Posts Tagged ‘Indonesia’
Written by Redaksi on 29 April 2010
Komisi VII DPR meminta pemerintah menasionalisasikan perusahaan aluminium yang merupakan patungan Indonesia dengan Jepang, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) setelah kontraknya berakhir pada 2013.
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Dito Ganinduto, di Jakarta, Rabu, mengatakan, pemerintah tidak perlu memperpanjang kontrak Inalum.
“Nasionalisasi akan lebih memberikan manfaat bagi kepentingan industri dan juga kesejahteraan masyarakat khususnya daerah,” katanya.
Menurut dia, dulu Indonesia dimaklumi bekerja sama dengan Jepang karena belum menguasai teknologi pengolahan aluminium.
Namun, kini setelah 30 tahun, lanjutnya, Indonesia sudah menguasai teknologinya, sehingga sudah selayaknya dikelola bangsa sendiri.
“Apalagi, di bawah pengelolaan perusahaan Jepang, Inalum terus merugi,” katanya.
Ia juga mengkhawatirkan, terjadi benturan kepentingan, mengingat pihak Jepang berperan sebagai kreditur sekaligus pembeli.
Anggota Komisi VII DPR lainnya, Satya W Yudha, mengatakan, pihaknya akan memanggil pemerintah terkait persoalan Inalum tersebut dalam waktu dekat.
Sedang, Anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Zulkieflimansyah, menilai, BUMN seperti PT Aneka Tambang Tbk dan PT PLN mampu mengelola Inalum.
“Tinggal keseriusan dan kemauan politik pemerintah yang kita tunggu,” katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Kementerian BUMN, M Said Didu, mengatakan, Inalum sebaiknya dikembalikan kepada negara.
BUMN terkait bisa menjalankan bisnis ini secara penuh. Indonesia dinilai bisa mengelola Inalum dengan baik.
Jepang saat ini menguasai 58,9 persen saham Inalum melalui Nippon Asahan Alumminium (NAA). Sementara, pemerintah Indonesia hanya memiliki 41,1 persen.
Saham NAA dikuasai 50 persen oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan 50 persen milik swasta Jepang.
Masa berlaku “build, operate and transfer” (BOT) Inalum akan berakhir 2013.
Sesuai kontrak, tiga tahun sebelum masa berlaku BOT habis, kontrak bisa diperpanjang dan NAA telah menyampaikan permintaan perpanjangan kepada Pemerintah Indonesia melalui surat No SCNA-001 tertanggal 26 September 2009.
Pemerintah diketahui telah menunjuk Menteri Perindustrian, MS Hidayat, yang akan mewakili pemerintah memimpin jalannya negosiasi dengan pihak Jepang.
Jepang berkepentingan agar BOT Inalum diperpanjang guna mengamankan pasokan aluminium di Negeri Sakura tersebut.
Saat ini, sebanyak 60 persen dari produksi alumunium Inalum sebesar 225 ribu ton, diekspor ke Jepang.
Tags: DPR, Inalum, Indonesia, Nasional
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 26 April 2010
Musyawarah Nasional Khusus Kamar Dagang dan Industri Indonesia akhirnya mencapai kesepakatan untuk memilih ketua umum baru dalam waktu empat bulan untuk menggantikan MS Hidayat yang kini menjadi menteri perindustrian.
Pesan singkat dari Humas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di Jakarta, Minggu, menyebutkan Musyawarah Nasional Khusus (Munasus) yang berlangsung sejak 23-24 April dan kemudian diperpanjang sampai 25 April menyepakati perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi itu.
“AD/ART itu mengatur pula proses pergantian ketua umum melalui musyawarah nasional yang diselenggarakan selambat-lambatnya empat bulan,” katanya.
Wakil Ketua Dewan Penasehat Kadin Indonesia, Soy M Pardede, yang juga anggota tim perumus mengakui kesepakatan tersebut berjalan sangat alot karena ada dua kubu yang berbeda pendapat terkait mekanisme penggantian ketua umum setelah MS Hidayat menjadi pejabat publik.
Kesepakatan yang dicapai, kata dia, meliputi dua hal yaitu menunjuk ketua umum pergantian antar waktu (PAW) dalam satu bulan ini. Ke dua, ketua umum PAW menyiapkan munas yang dipercepat untuk memilih ketua umum baru dalam tiga bulan.
