Written by Redaksi on 15 April 2010
Puluhan investor garmen asal China mencari lokasi yang tepat untuk segera mendirikan pabrik di Indonesia.
“Ada puluhan investor China yang tertarik, mereka bertanya apa yang bisa diberikan Indonesia kepada mereka,” kata Plt Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat, di Jakarta, Rabu.
Menurut Ade, para investor tersebut menginginkan berada di satu lokasi yang sama. Karena itu, mereka mencari lokasi seluas 350 hektar dengan fasilitas penunjang yang memadai.
“Mereka sudah bertanya-tanya lokasi mana yang tepat. Mereka maunya di satu tempat saja tidak mau dipisah,” lanjutnya.
Pengusaha-pengusaha China ini, menurut Ade, meminta fasilitas 7S (tujuh saluran) untuk menunjang operasional. Ketujuh saluran tersebut antara lain telepon, air bersih, air kotor, listrik, transportasi, internet, akses tol, dan pelabuhan.
“Ketersediaan 7S ini akan menjadi perbandingan bagi mereka antara Indonesia dengan Vietnam,” ujar dia.
Dari satu lokasi yang diminta tersebut, ia mengatakan, harus sudah tersedia perusahaan yang mengurusi limbah pabrik dan ketersediaan listrik.
Ade melanjutkan bahwa sebenarnya China ingin meniru konsep Korea dalam menjalin kerjasama dengan industri TPT di tanah air.
Untuk saat ini, ia mengatakan investor China lebih tertarik untuk mengembangkan industri TPT dari hilir, yang usianya rata-rata tidak panjang antara 10 hingga 15 tahun sebelum mencapai titik jenuh.
Dengan luas lahan yang diminta 350 hektar, Ade memperkirakan jumlah tenaga kerja yang terserap dapat mencapai 250.000 orang.
Sementara itu, ia menjelaskan untuk satu orang pekerja perkiraan investasi yang harus ditanamkan dapat mencapai Rp5 juta.
“Jumlahnya memang tidak besar, tapi `turn over` besar. Jumlah tersebut pun belum termasuk investasi di bangunan, listrik, air, dan lainnya,” katanya.
Ade mengatakan bahwa terlalu banyak pilihan lokasi yang harus dilakukan investor sebelum berinvestasi ke Indonesia. Jika di negara lain hanya terkait akses pelabuhan, dekat tenaga kerja, dan akses jalan, maka di Indonesia juga harus memilih daerah yang probisnis.
Written by Redaksi on 15 April 2010
Pakar sosial-ekonomi pertanian H.S. Dillon menilai, sektor pertanian di Indonesia, khususnya para petani sendiri belum “naik kelas”, sementara itu total anggaran beberapa tahun pada sektor ini cenderung meningkat dari tahun ke tahun.
“Petani kita belum `naik kelas` atau tetap miskin karena belum mampu menjadikan pertanian sebagai bidang usaha yang memberi nilai tambah lebih tinggi,” katanya usai menghadiri Diskusi “Kemiskinan di Indonesia : Struktur atau Karakter Sosial, Kebijakan Pertanian, Investasi dan Pengeluaran Publik untuk Pengentasan Kemiskinan Jangka Panjang, Jakarta, Rabu.
Menurut Dillon, hal itu terjadi karena sebagian besar para pemikir dan pejabat pengambil keputusan di Indonesia, hanya melihat negara-negara yang sudah maju saat sekarang, tanpa melihat lintasan yang dilalui oleh mereka.
Padahal, tegasnya, negara-negara maju itu umumnya juga berasal dari negara agraris, kecuali negara-negara kota. Hanya saja, mereka mampu menjadikan kehidupan para petaninya bertransformasi lebih baik sehingga menjadikan sektor pertanian mempunyai nilai tambah dan menjadi bidang usaha lebih tinggi.
Dillon mencatat, salah satu negara agraris yang mampu memberi tambah dan menjadi negara maju dan paling bagus melakukan proses transformasi itu adalah Taiwan. “China belajar sedikit dari Taiwan, juga Malaysia,” katanya.
