulat Kehormatan RI ini juga akan membuka perpustakaan mengenai Indonesia untuk lebih mengenalkan Indonesia kepada publik Trieste,” jelas Sandalj.
Konhor RI Vincenzo Sandalj diangkat dan dilantik pada 7/4/2010 lalu. Sebelumnya posisi Konhor RI di Trieste ini cukup lama kosong setelah Konhor yang lama, Mastrovalerio, meninggal dunia (2000).
Sebelum diangkat sebagai Konhor RI di Trieste, Vincenzo Sandalj adalah Ketua Asosiasi Pengusaha Kopi Trieste. Ia juga CEO pada Sandalj Trading Company, sebuah perusahaan besar ekspor impor kopi, yang pangsa pasarnya mencakup negara-negara Eropa dan Asia Timur.
Written by Redaksi on 26 April 2010
Satu lagi anak bangsa meraih penghargaan membanggakan di luar negeri. Anak Agung Julius, asisten profesor bidang elektro, komputer dan sistem rancang bangun di Rensselaer Polytechnic Institute, AS, memenangi Faculty Early Career Development Award (CAREER) dari National Science Foundation (NSF).
Julius bakal menggunakan waktu lima tahun dan memanfaatkan hadiah senilai US $536,785 untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang analisis komputasi sistem hibrida.
“Dr Julius adalah seorang peneliti muda berbakat, dan kami mengucapkan selamat kepadanya atas kehormataan yang memang layak ini,” kata Dekan Rensselaer School of Engineering, David Rosowsky, seperti dikutip dari situs resmi Rensselaer, Minggu (25/4/2010).
“Penelitian teoritis Dr Julius yang menghubungkan antara sistem teori, ilmu komputer dan sistem biologi ini memiliki nilai penting dan keluasan aplikasi untuk model matematika dan analisis sistem rancang bangun. Kami antusias dan bangga atas prestasinya. Kami berharap dapat menyaksikan penelitiannya berkembang di kawasan yang penting, dan sukses terus di tahun-tahun mendatang,” tambah sang dekan.
CAREER Award diberikan kepada staf pengajar pada awal karir akademik mereka dan merupakan salah satu penghargaan paling kompetitif NSF. Penghargaan ini menekankan pada penelitian berkualitas tinggi.
Julius bergabung dengan fakultas Rensselaer tahun 2008, lewat sebuah beasiswa persahabatan pascadoktoral di University of Pennsylvania. Ia menerima gelar sarjana dari teknik elektro Institut Teknologi Bandung, dan mendapatkan gelar master dan doktor di bidang matematika terapan dari University of Twente di Netherlands.
Written by Redaksi on 26 April 2010
Musyawarah Nasional Khusus Kamar Dagang dan Industri Indonesia akhirnya mencapai kesepakatan untuk memilih ketua umum baru dalam waktu empat bulan untuk menggantikan MS Hidayat yang kini menjadi menteri perindustrian.
Pesan singkat dari Humas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di Jakarta, Minggu, menyebutkan Musyawarah Nasional Khusus (Munasus) yang berlangsung sejak 23-24 April dan kemudian diperpanjang sampai 25 April menyepakati perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi itu.
“AD/ART itu mengatur pula proses pergantian ketua umum melalui musyawarah nasional yang diselenggarakan selambat-lambatnya empat bulan,” katanya.
Wakil Ketua Dewan Penasehat Kadin Indonesia, Soy M Pardede, yang juga anggota tim perumus mengakui kesepakatan tersebut berjalan sangat alot karena ada dua kubu yang berbeda pendapat terkait mekanisme penggantian ketua umum setelah MS Hidayat menjadi pejabat publik.
Kesepakatan yang dicapai, kata dia, meliputi dua hal yaitu menunjuk ketua umum pergantian antar waktu (PAW) dalam satu bulan ini. Ke dua, ketua umum PAW menyiapkan munas yang dipercepat untuk memilih ketua umum baru dalam tiga bulan.
“Makin cepat makin baik (pemilihan ketua umum baru),” ujar Soy yang juga mengakui ada keinginan kuat dari calon ketua umum untuk mempercepat pemilihan tersebut.
Namun, ia mengingatkan agar kemitraan yang baik dengan pemerintah –yang selama ini dirintis MS Hidayat– tetap dipertahankan.
“MS Hidayat sendiri sudah bersedia mundur, cuma mekanismenya yang tadinya belum disepakati,” ujar Soy. Masalah mekanisme itulah yang membuat ketegangan pada rapat tim perumus kemarin malam (24/4).