“Makin cepat makin baik (pemilihan ketua umum baru),” ujar Soy yang juga mengakui ada keinginan kuat dari calon ketua umum untuk mempercepat pemilihan tersebut.
Namun, ia mengingatkan agar kemitraan yang baik dengan pemerintah –yang selama ini dirintis MS Hidayat– tetap dipertahankan.
“MS Hidayat sendiri sudah bersedia mundur, cuma mekanismenya yang tadinya belum disepakati,” ujar Soy. Masalah mekanisme itulah yang membuat ketegangan pada rapat tim perumus kemarin malam (24/4).
Ia mengakui bahwa selayaknya pejabat publik sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku tidak merangkap sebagai direksi dan komisaris BUMN/swasta jabatan.
Padahal ketentuan AD/ART Kadin kalau bukan pengusaha lagi tidak boleh jadi pengurus kadin. “Bila rangkap jabatan (pejabat publik dan Kadin) akan ada konflik kepentingan,” katanya.
Perdebatan tentang boleh atau tidaknya ketua umum Kadin Indonesia merangkap jabatan bermuara pada Pasal 36 Anggaran Dasar (AD) Kadin yang telah direvisi dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia pada Desember tahun lalu. Pasal 36 hasil revisi menyebutkan, jika ketua umum berhalangan tetap dan sisa masa jabatannya lebih dari separuh, Kadin Indonesia wajib menggelar munas yang dipercepat untuk memilih ketua umum baru.
Calon ketua umum terkuat saat ini adalah Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto dan Wakil Ketua Umum Bidang Usaha Kecil dan Menengah Sandiaga Uno.
Perumusan hasil munasus sempat “deadlock” karena ada kubu yang menginginkan pemilihan ketua umum baru diawali dengan pembentukan pengurus antar waktu selama setahun, dan kubu lain menginginkan lebih cepat yaitu dua bulan.
Kubu yang menginginkan pergantian ketua umum secara cepat dimotori oleh Kadinda Sulawesi Selatan, Kadinda lain di Indonesia bagian Timur, seperti Kadinda se-Kalimantan, NTB, NTT, Maluku dan Papua serta Bali.
“Kadinda di Jawa cenderung terpecah. Kadin DKI Jakarta, misalnya ikut Indonesia Timur,” kata sumber tersebut.
Tags: Ekonomi, Indonesia, Kadin, kamar Dagang Indonesia
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 23 April 2010
Indonesia merupakan satu dari tiga negara yang akan diperhitungkan oleh negara-negara lain, karena pertumbuhan ekonominya yang terus meningkat akibat ekspor dan impor yang terus tumbuh dan makin membaiknya sektor konsumsi.
Ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh di atas 5,5 persen, bahkan sebuah lembaga keuangan internasional menyatakan Indonesia bisa tumbuh tujuh persen asalkan sektor investasi di dalam negeri terus ditingkatkan .
Karena itu pemerintah harus terus memperbaiki iklim investasi.
Keyakinan atas pertumbuhan itu memang terlihat dari ekspor dan impor yang terus tumbuh. Bahkan investor mulai mencari alternatif di luar China sehingga ini menjadi tantangan bagi Indonesia untuk dapat menarik mereka masuk ke pasar domestik.
Kondisi pasar seperti ini mengakibatkkan sejumlah asumsi mengalami perubahan seperti asumsi inflasi berubah dari 5,0 persen menjadi 5,7 persen, kurs dari Rp10.000 menjadi Rp9.500 per dolar AS, bunga SBI tiga bulan dari 6,5 persen menjadi tujuh persen, dan harga minyak dari 65 dolar AS menjadi 77 dolar per barel.
Ekonomi Indonesia tumbuh terutama mendapat dukungan dari dana pinjaman, investasi asing dan aktifnya perbankan menyalurkan kreditnya kepada pelaku ekonomi yang terus meningkatkan usahanya lebih jauh.
Untuk mendorong ekonomi tumbuh lebih cepat, pemerintah juga harus menurunkan tingkat suku bunga pinjaman kredit perbankan agar debitur lebih aktif mencari dana baru yang pada gilirannya akan membuka lapangan kerja baru yang mendorong pendapatan masyarakat lebih meningkat.