Ditanya bagaimana posisi sektor pertanian di Indonesia agar berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan, Dillon menegaskan, saat ini pertama, pemerintah sedang melakukan upaya yang memanfaatkan kapitalisme pertanian tetapi prakteknya tidak berpihak kepada sektor ini dan kedua, para petani itu sendiri.
“Nah, pada praktek pertama itu tadi, menjadikan perbankan nasional tidak berpihak kepada sektor pertanian, padahal, modalnya juga disumbangkan oleh sektor ini. Mereka lebih berpihak kepada pengusaha (bukan petani,red). Jadi, pemerintah tidak berpihak kepada petani, tetapi kepada pemilik modal,” katanya.
Padahal, semangat pembangunan yang seharusnya, tegasnya, adalah segala kebijakan investasi, mestinya bisa berdampak kepada masyarakat paling bawah bukan sebaliknya. “Itulah pembangunan,” katanya.
Dillon juga menyimpulkan, kondisi dan konsep pembangunan pemerintah saat ini, tidak jelas keberpihakannya sehingga penderitaan dan kemiskinan makin bertambah dari tahun ke tahun.
“Mengapa rakyat kita mau bekerja di luar negeri, karena di negerinya sendiri mereka diguyur derita,” katanya.
Oleh karena itu, tegasnya, sebelum terlambat, pemerintah dan pihak terkait harus sadar diri dan memposisikan kembali aneka kebijakannya untuk berpihak kepada golongan bawah.
Hal itu bisa dilakukan antara lain dengan menata sektor pertanian, kedua, manufaktur dan ketika adalah sektor jasa yang bernilai tambah tinggi.
“Begitulah lintasan bangsa-bangsa maju di dunia,” katanya.
Kondisi yang ada sekarang ini, tegasnya, instrumen yang dimiliki pemerintah, tidak digunakan untuk berpihak kepada golongan miskin, tetapi mereka yang sudah menjadi pengusaha.
“Coba cek berapa komposisi kredit perbankan nasional kepada para pengusaha itu? Saya pernah datang ke BRI, mereka lebih besar kucurkan kredit ke Bosowa, Bakrie Land dan sebagainya,” katanya.
Tren meningkat
Sementara itu, data yang dipaparkan Ketua Badan Anggaran DPR-RI Haryy Azhar Aziz menyebutkan, total anggaran sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir cenderung meningkat, termasuk subsidi untuk pertanian yang didalamnya mencapai 75 persen dari total anggaran sektor pertanian.
“Pada 2009 total subsidi pertanian Rp33,5 triliun. Subsidi pupuk juga meningkat drastis pada 2007-2009 dari Rp6,3 triliun menjadi Rp17,53 triliun,” katanya.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan, kegiatan dan hasil di sektor pertanian, selama ini tidak didukung sistem distribusi yang baik sehingga seringkali, subsidi itu dinikmati petani pemodal besar.
Subsidi juga menyebabkan distorsi harga, terutama pupuk yang sering disalahgunakan ke sektor tidak bersubsidi, seperti perkebunan. Lebih parah lagi, banyak pupuk diselundupkan karena disparitas harga yang tinggi.
“Saat ini dengan besarnya penduduk masih miskin dan menganggur dan tinggal di wilayah pedesaan, mestinya menjadikan sektor pertanian sebagai kunci pembangunan. Ini harus jadi prioritas,” katanya.
Written by Redaksi on 15 April 2010
BENARKAH negeri ini sudah benar-benar menjadi ‘negeri maling’? Entah. Tapi yang pasti, terlepas dari perasaan risih maupun suka-tidaknya warga masyarakat mendengarnya, sejumlah orang yang kritis sebenarnya memang sudah cukup lama kerap mengucapkan itu dengan nada sinis dan sarkastis, di berbagai forum dan kesempatan. Termasuk seperti yang diusung oleh kelompok mahasiswa dan massa, dalam salah satu aksi demontrasi di Bundaran HI dan depan Istana Negara, Jakarta, beberapa hari lalu.