Ia mengakui bahwa selayaknya pejabat publik sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku tidak merangkap sebagai direksi dan komisaris BUMN/swasta jabatan.
Padahal ketentuan AD/ART Kadin kalau bukan pengusaha lagi tidak boleh jadi pengurus kadin. “Bila rangkap jabatan (pejabat publik dan Kadin) akan ada konflik kepentingan,” katanya.
Perdebatan tentang boleh atau tidaknya ketua umum Kadin Indonesia merangkap jabatan bermuara pada Pasal 36 Anggaran Dasar (AD) Kadin yang telah direvisi dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia pada Desember tahun lalu. Pasal 36 hasil revisi menyebutkan, jika ketua umum berhalangan tetap dan sisa masa jabatannya lebih dari separuh, Kadin Indonesia wajib menggelar munas yang dipercepat untuk memilih ketua umum baru.
Calon ketua umum terkuat saat ini adalah Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto dan Wakil Ketua Umum Bidang Usaha Kecil dan Menengah Sandiaga Uno.
Perumusan hasil munasus sempat “deadlock” karena ada kubu yang menginginkan pemilihan ketua umum baru diawali dengan pembentukan pengurus antar waktu selama setahun, dan kubu lain menginginkan lebih cepat yaitu dua bulan.
Kubu yang menginginkan pergantian ketua umum secara cepat dimotori oleh Kadinda Sulawesi Selatan, Kadinda lain di Indonesia bagian Timur, seperti Kadinda se-Kalimantan, NTB, NTT, Maluku dan Papua serta Bali.
“Kadinda di Jawa cenderung terpecah. Kadin DKI Jakarta, misalnya ikut Indonesia Timur,” kata sumber tersebut.
Written by Redaksi on 26 April 2010
Tarian Poco Poco menghangatkan kota Trieste, Italia yang dingin saat Dubes Mohamad Oemar meresmikan kantor Konsulat Kehormatan RI di Trieste dalam acara resepsi makan malam di Savoia Excelsior Palace Hotel, Trieste, Italia.
Selain tarian Poco Poco yang gerakannya dengan mudah diikuti penonton juga menikmati tarian Tari Gatotkaca, gemulai Yapong dan beragam makanan Indonesia menghangatkan malam yang dingin di Trieste, ujar Sekretaris Ketiga Politik KBRI Roma, Danny Rahdiansyah, kepada koresponden Antara London, Sabtu.
Dalam acara ini dihadiri sekitar 150 undangan termasuk para petinggi otoritas Trieste, kalangan bisnis, komunitas konsuler serta kalangan media massa, Dubes Mohamad Oemar mengatakan masyarakat Indonesia dan Trieste akan semakin dekat dengan dibukanya Konsulat Kehormatan RI di Trieste.
“Malam ini merupakan malam bersejarah bagi Trieste karena hubungan persahabatan dengan negara terbesar di Asia Tenggara semakin erat,” ujar Vincenzo Sandalj, Konsul Kehormatan RI di Trieste yang dilantik baru baru ini.
Sepanjang resepsi berlangsung, para tamu disuguhi pemutaran film mengenai pariwisata Indonesia yang sudah disulihsuara ke dalam bahasa Italia.
Mereka berdecak kagum akan keindahan alam Indonesia, dan tidak sedikit diantara mereka yang menyatakan keinginannya mengunjungi Indonesia untuk berlibur maupun menjajaki peluang usaha di waktu mendatang.
Trieste merupakan salah satu kota industri termaju sekaligus kota pelabuhan terpenting di Italia, karena merupakan satu-satunya pelabuhan bebas di Italia dan letaknya yang strategis menghadap laut Adriatik yang menghubungkan Eropa dan kawasan Balkan serta Asia.
Ketika tarian Poco-poco dilangsungkan, sejumlah tamu pun secara spontan ikut bergoyang mengikuti irama, demikian Danny Rahdiansyah
Written by Redaksi on 23 April 2010
Batam (ANTARA) – Tokoh India di Kota Batam Devarajan Prakash menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas ucapan penghinaan yang dilontarkan seorang pekerja PT Drydocks World Graha berinisial G.
“Saya, mewakili orang India, meminta maaf kepada seluruh warga Indonesia,” kata Denis sambil menitikan air mata usai menghadiri pertemuan Muspida yang membahas masalah Drydocs di Batam, Jumat.