Karena itu kedepan, Indonesia diperkirakan akan menjadi negara yang sangat diperhitungkan oleh negara-negara lain karena pendapatan masyarakatnya yang terus meningkat yang didukung pula oleh kenyamanan dan keamanan yang sangat terjaga.
Pengamat ekonomi Indef, M. Fadhil Hasan, memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi selama 2010 bisa di atas dari target yang ditetapkan pemerintah 5,5 persen.
“Pada 2010, ekonomi Indonesia seharusnya memiliki kesempatan yang lebih baik lagi untuk tumbuh di atas pertumbuhan yang biasa-biasa saja,” kata Fadhil Jakarta, Senin.
Menurut Fadhil , pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang diperkirakan mencapai sekitar enam persen, dengan negara-negara Asia akan memiliki pertumbuhan tertinggi.
Proyeksi itu didukung oleh pertumbuhan volume perdagangan dunia yang tumbuh sebesar 5,8 persen pada 2010.
Menurut Fadhil, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pertumbuhan lebih tinggi dibanding negara lain.
“Memang konsumsi domestik masih tetap merupakan pendorong utama karena pangsanya yang masih cukup dominan, pertumbuhannya akan meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 4,8 persen,” katanya.
Menurut dia, investasi juga akan mengalami perbaikan dibanding 2009 yaitu tumbuh sekitar 3,32 persen. “Demikian juga dengan perdagangan internasional di mana ekspor membaik dipacu oleh pemulihan ekonomi global, peningkatan harga komoditas dan dampak pemberlakuan FTA. Ekspor seharusnya tumbuh di atas 10 persen,” katanya.
Dengan mudah
Senada dengan Fadhil, pengamat ekonomi CIDES, Umar Juoro juga berpendapat bahwa target pertumbuhan ekonomi 5,5 persen akan dapat dicapai dengan mudah.
Menurut dia, dilihat dari keadaan perekonomian, pada tahun ini perekonomian global mengalami pemulihan dari krisis yang berarti ekspor dan investasi akan mengalami pemulihan sekalipun berjalan agak lambat.
“Konsumsi masyarakat masih akan menjadi sumber pertumbuhan penting pada 2010,” katanya.
Menurut dia, dengan alasan itu maka target pertumbuhan ekonomi 5,5 dapat dicapai dengan mudah.
“Jika saja program pembangunan infrastruktur dapat mengalami perkembangan berarti maka pertumbuhan dapat lebih tinggi lagi 5,7 persen bahkan 6,0 persen dapat dicapai,” katanya.
Sementara itu , Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, terdapat kemungkinan target pertumbuhan ekonomi dalam RAPBNP 2010 direvisi ke atas lebih dari 5,5 persen dalam pembahasan bersama DPR.
“Kemungkinan revisi growth, ke atas sangat mungkin,” kata Menkeu.
Menurut Menkeu, revisi pertumbuhan ekonomi itu dimungkinkan dengan adanya pemulihan ekspor dan impor, tingkat konsumsi yang masih kuat dan pemulihan investasi.
“Konsumsi diperkirakan masih kuat apalagi dengan perkembangan kurs saat ini yang menunjukkan penguatan,” katanya.
Tetap positif
Menkeu juga menyebutkan bahwa dalam masa krisis global beberapa waktu lalu, Indonesia merupakan satu dari tiga negara yang pertumbuhan ekonominya tetap positif.
“Investor akan mulai mencari alternatif di luar China sehingga ini menjadi tantangan bagi kita untuk memperbaiki iklim investasi, terus melaksanakan reformasi birokrasi,” katanya.
Pemerintah akan menyampaikan keterangan mengenai perubahan APBN 2010 kepada Badan Anggaran DPR pada Jumat siang .
Sejumlah asumsi mengalami perubahan seperti asumsi inflasi berubah dari 5,0 persen menjadi 5,7 persen, kurs dari Rp10.000 menjadi Rp9.500 per dolar AS, bunga SBI 3 bulan dari 6,5 persen menjadi 7,0 persen, dan harga minyak dari 65 dolar AS menjadi 77 dolar per barel.
Sementara itu asumsi pertumbuhan tetap 5,5 persen, demikian juga dengan asumsi lifting minyak tetap 965 ribu barel per hari.