Satu yang menjadi pembicaraan terhangat saat ini, adalah kasus korupsi pajak yang melibatkan tokoh kunci Gayus Halomoan Tambunan. Gayus sendiri, yang sempat buron dan kabur ke Singapura, telah kembali dan langsung diproses lebih lanjut. Ia pun lantas mulai ‘bernyanyi’, yang membuat perkembangan kasus ini jadi kian menarik, dengan bermunculannya nama-nama baru yang dijadikan tersangka maupun terperiksa.
Kasusnya kini terus bergulir, dengan aparat keamanan – Polri dan kejaksaan khususnya – yang langsung bertambah sibuk. Yang jelas kepada media, berbagai langkah yang telah dan segera dilakukan pun, seolah tak henti dipaparkan. Sementara, beragam pernyataan pun dimunculkan. Tetapi, hingga mana pernyataan demi pernyataan itu bakal menjadi kenyataan, agaknya, itulah yang kini menjadi pertanyaan.
Senin (5/4) kemarin misalnya, pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku mempersilakan penyidik Polri untuk memeriksa seluruh jaksa yang diduga terlibat dalam dugaan penyimpangan penanganan perkara Gayus. Ini dikatakan demi membongkar seluruh penyimpangan dalam penanganan perkara yang divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanggerang, Banten itu.
“Dengan tangan terbuka, pintu terbuka, silakan (periksa jaksa-jaksa itu, Red) untuk keterbukaan kasus ini,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Didiek Darmanto, di Kejagung, Senin (5/4).
Dijelaskan Didiek, pihaknya membuka diri dalam penanganan kasus ini. Namun tambahnya, yang pasti hingga kini belum ada permintaan dari Polri untuk memeriksa para jaksa. “Sampai saat ini belum ada surat permintaan,” tambahnya.
Di pihak lain secara terpisah, Mabes Polri justru mengaku pula telah membuka pintu lebar bagi pihak Kejagung untuk melakukan pemeriksaan. “Silakan saja. Itu ranah mereka secara internal,” ujar Kadivhumas Polri, Irjen (Pol) Edward Aritonang.
Polri sendiri, seperti dituturkan Edward, masih fokus pada tiga alur pemeriksaan Gayus. Antara lain yakni skenario rekayasa kasus, aliran uang setelah diblokir, serta pelanggaran kode etik para penyidik dan atasan penyidik. Saat ditanya apakah polisi juga akan memeriksa jaksa yang menangani penuntutan kasus Gayus yang janggal, Edward menggeleng. “Kita belum akan memeriksa pihak lain,” ujarnya.
Sementara itu yang jelas, Polri memastikan telah menetapkan lagi tiga penyidik yang terlibat penanganan perkara Gayus, dalam status terperiksa. Ini setelah Mabes Polri memeriksa tiga perwira menengah dalam dugaan pelanggaran kode etik dan disiplin internal Polri. Tiga terperiksa baru itu adalah Kombespol Pambudi, Kombespol Eko Budi Sampurno, serta AKBP Mardiani. Mereka adalah anggota Diteksus, yang dinilai terlibat dalam penanganan kasus senilai Rp 25 miliar itu.
Sedangkan di tempat lain, kemarin Kapolri pun secara resmi telah mencopot jabatan Edmond Ilyas dari kursi Kapolda Lampung. Acara serah terima jabatan sendiri berlangsung cepat, sekitar 15 menit, tanpa sambutan dari Kapolri. Dalam prosesi itu, ekspresi wajah Edmond tampak tenang, bahkan tersenyum. Namun, saat Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mencabut tanda jabatannya, Edmond tampak sedikit menahan nafas dengan pandangan mata tajam. Sementara ekspresi BHD sendiri dingin dan kaku.
Lebih jauh, bergulirnya kasus ini dan segala perkembangan maupun dugaan lain yang terkait dengannya, tak urung membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun akhirnya ikut bersuara. Pada intinya, SBY mengaku berharap masalah ini diselesaikan sampai ke akarnya, atau dengan kata lain dibongkar tuntas. “Saya minta bongkar. Kejar supaya bersih betul, supaya rakyat tidak dirugikan,” kata SBY, dalam rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/4).