Ia mengatakan permintaan maaf disampaikan melalui surat kepada wali kota.
Permintaan maaf juga akan disampaikan melalui iklan di beberapa media massa, kata dia.
Menurut dia, sejak dulu, banyak orang India tinggal di Indonesia ataupun kota lain di seluruh dunia, namun, tidak pernah ada masalah.
“Ini adalah yang pertama kali,” kata dia.
Pria yang tinggal di Batam selama 18 tahun itu menyatakan sebagai pendatang, warga India harus introspeksi dan banyak melakukan sosialisasi dengan bangsa Indonesia, agar insiden serupa tidak berulang.
Ia akan mengumpulkan orang India yang tinggal di Batam untuk membicarakan masalah ini, guna mencegah masalah bertambah luas.
Di tempat yang sama, Chief Executive Officer PT Drydocks World Denis Welch juga mengungkapkan permohonan maaf kepada seluruh warga Indonesia.
“Kami semua semua menyeselai kejadian ini. Ini tidak baik untuk Batam,” kata dia.
Ia mengatakan Drydocks Worls berniat investasi jangka panjang di Batam, sehingga membutuhkan suasana yang kondusif,” kata dia.
Dipecat
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika mengatakan seorang warga India yang memicu pertikaian, G, dipecat dari PT Drydocks World Graha.
“Orang yang bertikai di dalam, seorang warga negara India, orang yang terkait diberhentikan,” kata Ria dalam jumpa pers dengan wartawan.
Selain G, beberapa pekerja yang dikhawatirkan dapat memicu suasana negatif juga diminta tidak masuk kerja. Namun, Ria tidak menyebut jumlah dan warga negara pekerja.
Ia mengatakan kerusuhan Drydocks menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Batam, pihak keamanan dan Badan Pengusahaan Kawasan.
Written by Redaksi on 23 April 2010
Rancangan SBY Dalam Pembangunan Indonesia Lima Tahun ke Depan; Rapat Menteri dan seluruh Gubernur yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) difokuskan pada sepuluh program utama pembangunan ekonomi yang bertumpu pada stabilitas politik, jaminan keamanan, dan kepastian hukum.
Saat memberikan 10 direktif atau arahan pembangunan Indonesia pada lima tahun ke depan, SBY menekankan pula pancapaian target angka pada lima hal, yakni pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, pengurangan pengangguran, peningkatan pendapatan perkapita, dan penurunan inflasi.
“Kita optimistis mencapai peningkatan ekonomi sebesar tujuh persen, hingga 2014 dengan asumsi apabila tidak terjadi krisis ekonomi global, dan peningkatan ini harus merata di hampir semua provinsi. Ini harus diupayakan pemerintah setempat,” kata SBY, di Istana Kepresidenan Tampaksiring, Gianyar, Bali, Senin (19/4/2010).
Dikatakan dia, guna mencapai peningkatan ekonomi tersebut, pertama, harus dilakukan divestasi atau pencarian negara tujuan ekspor baru, guna menunjang peningkatan nilai ekpsor. Peningkatan perekonomian, juga harus ditunjang dengan sumber daya manusia dan peningkatkan investasi teknologi.
Lebih lanjut, SBY memaparkan adanya upaya pengurangan angka penangguran lima hingga enam persen sampai pada 2014. “Angka pengurangan pengangguran ini bisa dilakukan dengan revitalisasi UKM dan mendorong masuknya investasi,” tambahnya.
Sementara untuk pengurangan angka kemiskinan, pihaknya menargetkan angka delapan sampai 10 persen hingga 2014. “Enam persen pengangguran ini tergolong rendah dibanding dengan negara Amerika dan Eropa ada yang mencapai 10 persen,” tambahnya.
Peningkatan pendapatan per kapita, dari USD4.500-USD5.000. Hal ini ditekankannya agar lebih fokus kepada peningkatan kehidupan nelayan, buruh kecil, dan daerah terisolir. “Jika hal ini tercapai, maka Indonesia menjadi salah satu negara baru yang memiliki pendapatan per kapitanya tinggi di Asia,” tandas SBY.
Menyangkut, stabilitas ekonomi, SBY melihat inflasi harus ditekan serendah mungkin dengan menjaga harga kebutuhan pokok agar tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat kecil. Diharapkan juga tidak terjadi capital flight atau pemindahan modal ke luar negeri. Kalau terjadi capital flight kondisi perekonomian menjadi tidak normal.