Sementara itu, survei Bank Indonesia terhadap persepsi pasar terhadap kondisi ekonomi makro triwulan kedua 2010 akan mengalami peningkatan dan tumbuh pada kisaran 5,1-5,5 persen.
BI pada survei itu memperkirakan, kondisi ekonomi makro pada triwulan kedua akan lebih baik dibandingkan triwulan pertama 2010.
Peningkatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2010 tersebut seiring dengan meningkatnya ekspektasi perkembangan kinerja ekspor dimana tercemin dari surplus transaksi berjalan yang diperkirakan akan mengalami peningkatan dibandingkan triwulan I-2010.
Sementara itu, terdapat sebanyak 22,1 persen responden memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada pada 4,6-5,0 persen, dan sebesar 20,6 persen responden memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya tumbuh pada kisaran 4,1-4,5 persen.
Responden juga yakin dengan membaiknya pasokan tanaman pangan dan adanya panen raya pada triwulan I-2010 dapat meredam tekanan inflasi tahunan pada triwulan II-2010.
Disisi lain, tekanan eksternal yang berasal dari “imported inflation” (inflasi yang disebabkan barang impor) masih minimal dimana kondisi nilai tukar yang relatif stabil.
Inflasi tahunan pada triwulan II-2010 diperkirakan oleh mayoritas responden (48,5 persen) akan berada pada kisaran 2,1-3,5 persen.
Sementara itu, sebagian responden (26,5 persen) memperkirakan inflasi akan berada pada 3,6-4,0 persen (yoy), bahkan hanya terdapat sebanyak 13,2 persen responden memperkirakan inflasi pada kisaran 4,6-5,0 persen (yoy).
Survei ini juga memperkirakan nilai tukar pada triwulan II-2010 masih relatif stabil karena didorong membaiknya kinerja ekspor.
Kinerja ekspor ini memberikan pengaruh positif terhadap kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar dimana sebanyak 80,6 persen responden optimis bahwa nilai tukar pada triwulan II-2010 diperkirakan akan berada pada kisaran Rp9.001-9.500 per dolar AS, sementara itu sebanyak 17,9 persen responden memperkirakan nilai tukar pada Rp9.501-10.000 per dolar AS.
Surplus transaksi berjalan pada triwulan II-2010 diperkirakan semakin besar dibandingkan triwulan I-2010.
Kegiatan ekspor dan impor barang pada triwulan II-2010 diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sebesar 0,1-5,0 persen.
Secara rinci pertumbuhan ekspor barang diperkirakan oleh sebesar 28,4 persen responden akan tumbuh sebesar 0,1-5,0 persen (yoy), sebesar 25,4 persen responden memperkirakan tumbuh sekitar 5,1-10,0 persen, sebesar 23,9 persen responden memperkirakan ekspor barang akan tumbuh sebesar 10,1-15,0 persen.
Kegiatan impor barang diperkirakan oleh 38,8 persen responden akan tumbuh sebesar 0,1-5,0 persen. Sementara itu, terdapat 23,9 persen responden optimis bahwa pertumbuhan impor barang akan tumbuh pada kisaran 10,1-15,0 persen, dan sebesar 19,4 persen memperkirakan impor barang tumbuh sebesar 5,1-10,0 persen.
Membaiknya kinerja ekspor ditengarai menyebabkan rasio transaksi berjalan akan mengalami surplus sebesar 1,6-1,5 persen terhadap PDB.
Tags: Indonesia, Negara Yang Diperhitungkan
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 15 April 2010
BENARKAH negeri ini sudah benar-benar menjadi ‘negeri maling’? Entah. Tapi yang pasti, terlepas dari perasaan risih maupun suka-tidaknya warga masyarakat mendengarnya, sejumlah orang yang kritis sebenarnya memang sudah cukup lama kerap mengucapkan itu dengan nada sinis dan sarkastis, di berbagai forum dan kesempatan. Termasuk seperti yang diusung oleh kelompok mahasiswa dan massa, dalam salah satu aksi demontrasi di Bundaran HI dan depan Istana Negara, Jakarta, beberapa hari lalu.