SBY pun mengatakan, bahwa memberantas mafia hukum, termasuk kejahatan pajak, harus dituntaskan. Ia katanya telah mendapatkan laporan tentang mafia pajak dengan pengungkapan rekening pegawai pajak Gayus tersebut. “Saya terus terang terusik dengan kejadian ini, meski yang dilaporkan kepada saya belum utuh. Tapi saatnya kita tata secara sangat serius. Kita bersihkan hal-hal yang sangat merintangi pembangunan kita ke depan,” katanya.
Sementara salah satu pejabat berwenang, Menkum HAM Patrialis Akbar, lantas juga mengaku tak kurang seriusnya dalam menindaklanjuti perkembangan kasus ini. Sementara, terhadap adanya dugaan para jenderal di kepolisian ada yang terlibat, ia hanya menanggapinya dengan santai. “Pokoknya kita tidak usah mengatakan bintang tiga, bintang lima, bintang tujuh. Siapapun, tanpa terkecuali (bakal diusut),” kata Patrialis pula, di Kantor Presiden.
Dari sisi Gayus sendiri, saat ini salah seorang pengacara dan tokoh dunia hukum kenamaan, Adnan Buyung Nasution, diberitakan telah ikut bergabung di tim pengacaranya. Namun, terhadap perkembangan itu pula, salah seorang anggota Komite Pengawas Perpajakan (KPP), Hikmahanto, kepada wartawan mengatakan bahwa tetap saja Gayus-lah yang pada saat ini menjadi tokoh kunci guna membongkar kasus makelar pajak tersebut. Menuutnya, keberadaan Adnan Buyung sebagai pengacara Gayus, tak akan begitu dominan dalam rangka membongkar keseluruhan kasus.
“Semua pengungkapan itu harus dari Gayus. Bukan karena ada Pak Buyung. Karena sebagai pengacara, (ia) punya kode etiknya. Kalaupun mengetahui, maka itu sifatnya hak klien yang tidak boleh disampaikan ke publik. Jadi, yang bisa membongkar kasus, ya, harus langsung dari pengakuan Gayus,” kata Hikmahanto pula.
Lalu, akankah semuanya memang terbongkar? Kapan, dan bagaimana? Bagaimana pula dengan kasus-kasus lainnya? Untuk semua pertanyaan yang ada, silakan saja menunggu dulu, sementara upaya ‘bersih-bersih’ itu dijalankan
Written by Redaksi on 15 April 2010
Sekitar tujuh persen penduduk Indonesia menderita gangguan jantung. Padahal, penyakit jantung saat ini merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Demikian menurut hasil Riset Kesehatan Dasar 2007 yang diadakan oleh Departemen Kesehatan.
Hal tersebut diungkapkan dr.Delima M.Kes dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) dalam acara seminar Upaya Preventif dan Promotif Mengatasi Gangguan Sirkulasi Darah di Jakarta (14/4).
“Dari tujuh persen populasi, 0,9 persen sudah didiagnosis dokter dan sisanya menurut gejala-gejala gangguan jantung,” papar dr.Delima.
Berdasarkan prevalensinya, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) menduduki urutan pertama penyakit jantung di Indonesia yakni 12,6 persen. Sedangkan Lampung menempati urutan terakhir, 2,6 persen.
Hasil survei juga menunjukkan, tidak ada kaitan antara status ekonomis sosial dan pendidikan dengan kejadian penyakit jantung. “Penderita penyakit jantung justru lebih tinggi di pedesaan. Mungkin karena masyarakatnya belum peduli pada kesehatan,” kata Delima. Sementara itu, perempuan lebih banyak yang menderita penyakit jantung dibanding laki-laki.
Faktor determinan penyakit jantung untuk penduduk di atas usia 15 tahun antara lain adalah diabetes melitus (39 %), hipertensi (13,1 %), obesitas (11,4 %), dan perokok (9,7 %). Sedangkan faktor gaya hidup yang berpengaruh pada risiko penyakit jantung antara lain kurang aktivitas fisik, merokok, pola makan tinggi lemak, serta kebiasaan mengonsumsi alkohol.