Menyangkut pembiayaan keuangan dalam negeri, yang harus ada keseimbangan antara rasio Gross Domestic dan meningkatkan peran perbankan.
Arahan kedelapan SBY, juga mengingatkan pentingnya ketahanan pangan dan air, yakni meningkatkan swasembada beras, karena komoditas pangan sangat strategis dan bisa menjaga stabilitas ekonomi.
Langkah kesembilan, perlunya peningkatan daya saing ekonomi, dengan merealisasikan di 2010 sebagai tahun infrastruktur seperti akses jalan dan pelabuhan guna mendorong pembangunan yang konektinitif atau ketersambungan yang disebut dengan (Fish ICT). Untuk itu harus ada inovasi teknologi besar besaran, untuk menunjang iklim invetasi guna mendorong produktivitas nasional.
SBY menekankan pentingnya keseimbangan antara permintaan (supply) dan penawaran (demand), harus terjaga dengan ketersediaan distribusi pasokan kebutuhan pokok dengan sistem logistik yang baik.
Arahan SBY lainnya tentang mengingatkan pentingnya ketahanan pangan dan air, yakni meningkatkan swasembada beras, karena komoditas pangan sangat setrategis dan bisa menjaga stabilitas ekonomi.
“Saya tidak mau mendengar lagi ke depan, adanya daerah-daerah yang rawan pangan karena ketiadaan distribusi air bersih atau air minum, daerah harus bisa mengatasi masalah ini,” ungkapnya.
Sementara langkah terakhir, perlunya peningkatan daya saing ekonomi, dengan merealisasikan tahaun 2010 sebagai tahun infrastruktur seperti akses jalan dan pelabuhan guna mendorong pembangunan yang konektinitif atau ketersambungan yang disebut dengan (Fish ICT).Oleh karena itu harus ada inovasi teknologi besar besaran, untuk menunjang iklim invetasi guna mendorong produktivitas nasional. Okezone.com
Written by Redaksi on 23 April 2010
Setujukah Anda Jika Mobil Impor Harus Berlabel Bahasa Indonesia ; Mulai Juli 2010, mobil yang diimpor secara utuh atau completely built up (CBU) wajib menggunakan label berbahasa Indonesia. Ini berlaku untuk buku panduan maupun keterangan dalam badan mobil. Ketentuan itu tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permandag) Nomor 62/M-DAG/PER/12/2009 tentang Kewajiban Pencantuman Label Pada Barang.
Mobil CBU adalah satu dari sektor otomotif yang wajib mengenakan label dalam Bahasa Indonesia. Selain otomotif, beleid itu mengatur tentang ketentuan label Bahasa Indonesia untuk produk nonpangan, yakni elektronik, komponen (spare parts), alat dan bahan bangunan, serta sejumlah produk lain.
“Prinsipnya, jika beredar di pasar dalam negeri, maka itu harus memberi informasi berbahasa Indonesia kepada konsumen,” kata Subagyo, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Senin (19/4).
Radu Malam Sembiring, Direktur Pelayanan Konsumen Kementerian Perdagangan, menambahkan, dalam buku panduan, mobil CBU impor harus menginformasikan detail produknya dengan Bahasa Indonesia. Misalnya, soal tata cara penggunaan, fungsi, nama importir, dan alamat importir. “Informasi standar ke konsumen seperti alamat importir dan cara penggunaanya itu harus ada,” katanya.
Pemberlakuan kebijakan itu mulai 1 Juli 2010 bagi mobil CBU yang belum beredar di pasar. Namun, bagi mobil CBU yang sudah beredar, aturan berlaku mulai 2011.
Aturan ini juga berlaku bagi kategori produk lain yang terkena aturan ini. “Bagi yang sudah beredar, ada waktu dua tahun untuk menggantinya terhitung keluarnya Permendag 62/2009,” kata Subagyo.
Ini artinya, pemerintah kembali memundurkan jadwal pemberlakuan label Bahasa Indonesia untuk produk yang sudah beredar di pasar. Sebelumnya pemerintah menyatakan, pemberlakuan label berbahasa Indonesia untuk produk yang sudah beredar di pasar dipercepat menjadi Desember 2010.
