Written by Redaksi on 01 April 2010
Batik Indonesia dan Komodo menjadi ikon anjungan Indonesia pada pameran pariwisata ‘Matka Nordic Travel Trade Fair 2010′ yang diselenggarakan di Helsinki ‘Conference and Fair Center’.
Kedua ikon tersebut dipilih dalam rangka memperkenalkan Batik secara luas kepada masyarakat Finlandia sebagai warisan budaya yang memperoleh pengakuan UNESCO, dan mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam menominasikan Pulau Komodo sebagai salah satu dari New 7 Wonders of Nature.
Sekretaris Ketiga Fungsi Sosbudpen KBRI Helsinki, Andy Aron, Kamis (28/1), mengatakan bahwa hal itu sejalan dengan tema utama MATKA 2010 Travel as a Preserver of Culture.
KBRI Helsinki menampilkan promosi wisata Indonesia dengan tema Indonesia: A Land of Precious Cultural Heritage, menampilkan koleksi Batik Indonesia (Batik Corner) dan miniatur hewan komodo.
Selain itu, anjungan Indonesia menawarkan informasi tentang warisan kebudayaan Indonesia, seperti Keris, Wayang, Candi Borobudur, Tana Toraja, dan pusat pariwisata Indonesia, seperti Bali, Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara.
Dubes RI untuk Republik Finlandia dan Estonia Harry Purwanto, membuka anjungan Indonesia dengan pemotongan pita dan pemukulan gong. Acara pembukaan dihadiri Dubes/Kepala Perwakilan negara-negara ASEAN di Helsinki dan wakil dari industri pariwisata Finlandia dan Estonia, serta mitra KBRI.
Partisipasi Indonesia pada Matka mendapat dukungan Panorama Tours, yang memberikan penawaran paket tur wisata dan hotel di Bali, Lombok, dan Pulau Komodo, serta bisnis spa dan wellness dengan memperkenalkan produk spa Indonesia.
Matka merupakan ajang pameran terbesar di kawasan Nordik dan Baltik, berlangsung selama empat hari dihadiri sekitar 81.537 pengunjung, yang 14.296 di antaranya dari industri pariwisata dan profesional.
Pameran yang diikuti 1.231 peserta 78 di antaranya dari negara asing, termasuk Indonesia, sedangkan negara ASEAN lainnya berasal dari Thailand (Tourism Authority of Thailand), Malaysia (Malaysia Tourism Board), dan Vietnam (Vietnam Travel Agency Association).
Menurut Andy Aron, minat dari kalangan masyarakat Finlandia untuk mengetahui tujuan wisata di Indonesia makin meningkat. Hal ini tergambar dengan makin banyaknya enquiries dan kunjungan terhadap anjungan Indonesia pada Matka Fair.
Read the rest of this entry »
Tags: batik, Ikon Indonesia, Komodo
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 27 January 2010
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya raya, bangsa yang dianugerahi banyak kelebihan oleh Allah dibanding bangsa lain. Baik karunia yang ada di perut bumi, di atas daratan, maupun di udara dan di segala penjuru mata angin bumi Indonesia. Karunia akal budi, daya kreatifitas yang dianugerahkan oleh Allah kepada pribadi-pribadi bangsa Indonesia juga jauh di atas bangsa lain. Namun, kadang kala penghargaan, penghormatan dan rasa kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia yang masih kurang.
BATIK adalah salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia, alhamdulillah telah diakui sebagai warisan budaya dunia. Sudah sepatutnya, kita bangga dan melestarikan salah satu kekayaan bangsa Indonesia ini. Mari kita jadikan batik ini sebagai ikon bangsa Indonesia, kita jadikan batik ini adalah pakaian nasional, pakaian sehari-hari kita, bukan lagi sebagai pakaian sakral yang harus dikenakan pada acara-acara tertentu saja.
Dari Ujung Timur sampai Barat Indonesia, hampir seluruh daerah memiliki corak batik masing-masing. Dari Medan, Padang, Palembang, Cirebon, Pekalongan, Jogjakarta, Surakarta, Lasem, Tuban, Sidoarjo, Tulungagung, Kalimantan, Bali, Lombok, sampai Madura dan tentu saja masih banyak yang lainnya. Masing-masing memiliki karakteristiknya, daerah pesisir pantai memiliki kekhasan yang lain dari yang non pesisir. Daerah pesisir, karena memang dahulu relatif lebih sering berinteraksi dengan dunia luar, maka hal ini juga berpengaruh terhadap corak batiknya. Corak batik daerah pesisir lebih berani, dengan corak-corak yang bebas tanpa memiliki pakem ditambah dengan dominan warna yang menyala, sedangkan batik daerah ‘tengah’ masih memegang teguh pakem yang diturunkan dari nenek moyang. Corak-corak batik pesisir bisa kita temui di daerah Cirebon, Pekalongan, Tuban, Lasem dan Madura, sedangkan corak batik yang masih setia dengan pakem dapat dicontohkan dari batik Jogja dan Surakarta, walaupun akhir-akhir ini batik Surakarta juga sudah berakulturasi dan mencoba akomodatif dengan permintaan pasar.
Khusus untuk batik Madura, kita bisa temukan corak-corak yang beragam pula bahkan untuk setiap kota memiliki kekhasan masing-masing. Batik Tanjungbumi, Bangkalan berbeda dengan batik Pamekasan maupun Sumenep. Batik Tanjungbumi lebih tegas dalam menunjukkan jati dirinya sebagai batik khas pesisir, sedangkan batik Pamekasan maupun Sumenep lebih kaya dalam corak dan penggunaan warna-warna kalem juga semakin jamak.
Butik Kitab Batik mengkhususkan diri dalam penyediaan BATIK TULIS sebagai penghargaan terhadap karya seni luhur bangsa Indonesia. Saat ini Batik Tulis yang kami sediakan adalah Batik Tulis Pamekasan dan Lasem. Semua proses pewarnaan Batik Tulis menggunakan bahan-bahan alami (kulit kayu maupun akar pohon) sebagai bahan pewarna sehingga sangat nyaman dan aman digunakan sebagai pakaian sehari-hari.
Saat ini, Anda tidak perlu lagi jauh-jauh pergi ke Madura maupun Lasem-Jawa Tengah untuk berburu dan mengoleksi batik-batik tulis. Anda bisa mendapatkannya di sini dengan harga affordable !! Batik tulis yang kami sediakan adalah batik tulis kualitas tinggi dan berada pada levelnya sendiri, semua desain coraknya cantik, eksklusif dan sangat cocok bagi Anda yang ingin tampil beda dan modis.
Segera hubungi kami (kami melayani pembelian eceran maupun grosir):
www.superbambang.co.cc
email: superbambang@gmail.com
081213009076
Tags: batik, jatim, kain, kain batik, pamekasan
Posted in Pijar Jawa Timur | No Comments »