Riskesdas 2007 dilakukan di 33 provinsi dan 440 Kabupaten/Kota dengan populasi seluruh penduduk Indonesia. Data dikumpulkan tahun 2007-2008.
Written by Redaksi on 15 April 2010
Sukun, yang dalam bahasa Inggrisnya disebut bread fruit, buahnya lebih banyak dikenal sebagai penganan yang digoreng atau dijadikan tepung sukun yang bisa dioleh menjadi mie atau roti. Padahal, tanaman sukun (Artocarpus altilis) sangat potensial untuk dikembangkan menjadi obat pencegah penyakit jantung.
Secara tradisional, daun sukun telah dipakai untuk mengobati penyakit hati, inflamasi, jantung dan ginjal. Sementara itu di Taiwan, akar dan batang tanaman sukun dimanfaatkan untuk menyembuhkan sirosis (kanker hati).
Upaya penelitian dan pengembangan sukun sebagai obat telah dilakukan oleh Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Sebelumnya sukun lebih banyak diteliti untuk penyakit diabetes. Baru di tahun 2004 sukun mulai dilirik untuk penyakit kardiovaskular.
“Sukun memiliki flavonoid yang khas,” kata Dr.Tjandrawati Mozef, peneliti dari LIPI yang giat meneliti sukun untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Tjandra menjelaskan, uji khasiat terhadap ekstrak daun sukun menunjukkan efek penurunan kadar kolesterol darah dan akumulasi lemak pada dinding pembuluh darah aorta pada mencit di laboratorium. Studi in vitro juga menyimpulkan ekstrak daun sukun efektif melindungi jantung dari serangan iskemik akut.
Uji toksisitas menunjukkan tidak ditemukannya efek samping toksik pada hewan uji, tidak memengaruhi fungsi jantung, ginjal dan hati, maupun profil hematologi.
“Kita tinggal melakukan uji klinis untuk pengembangan obat baru. Bila ini berhasil, diharapkan akan dihasilkan obat pencegah penyakit kardiovaskular yang lebih murah dan terjangkau masyarakat,” kata Tjandrawati ketika menyampaikan penelitiannya dalam acara seminar yang diadakan Badan Litbang Departemen Kesehatan di Jakarta.
Written by Redaksi on 15 April 2010
Rahasia panjang umur ternyata bisa sesederhana merekahnya sebuah senyuman. Semakin lebar senyum dan semakin dalam lipatan di sekitar mata Anda ketika tersenyum, semakin besar pula kemungkinan Anda untuk hidup lebih lama.
Kaitan antara senyum dan umur panjang ini diungkapkan oleh peneliti dalam riset yang dimuat di jurnal Psychological Science. Temuan baru ini menambah bukti lain bahwa hidup dengan kebahagiaan dan gembira memberi pengaruh kuat bagi kualitas kesehatan dan harapan hidup.
Peneliti percaya, lebarnya senyuman dan dalamnya kerutan di sekitar mata adalah cermin positif dari hidup seseorang yang dapat diterjemahkan dalam kesehatan jangka panjang yang lebih baik.
Kesimpulan ini merupakan hasil studi terhadap foto-foto berusia tua. Para ahli dari Wayne State University, Michigan, meneliti 230 gambar pemain liga bisbol yang dicetak dengan data registrasi tahun 1952. Daftar ini memuat semua profil dan statistik pemain, seperti tanggal lahir, berat, status perkawinan, dan karier.
Para ahli lalu membuat peringkat pemain berdasarkan bentuk senyuman. Ada kelompok pemain yang tak tersenyum sama sekali, tersenyum parsial (sebagian otot di sekitar mulut saja yang aktif), serta tersenyum lebar (ditandai tawa lepas dengan gigi yang tampak, pipi yang naik, dan lipatan di sekitar mata).