Importir keberatan
Importir mobil CBU mewah keberatan dengan aturan ini. Irmawan Poedjoadi, Presiden Direktur PT Citra Langgeng Otomotif (CLO), Agen Tunggal Pemegeng Merek (ATPM) Ferrari, Ducati, dan Masserati, di Indonesia, menyatakan, sangat sulit bagi ATPM memberlakukan wajib label Bahasa Indonesia. “Prinsipal di luar negeri keberatan memberlakukan kewajiban label bahasa Indonesia ini,” kata Irmawan.Sebab, pasarnya di Indonesia sangat terbatas.
Written by Redaksi on 23 April 2010
Virus Mematikan Lebih Ganas dari Flu Babi Akan Melanda Indonesia ; Menurut pakar ilmu kesehatan Kota Dumai, Riau, diyakini setalah virus flu babi yang sempat melanda Indonesia, akan ada virus mematikan lainnya yang muncul hasil bembiayakan genetika unsur yang sama. “Dilihat dari kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi ungas dan babi yang dengan begitu cepat beradaptasi, tidak menutup kemungkinan akan melahirkan virus baru dengan genetika yang mirip bahkan lebih ganas,” kata pakar kesehatan Firman SKM, di Dumai.
Seperti diketahui, virus mematikan sebelumnya (flu babi-flu burung-Red), merupakan virus yang dapat menular setelah bersentuhan langsung oleh unggas atau hewan yang terjangkit sebelumnya. Selain itu, dua virus ini juga dapat ditularkan dari manusia ke manusia dengan efek yang dapat menyebabkan kematian. “Hal demikian karena jenis virus tersebut dapat bertahan disuhu tubuh yang relatif buruk, baik di tubuh unggas, hewan mamalia, bahkan manusia yang dengan sangat cepatnya,” tuturnya
Ketika kedua virus tersebut beradaptasi diantara dua hewan yang berbeda, maka tidak menutup kemungkinan munculnya virus dengan genetika yang berbeda namun tidak jauh berbeda dengan virus sebelumnya.
Sebagai contoh, sebelum tahun 1998 di Amerika Serikat hanya virus dengan subtipe H1N1 yang lazim ditemukan pada populasi babi. Namun sejak akhir Agusuts 1998, subtipe H3N2 telah diisolasi juga dari babi hingga menyebabkan penderitanya, baik hewan ataupun manusia dapat seketika kehilangan daya tahan tubuh hingga menyebabkan kematian. “Dari sini dapat kita lihat, bahwa perkembangan atau perubahan genetika virus dapat saja terjadi dalam waktu yang relatif singkat, tergantung adaptasi dan ketahanan tubuh hewan atau manusia yang terjangkitnya,” ucapnya.
Written by Redaksi on 23 April 2010
Jika bumi Indonesia dapat berbicara bisa jadi kata yang terlontar,”Berhenti eksploitasi kami”.
Sejak berabad-abad silam alam Nusantara sudah dituntut bekerja keras menghasilkan berton-ton palawija, hasil hutan, hasil perkebunan, hasil laut, namun tidak dinikmati oleh bangsa sendiri.
Kondisi ini tetap berlangsung, bedanya jika berabad-abad silam sumberdaya alam (SDA) berpindah ke dataran Eropa karena desakan penjajah, namun kini lebih karena alasan peningkatan devisa negara.
Ekspor bahan mentah menjadi sorotan dan disayangkan berbagai pihak. Di saat anak negeri mulai bangkit dan memiliki kemampuan mengolah, dukungan bahan mentah tak tersedia.
Energi menjadi salah satu polemik yang muncul di negeri yang katanya ingin maju ini. Ketersediaan energi untuk peningkatan daya saing bangsa terkadang menjadi kelakar di warung-warung kopi negeri ini.
Dalam sebuah pertemuan media massa dengan pejabat dari Kementerian Energi Sumberdaya Mineral, Kementerian Kehutanan, dan asosiasi batubara di Jakarta, seorang wartawan asal Kalimantan Timur secara tajam menyoroti nasib daerahnya.
Tanah Kalimantan yang kaya oleh emas hitam tetapi tidak bisa benderang di malam hari. Batubara lebih banyak yang diekspor ketimbang untuk “menghidupi” sebuah pembangkit listrik.
Kini masyarakat Kalimantan Timur sibuk menghadapi banjir sebagai dampak dari eksploitasi hutan yang beralih menjadi tambang-tambang batubara legal maupun ilegal.
Masih terkait dengan energi. Baru-baru ini pertemuan beberapa asosiasi dan Dirut PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk bertemu dan bersepakat di Kementerian Perindustrian.
