Written by Redaksi on 09 April 2010
Kedatangan produk China di Jawa Timur melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diproyeksi mengalami kenaikan signifikan pada semester I 2010 pascapembukaan keran perdagangan bebas ASEAN-China/ACFTA per 1 Januari tahun ini.
“Perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China memberi dampak positif bagi pelaku bisnis pelabuhan di wilayah ini,” kata Ketua Gabungan Forwarder dan Ekspedisi (Gafeksi) Tanjung Perak, Aziz Winanda, di Surabaya, Kamis.
Penerapan ACFTA, jelas dia, membawa angin segar bagi bisnis pelabuhan kedua terbesar di tanah air ini. Apalagi, pertumbuhannya selama tiga bulan terakhir mencatatkan kinerja yang signifikan.
“Kondisi ini tampak dari kinerja pengusaha forwarder dan pelayaran di Tanjung Perak,” katanya.
Ia menyebutkan, selama Januari sampai Februari 2010 volume impor China ke wilayah ini mengalami kenaikan hingga 18 persen.
“Pertumbuhan itu dipicu besarnya produk impor dari negeri Tirai Bambu yang masuk ke Tanjung Perak,” katanya.
Bahkan, ia optimistis, hingga penghujung tahun 2010 kinerjanya bisa tumbuh lebih tinggi dibandingkan pencapaian saat ini.
“Namun, sampai sekarang produk impor masih dikuasai Amerika Serikat dengan sumbangan 40 persen, China 20 persen, Jepang 20 persen, dan 20 persen lainnya menyebar dari beberapa negara,” katanya.
Di sisi lain, tambah dia, total arus barang sampai akhir 2009 hanya sekitar 1 juta “twenty foot equivalent units/TEU`s”. Rinciannya, volume impor 550 ribu TEU`s dan ekspor sebesar 450 ribu TEU`s.
“Pada tahun ini, kami yakin baik ekspor maupun impor dapat meningkat antara 10 persen hingga 15 persen,” katanya.
(if/IF/ant)
Tags: ACFTA, Produk China
Posted in Pijar Jawa Timur | No Comments »
Written by Redaksi on 07 April 2010
Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Persepatuan Indonesia Harijanto menyatakan, kawasan perdagangan bebas ASEAN – China (ASEAN-China Free Trade Area) menjadi peluang untuk meningkatkan ekspor ke China.
“Dengan banyaknya perusahaan sepatu China yang melakukan relokasi ke Indonesia, kami justru punya peluang melakukan ekspor balik ke China,” kata Harijanto usai pertemuan di BKPM Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan, China merupakan pasar besar sepatu dunia dengan daya beli kuat. Karena itu merek-merek sepatu bagus dan berkualitas akan diminati.
Dengan relokasi dan ekspansi empat perusahaan sepatu asal China dan Taiwan di Tanah Air dalam waktu dekat diperkirakan produksi akan mampu bertambah 20 juta pasang per tahun hingga akhir 2011, katanya.
Sementara Asosiasi Persepatuan Indonesia menargetkan produksi meningkat 50 juta pasang sepatu pada 2010 sehingga total mencapai 300 juta pasang.
Dengan memperbaiki manajemen, efektivitas, dan memperkuat riset dan pengembangan sehingga tercipta inovasi baru maka ia menyakini sepatu produksi Indonesia akan semakin banyak masuk ke pasar China, Eropa, hingga Amerika Serikat (AS).
Hanya dari relokasi dan ekspansi empat perusahaan sepatu olah raga tersebut, menurut Harijanto, tenaga kerja yang terserap akan mencapai 15.000 orang. Jumlah tersebut akan meningkat seiring dengan rencana relokasi perusahaan sepatu China lainnya ke Tangerang maupun Surabaya.
“Karena itu saya minta jangan lagi menyebut industri sepatu dan tekstil di Tanah Air ini sebagai `sunset industry`. Karena pada kenyataannya dua industri ini padat karya,” tambah dia.
Ekspor sepatu Indonesia ke China, menurut dia, semakin meningkat. Namun ekspor sepatu ke Eropa masih tertinggi mencapai 30 persen, disusul AS sebesar 25 persen, dan sisanya 45 persen ke negara-negara di Asia.
Pasar sepatu Indonesia, menurut dia, tidak akan terganggu ACFTA mengingat produsen sepatu di Tanah Air sudah sejak lama “diganggu” oleh sepatu ilegal.
Untuk itu, ia meyakini target ekspor dua miliar dolar AS pada 2010 akan terlampaui sehingga dapat melewati ekspor 2009 yang hanya mencapai 1,8 miliar dolar AS.
“Hingga Maret saja kami perkirakan sudah mencapai 400 juta dolar AS,” ujar dia.
Tags: ACFTA, Exsport, Product Sepatu, sepatu
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 31 March 2010
Perjanjian Perdagangan Bebas Asean-China (ACFTA) dinilai, mampu mendorong pertumbuhan industri kreatif domestik.
Read the rest of this entry »
Tags: ACFTA, Indusutri Kecil, UKM
Posted in Nasional | No Comments »