Foto-foto ini lalu dibandingkan dengan usia dan harapan hidup setiap pemain. Hasil analisis menunjukkan, 184 pemain tercatat sudah meninggal. Mereka yang masuk kategori “tanpa senyum” hidup dengan usia rata-rata 72,9 tahun.
Di antara kelompok “senyum parsial’, harapan hidupnya rata-rata mencapai 75 tahun. Adapun mereka yang senyumnya paling lebar memiliki usia rata-rata 79,9 tahun atau tujuh tahun lebih panjang dari rekannya yang “jarang senyum”.
Riset juga menemukan bahwa “senyuman palsu” tidak akan memberikan manfaat yang sama karena penambahan angka harapan hidup hanya terlihat pada pemain yang memiliki senyuman asli yang dikenal dengan Duchenne smiles.
Senyuman Duchenne mengaktifkan sekelompok otot di sekitar mulut dan mata. Istilah ini dimunculkan oleh seorang ahli saraf pada abad ke-19. Senyuman ini berbeda dengan senyum palsu yang hanya melibatkan otot di sekitar mulut.
Jadi mulai saat ini, tersenyumlah dengan lepas agar Anda tetap sehat dan panjang umur!
Written by Redaksi on 15 April 2010
Ingin terlihat lebih muda dari usia sebenarnya secara murah dan sehat? Jalan kaki saja. Hal ini terjadi karena dengan berjalan kaki, sel-sel tubuh kita akan mendapat cukup oksigen dan produksi kolagen lebih aktif. Hal ini menguntungkan untuk kulit karena kelembabannya selalu terjaga.
Demikian kesimpulan riset yang dilakukan Kerrie L Moreau, PhD, peneliti dari University of Colorado. “Olahraga, misalnya jalan kaki atau joging, dapat memperlancar sirkulasi oksigen dan peredaran darah. Dengan darah yang lancar, nutrisi ke seluruh jaringan kulit tidak terhambat. Kelancaran oksigen dan nutrisi adalah dua syarat yang penting dalam proses produksi kolagen,” kata Moreau.
Di dalam penelitian itu, terbukti bahwa pembuluh darah wanita usia 60 tahun ternyata bisa sama sehatnya dengan wanita usia 28 tahun asal sejak muda kita rutin berjalan kaki selama 40 menit setiap hari.
Catatan khusus dari Moreau, para relawan yang terlibat penelitian adalah wanita pascamenopouse yang sedang menjalani terapi hormon. Untuk wanita yang tidak sedang dalam terapi, kebiasaan berjalan kaki terbukti dapat membuat pembuluh darah 35 persen lebih elastis ketimbang wanita yang dari mudanya tidak pernah berolahraga.
Written by Redaksi on 15 April 2010
Industri olahan kulit dan produk kulit asal Tanggul Angin, Sidoarjo, Jawa Timur akan dikembangkan di Makassar, Sulsel.
“Pengusaha kulit asal Sidoarjo akan ikut ambil bagian dari pengembangan usaha ini di Makassar,” katanya pada penandatanganan kesepakatan kerja sama industri olahan kulit dan produk kulit antara Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar di Makassar, Rabu.
Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, mengatakan, industri olahan kulit yang menghasilkan produk-produk seperti tas, sepatu dan lainnya yang pernah menjadi unggulan di Sidoarjo sebelum bencana lumpur Lapindo.
Menurutnya, modal yang digunakan untuk industri ini tidak terlalu besar salah satunya dengan pengadaan mesin pengayakan senilai Rp2 miliar.
“Untuk Makassar saja diperkirakan kita akan membutuhkan 80 ekor sapi untuk bahan baku dan untuk pengembangannya kita masih membutuhkan sekitar Rp5 miliar,” jelasnya.
“Kami upayakan industri pengolahan kulit ini akan mulai berproduksi pada awal tahun depan,” jelasnya yang mengutamakan pasar lokal untuk produk kulit ini layaknya pasar produk kulit di Tanggul Angin.
Diharapkan, hadirnya industri ini akan mengubah pola pikir masyarakat Makassar lebih semangat berkarya.
Selain industri kulit, pemerintah kota juga akan mencoba mengembangkan industri bola sepak yang selama ini diproduksi di Majalengka, Jawa Barat.