Pertemuan ini buntut dari keberatan industri terhadap rencana kenaikan harga gas mulai 1 April 2010, yang ternyata hanya untuk wilayah Jawa Barat.
Menurut penjelasan Direktur PT PGN Tbk, Hendri Prio Santoso menjelaskan bahwa pasokan gas perusahaannya terganggu. Di lain pihak harga pasokan gas dari Pertamina dan Medco mengalami kenaikan, alhasil harga jual gas ke industri ikut naik sebesar 15 persen.
Ekspansi maupun relokasi pabrik pun akan tertahan karena pasok gas sementara hanya diprioritaskan bagi pelanggan lama. Padahal pemerintah menargetkan peningkatan investasi 15 persen dibanding 2009 yang mencapai Rp135 triliun untuk membangun infrastruktur.
Dengan sedikit bernada kesal Menteri Perindustrian MS Hidayat menyesalkan kenaikan harga-harga energi di tanah air.
“Saya diminta Presiden untuk meningkatkan daya saing industri, tapi kalau kebijakan energinya seperti ini sudah juga membuat industri bisa menyumbang target pertumbuhan ekonomi 5,5 hingga enam persen,” ujarnya.
Pada kesempatan terpisah, ia berjanji memperjuangkan pasok energi yang stabil untuk industri dalam kebijakan energi jangka menengah dan panjang. Artinya, kebijakan mengekspor migas dan mineral secara besar-besaran akan juga dipertimbangkan lagi.
Di sektor perkebunan, ekspor besar-besaran minyak sawit mentah (CPO) atas permintaan energi ramah lingkungan di Eropa terus meningkat. Isu lingkungan yang sering menghantam bisnis ini tak membuat permintaan langsung berhenti.
Masalah yang akhirnya dihadapi di dalam negeri tidak lain mahalnya harga minyak goreng dan tidak berkembangnya energi alternatif.
Kebutuhan energi dunia terus meningkat, bukan saja Indonesia, China dan India pun terus giat menambah pasok listriknya guna memenuhi kebutuhan industri dan rumah tangga yang terus berkembang.
Hal serupa dilakukan Indonesia yang pada dasarnya sudah kekurangan listrik. Demi memberi pasokan listrik untuk rakyat pemerintah giat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) hingga 20.000 Mega Watt (MW), berbahan bakar batubara dan dikerjakan dalam dua tahap.
Ironisnya, seiring percepatan pembangunan pembangkit-pembangkit listrik berbahan baku batubara tersebut semakin cepat pula ekspor batubara dilakukan.
Entah ini terpikirkan atau tidak oleh pemerintah, namun baru-baru ini perusahaan mutinasional asal India, Grup Essar, membeli tambang batubara Aries di Kutai, Kalimantan Timur, dengan ketersediaan 100 juta ton dengan cadangan mencapai 64 juta ton.
Direktur Essar Group, Anshuman Ruia, dalam siaran persnya menyatakan mineral yang dihasilkan tersebut untuk memenuhi integritas antarperusahaan Essar dan mengamankan kebutuhan bahan baku operasi Essar Power.
Posisi tawar Indonesia
Apa yang akan terjadi jika semua ekspor SDA Indonesia dihentikan. Apakah Indonesia akan bangkrut karena tidak memiliki cukup devisa untuk membiayai APBN, atau sebaliknya devisa menjadi berlimpah dan rakyat sejahtera?
Sebut saja CPO, batubara, gas, rotan, kayu, ikan yang mewakili sedikit dari SDA yang selama ini di ekspor guna memenuhi kebutuhan berbagai negara di dunia.
Keberanian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan pernyataan terkait rencana penutupan ekspor rumput laut gelondongan di 2012 paling tidak perlu diapresiasi. Walau akhirnya yang menjadi tanda tanya mampukah Indonesia mengolah rumput laut sebesar satu juta ton di 2010 ini di saat jumlah industri pengolahannya hanya bekerja 60 persen saja.
Direktur Usaha dan Investasi Ditjen Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perikanan (P2HP) KKP, Victor Nikijuluw mengatakan pernyataan KKP tersebut telah menyita perhatian dunia.
Bagaimana tidak, jika ternyata 50 persen pasok rumput laut gelondongan dunia berasal dari Indonesia.
Pengusaha pengolahan rumput laut di Filipina pun yang memiliki tiga pabrik berkapasitas masing-masing mencapai 10.500 ton per bulan berpikir untuk merelokasi pabriknya ke Indonesia.
