Bercinta yang Ramah Lingkungan
Hmmm…. Apa harus yang organik, ya?! Pakai yang daur ulang? Apa harus bebas polusi? Banyak menanam pohon dan tumbuh-tumbuhan? Bagaimana, sih, bercinta yang ramah lingkungan?
Ide tulisan ini berawal dari komentar saya di postingan Ferdi Xn tentang ““Marketing Yang Ramah Lingkungan”. Entah kenapa, pikiran saya langsung melejit mengingat Tarzan sedang bergelayutan di atas pohon sambil memeluk si Jane. Apa inikah yang dimaksud dengan bercinta ramah lingkungan? Hehehe…. Udah bocor kali, ya?!
Bisa jadi mungkin, ya!!! Bercinta di tengah-tengah hutan yang rindang dan tanpa menggunakan bahan kimia apapun bisa disebut dengan ramah lingkungan. Tidak ada, tuh, yang mananya kerudung karet ataupun segala jenis minyak-minyakan buatan pabrik. Apalagi yang bekas!!! Kalaupun ada mainan, pun, semuanya terbuat dari daun dan batang pepohonan. Waduh…!!! Persis kayak orang hutan, ya!!! Aaaaaauuuuuooooouuuooooo!!!
Sebetulnya, bercinta sendiri memang sudah ramah lingkungan, kok!!! Gimana nggak ramah lingkungan, wong tanpa sehelai benang pun!!! Kalaupun masih ada rajutan benang yang menempel, tetap saja ramah lingkungan. Soalnya, memang alami banget. Semua cairan yang keluar pun alami adanya, kan?
Memang, sih, terkadang juga bisa jadi nggak alami. Bisa jadi sebuah bentuk “pemaksaan”. Maksudnya, memaksakan diri gitu, lho!!! Bisa karena terpaksa. Bisa juga karena dipaksa. Bisa juga karena memang sudah kebutuhan mendasar. Mau hidup enak tanpa susah payah. Menjajakan cinta memang cara paling mudah. Apalagi kalau punya bekal yang alami. Cantik atau ganteng. Bertubuh mulus dan yahud. Waaahhh!!! Laris manis, deh!!!
Tags: bercinta, Sex
Posted in Nasional | No Comments »