“Industri bola sepak di Majalengka sudah diekspor kemana-mana bahkan menjadi produsen bola resmi untuk piala dunia, namun setiap kali pengiriman para produsen mengeluhkan jarak ke pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta yang memakan waktu dan biaya,” jelasnya.
Kendala tersebut, lanjutnya, menjadi peluang untuk mengembangkannya di Makassar yang kotanya dekat dengan pelabuhan sehingga ekspor lebih efisien.
Selain memiliki sumber daya alam yang minim, Makassar terus mengembangkan industri-industri dalam kota juga sebagai dukungan terhadap fokus pembangunan ekonomi pemprov.
Written by Redaksi on 15 April 2010
Maskapai Batavia Air akan melakukan penerbangan perdana dengan rute Singapura ke Pontianak dan sebaliknya tiga kali dalam seminggu mulai Kamis (15/4).
Kepala Perwakilan PT Metro Batavia Air Kalimantan Barat Yunan Ismail saat dihubungi di Pontianak, Rabu mengatakan, penerbangan itu untuk lebih mengenalkan Pontianak dengan dunia internasional.
“Singapura merupakan salah satu kota utama di dunia yang berada dekat Kalbar. Singapura juga menjadi tujuan pariwisata dunia,” kata Yunan Ismail.
Menurut dia, untuk sementara rute tersebut pada setiap Selasa, Kamis dan Minggu. Batavia menggunakan pesawat jenis Airbus A319 dan akan mendarat di Bandar Udara Supadio Pontianak pukul 11.30 WIB.
Ia berharap dengan adanya pembukaan rute tersebut dapat memberi dampak ekonomi ikutan ke masyarakat Kalbar.
“Orang luar negeri hanya tahu Borneo, bukan Kalbar atau Pontianak,” kata dia.
Selama ini penumpang pesawat dari Singapura yang ingin ke Pontianak harus transit ke Jakarta terlebih dahulu.
Yunan Ismail melanjutkan, tidak menutup kemungkinan frekuensi rute tersebut bertambah menjadi setiap hari kalau peminatnya terus meningkat.
“Hunian hotel dapat meningkat, investasi ke Kalbar juga akan terkena dampaknya,” kata Yunan Ismail.
Ia optimistis pembukaan rute itu akan diminati karena potensi kedua daerah yang saling terkait. Kalbar dengan sumber daya alam dan Singapura sebagai pusat bisnis di Asia Tenggara.
Batavia merupakan maskapai yang paling tinggi frekuensi penerbangannya ke Kalbar dibanding maskapai lainnya. Dalam satu hari, sedikitnya ada lima penerbangan Batavia dari dan ke Pontianak. Selain itu, ada rute dari dan ke Kuching untuk hari-hari tertentu.
Written by Redaksi on 15 April 2010
Semua nasihat tentang kekuatan berpikir positif dalam kehidupan juga berlaku dalam seks. Sikap (attitude) adalah posisi mental yang diambil seseorang dalam menghadapi suatu fakta. Sikap dapat positif atau negatif. Dalam seks, seperti pada situasi lainnya, sikap positif akan meningkatkan diri Anda, dan sikap negatif menimbulkan efek sebaliknya.
Apakah Anda ragu bahwa mengubah sikap benar-benar dapat mengubah kehidupan seks Anda? Bandingkan sikap seks Anda sendiri dengan hal berikut. Jika Anda memiliki sikap negatif, ubahlah. Jika Anda pernah berpikir, misalnya, “Istri saya tidak pernah mencapai orgasme selama hubungan seks karena ia frigid” — gantilah dengan pikiran, “Saya dan istri saya dapat belajar bersama-sama tentang apa yang ia perlukan untuk mencapai orgasme selama berhubungan seksual.”
Sikap yang tepat akan memberi energi bagi diri Anda, dan tindakan positif segera akan mengikuti pikiran yang positif.