“Dapat dibayangkan kalau pabrik di Filipina ini tutup, ribuan tenaga kerja Indonesia menganggur karena mayoritas orang Indonesia. Dampak lain bintang-bintang Bollywood tidak lagi berwajah mulus karena bahan baku kosmetiknya sudah tidak diproduksi,” kata Victor.
Adalah Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Kasali yang bersuara lantang agar Indonesia tidak lagi mengandalkan SDA.
Bagaimana pun, ia mengatakan, SDA yang dimiliki Indonesia akan habis. Karena itu bukan lah keputusan yang bijaksana jika hingga saat ini SDA masih menjadi andalan untuk memperoleh devisa.
Terkait dengan berulang kali pasokan energi terganggu untuk industri maupun rumah tangga, Rhenald justru menanggapinya secara global. Bahwa sudah saatnya Indonesia serius beralih ke energi alternatif.
“Pemerintah hanya sibuk meramaikan penggunaan energi alternatif ketika harga minyak mentah dunia melambung tinggi. Seharusnya komitmen mengembangkan energi alternatif terus dipegang,” ujar dia.
Pemerintah, lanjutnya, harus serius membuat pemetaan kebutuhan energi. Silahkan jika sementara waktu industri dipasangkan dengan energi konvensional, namun untuk industri maupun usaha kecil solusi energi dapat dipecahkan dengan menciptakan sumber energi alternatif skala kecil.
Dalam sebuah klaster usaha kecil dan menengah tidak salah jika dikembangkan pula energi alternatif skala kecil yang mampu mencukupi kebutuhan listrik. Sementara di rumah-rumah penduduk pun harus mulai digalakkan penggunaan energi alternatif sederhana seperti biomas yang berasal dari kotoran hewan maupun sampah.
Rhenald memang tidak ingin terlalu meramaikan masalah kurangnya pasokan energi di industri. Ia lebih memilih memecahkan masalah energi tersebut dengan konsistensi pengembangan energi alternatif.
Namun, Rhenald jelas menolak jika SDA terus-menerus tereksploitasi. Ia lebih setuju jika manusia Indonesia dengan segala kreativitasnya menciptakan produk-produk bernilai tambah, maupun jasa yang mampu menyumbang devisa sekaligus mengentaskan kemiskinan dengan penambahan lapangan kerja.
Mengutip pernyataan Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral, Batubara dan Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Mangantar S Marpaung, dalam diskusi terkait Undang-undang baru Minerba dengan kalangan media massa di Jakarta, bahwa batubara tidak akan lari kemana-mana jika tidak dieksploitasi.
Artinya tidak pula ada kerugian jika SDA ini tetap berada di tempatnya, di bawah hutan lindung atau pun hutan konservasi sampai kapan pun juga. Sebagai gantinya, Rhenald Kasali mengajak agar manusia Indonesia menjadi lebih kreatif dengan menciptakan nilai tambah dan menjual jasa.
Written by Redaksi on 23 April 2010
Hari Kartini, yang selalu diperingati oleh segenap bangsa sebagai simbol kebangkitan perempuan di Tanah Air bisa dijadikan momentum bagi para srikandi Indonesia untuk berperang melawan HIV.
Pasalnya, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional menyatakan bahwa jumlah ibu rumah tangga yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Indonesia terus meningkat secara signifikan setiap tahunnya.
“Peningkatan infeksi baru HIV yang signifikan ada di kalangan ibu rumah tangga,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, Nafsiah Mboi.
Nafsiah menjelaskan, berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Nasional pada tahun 2002-2009, jumlah ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV terus meningkat.
“Jumlah pekerja seks komersial yang terinfeksi HIV terus menurun grafiknya, namun ibu rumah tangga malah terus meningkat,” katanya.
Hal tersebut disebabkan oleh penularan HIV dari suami atau pasangan intim yang memiliki perilaku berisiko.
“Yang mengkhawatirkan adalah peningkatan jumlah kasus penularan dari ibu ke anak,” katanya.
Karena itu, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional mengharap permasalahan HIV dapat segera ditangani dengan baik.
“Bila tidak ditangani epidemi HIV akan merambat masuk ke keluarga dan masyarakat umum,” katanya.
Untuk itu, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional terus melakukan intervensi khusus, program kondom perempuan untuk melindungi dari kegiatan seks berisiko.
“Pengguna kondom perempuan adalah mereka yang khawatir terkena infeksi menular sosial atau kegiatan seks berisiko,” katanya.