Berikut ini 13 sikap untuk seks super, yang ditulis ahli terapi seks Joel D. Block. Ph.D dalam buku Secrets of Better Sex
Pengetahuan
Pengetahuan adalah kekuatan seksual. Sebagian masyarakat mempercayai hal yang keliru tentang seks. (Misalnya, wanita yang tidak mencapai orgasme saat hubungan seksual adalah frigid. Pria yang ejakulasi cepat memiliki masalah keintiman. Pria yang kehilangan ereksinya pada saat bercinta adalah marah kepada pasangannya, dan sebagainya). Tidak adanya informasi seksual dan misinformasi jelas akan menimbulkan kesalahpahaman, melukai perasaan, dan menurunkan kenikmatan seksual.
Keberanian
Seks memerlukan sedikit keberanian. Jangan biarkan rasa takut dan malu membatasi perilaku seks Anda. Rasa takut akan kegagalan, terlihat “tolol,” atau tidak dapat memenuhi harapan sendiri atau pasangan Anda, dapat menghentikan pasangan mencoba teknik baru dan mencoba posisi yang berbeda atau meminta jenis percintaan yang mereka inginkan.
Kebebasan
Kebebasan seksual adalah kebebasan dari tirani “harus”. Seks adalah tentang “keinginan,” bukan “keharusan.” Apa yang Anda dan pasangan Anda inginkan? Itu yang menjadi masalah, bukan apa yang Anda pikir harus Anda inginkan.
Keterlibatan
Kepuasaan yang paling tinggi terjadi karena keterlibatan dengan pasangan Anda. Jika Anda terlalu sibuk memperhatikan potensi dan kepuasan Anda sendiri, Anda tidak akan mampu terlibat dalam pengalaman seks yang menyenang kan.
Kepercayaan
Seks yang terbaik terjadi jika dua orang merasa cukup aman satu sama lainnya untuk menjadi lemah. Untuk mengatasi penghalang, hampir setiap orang memerlukan keyakinan bahwa dirinya diterima secara penuh oleh pasangannya.
Keseluruhan
Dalam seks, seperti dalam kehidupan, mereka yang mampu dan berbagi akan meningkatkan pengalamannya sendiri dan pasangannya.
Komunikasi.
Jika Anda mengatakan apa yang Anda inginkan secara akurat tanpa menyebabkan sakit hati, Anda adalah komunikator yang efektif. Hal tersebut mungkin jauh lebih penting di tempat tidur dibandingkan di tempat lain.
Konteks cinta.
Seks yang paling memuaskan terjadi jika pasangan mencintai satu sama lain.
Kemauan mencari bantuan
Kadang-kadang pasangan mengalami kesulitan seksual yang tidak dapat mereka atasi sendiri. Jangan biarkan masalah tersebut merusak hubungan Anda, pasangan dengan sikap yang baik akan mencari bantuan profesional untuk mendapatkan pemecahan masalah.
Kesehatan yang baik.
Rawatlah diri Anda dalam setiap bidang kehidupan, termasuk seks. Jika Anda merasa sehat, Anda merasakan segala hal secara lebih menyenangkan dibandingkan saat Anda sedang sakit atau mengalami gangguan fisik. Sebagian gangguan fisik tidak dapat dihindari. Tetapi kebiasaan pribadi yang baik akan meningkatkan kemampuan Anda untuk tetap sehat.
Egalitarianisme.
Seksisme menempatkan orang dalam kategori simplistik dan terbatas. (Pria harus memulai seks. Wanita harus bersikap pasif, dan sebagainya). Sikap seks yang sempit akan membatasi pengalaman erotik.
Sensualitas.
Seks jauh lebih menyenangkan dibandingkan orgasme. Ini adalah proses erotik yang dapat dinikmati pada tiap stadium/tahapan. Jika kedua pasangan terpusat pada kenikmatan sensual, mereka mengalami seks secara lebih lengkap.
Humor.
Kita sering menganggap seks terlalu serius. Seks seharusnya menyenangkan, dan kadang-kadang lucu. Pasangan yang dapat tertawa terhadap momen yang keliru akan menderita lebih sedikit kecemasan dibandingkan orang yang tidak.