Selain ibu rumah tangga, pada saat ini juga banyak perempuan yang menikah atau berada dalam hubungan jangka panjang memiliki tingkat risiko terinfeksi HIV disebabkan oleh perilaku berisiko pasangan mereka atau tertular dari pasangan intim.
Semakin banyak perempuan terinfeksi HIV dan sebagian besar dari mereka tidak memiliki perilaku berisiko,” kata Nafsiah.
Laporan terbaru mengenai penularan HIV pada hubungan pasangan intim di Asia menekankan pada peningkatan jumlah perempuan yang terinfeksi HIV melalui suami atau pasangan intim mereka.
Diperkirakan sekitar lebih dari 90 persen dari 1,7 juta perempuan hidup dengan HIV di Asia terinfeksi dari suami atau pasangan mereka pada hubungan jangka panjang.
Pada tahun 2008, 35 persen dari seluruh orang dewasa terinfeksi HIV di Asia adalah perempuan, naik 17 persen dari tahun 1990.
Bahkan laporan regional mengenai “Penularan HIV pada hubungan pasangan intim di Asia” mengkaji isu perempuan yang menikah atau berada dalam hubungan jangka panjang memiliki tingkat risiko terinfeksi HIV disebabkan oleh perilaku Berisiko pasangan mereka.
Bukti dari hampir semua negara di Asia menunjukkan bahwa perempuan yang tertular HIV bukan dari perilaku mereka sendiri, akan tetapi karena perilaku seksual tidak aman yang dilakukan pasangan karena pasangan mereka adalah laki-laki yang berhubungan dengan laki-laki lain, pengguna narkoba suntik atau klien pekerja seks komersial.
Nafsiah mengatakan bahwa epidemi HIV di Indonesia pada saat ini telah mengarah pada penularan mengenai aktivitas sosial dan semakin banyak perempuan terinfeksi HIV.
“Kita baru saja meluncurkan rencana aksi nasional penanggulangan HIV dan AIDS Indonesia tahun 2010-2014 yang menekankan pada kebutuhan untuk memperkuat strategi penanggulangan, termasuk penularan melalui aktivitas seksual untuk menghindari epidemi HIV yang semakin luas di Indonesia,” katanya.
Perkuat program
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan bahwa pihaknya perlu memperkuat program-program hak azasi reproduksi perempuan dan untuk meningkatkan kekuatan menawar wanita dalam menolak hubungan seksual berisiko tinggi.
Menurut Menteri, pada beberapa kunjungan kerjanya ke beberapa wilayah ,banyak dijumpai kasus perempuan yang tidak punya perilaku berisiko, namun terifveksi HIV karena tertular oleh suaminya.
“Banyak perempuan yang tidak punya perilaku berisiko malah tertular AIDS dan kini mereka menjadi bingung,” katanya.
Hal itu, menurut Menteri ,merupakan sinyalemen bahwa perempuan Indonesia bisa menjadi korban atas perilaku berisiko suami atau pasangannya.
Untuk itu, pemerintah akan meningkatkan upaya sosialisasi dan pendidikan HIV kepada perempuan Indonesia khususnya mereka yang berada di wilayah terpencil.
“Kemudian kita juga akan anjurkan pentingnya menggunakan alat kontrasepsi atau kondom,” katanya.
Selain itu, menurut Menteri, seluruh lapisan masyarakat juga harus berperan aktif dalam menyebarkan informasi mengenai HIV dan penularannya.
Menteri juga memberikan apresiasi kepada sejumlah LSM dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional yang dinilainya telah banyak memberikan kontribusi serta rencana aksi yang jelas terkait HIV.
Menteri juga mengharapkan bahwa peringatan hari Kartini dapat dijadikan momentum oleh kaum perempuan di Indonesia untuk berani memposisikan dirinya.
“Perempuan harus berani memposisikan dirinya, khususnya bisa menolak hubungan seks yang berisiko HIV, salah satunya dengan berkomunikasi dengan baik dengan pasangannya dan menggunakan alat kontrasepsi ” katanya.
Menteri juga menambahkan, banyaknya perempuan yang tertular AIDS bukan dari perilaku berisiko melainkan dari pasangannya terjadi bukan hanya kurangnya keberanian untuk menyampaikan pendapat di depan pasangan melainkan akibat ketidakpahaman akan HIV.
“Karena itu pendidikan soal HIV penting diberikan kepada kaum perempuan,” katanya.