Satu yang menjadi pembicaraan terhangat saat ini, adalah kasus korupsi pajak yang melibatkan tokoh kunci Gayus Halomoan Tambunan. Gayus sendiri, yang sempat buron dan kabur ke Singapura, telah kembali dan langsung diproses lebih lanjut. Ia pun lantas mulai ‘bernyanyi’, yang membuat perkembangan kasus ini jadi kian menarik, dengan bermunculannya nama-nama baru yang dijadikan tersangka maupun terperiksa.
Kasusnya kini terus bergulir, dengan aparat keamanan – Polri dan kejaksaan khususnya – yang langsung bertambah sibuk. Yang jelas kepada media, berbagai langkah yang telah dan segera dilakukan pun, seolah tak henti dipaparkan. Sementara, beragam pernyataan pun dimunculkan. Tetapi, hingga mana pernyataan demi pernyataan itu bakal menjadi kenyataan, agaknya, itulah yang kini menjadi pertanyaan.
Senin (5/4) kemarin misalnya, pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) mengaku mempersilakan penyidik Polri untuk memeriksa seluruh jaksa yang diduga terlibat dalam dugaan penyimpangan penanganan perkara Gayus. Ini dikatakan demi membongkar seluruh penyimpangan dalam penanganan perkara yang divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanggerang, Banten itu.
“Dengan tangan terbuka, pintu terbuka, silakan (periksa jaksa-jaksa itu, Red) untuk keterbukaan kasus ini,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Didiek Darmanto, di Kejagung, Senin (5/4).
Dijelaskan Didiek, pihaknya membuka diri dalam penanganan kasus ini. Namun tambahnya, yang pasti hingga kini belum ada permintaan dari Polri untuk memeriksa para jaksa. “Sampai saat ini belum ada surat permintaan,” tambahnya.
Di pihak lain secara terpisah, Mabes Polri justru mengaku pula telah membuka pintu lebar bagi pihak Kejagung untuk melakukan pemeriksaan. “Silakan saja. Itu ranah mereka secara internal,” ujar Kadivhumas Polri, Irjen (Pol) Edward Aritonang.
Polri sendiri, seperti dituturkan Edward, masih fokus pada tiga alur pemeriksaan Gayus. Antara lain yakni skenario rekayasa kasus, aliran uang setelah diblokir, serta pelanggaran kode etik para penyidik dan atasan penyidik. Saat ditanya apakah polisi juga akan memeriksa jaksa yang menangani penuntutan kasus Gayus yang janggal, Edward menggeleng. “Kita belum akan memeriksa pihak lain,” ujarnya.
Sementara itu yang jelas, Polri memastikan telah menetapkan lagi tiga penyidik yang terlibat penanganan perkara Gayus, dalam status terperiksa. Ini setelah Mabes Polri memeriksa tiga perwira menengah dalam dugaan pelanggaran kode etik dan disiplin internal Polri. Tiga terperiksa baru itu adalah Kombespol Pambudi, Kombespol Eko Budi Sampurno, serta AKBP Mardiani. Mereka adalah anggota Diteksus, yang dinilai terlibat dalam penanganan kasus senilai Rp 25 miliar itu.
Sedangkan di tempat lain, kemarin Kapolri pun secara resmi telah mencopot jabatan Edmond Ilyas dari kursi Kapolda Lampung. Acara serah terima jabatan sendiri berlangsung cepat, sekitar 15 menit, tanpa sambutan dari Kapolri. Dalam prosesi itu, ekspresi wajah Edmond tampak tenang, bahkan tersenyum. Namun, saat Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mencabut tanda jabatannya, Edmond tampak sedikit menahan nafas dengan pandangan mata tajam. Sementara ekspresi BHD sendiri dingin dan kaku.
Lebih jauh, bergulirnya kasus ini dan segala perkembangan maupun dugaan lain yang terkait dengannya, tak urung membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun akhirnya ikut bersuara. Pada intinya, SBY mengaku berharap masalah ini diselesaikan sampai ke akarnya, atau dengan kata lain dibongkar tuntas. “Saya minta bongkar. Kejar supaya bersih betul, supaya rakyat tidak dirugikan,” kata SBY, dalam rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/4).
SBY pun mengatakan, bahwa memberantas mafia hukum, termasuk kejahatan pajak, harus dituntaskan. Ia katanya telah mendapatkan laporan tentang mafia pajak dengan pengungkapan rekening pegawai pajak Gayus tersebut. “Saya terus terang terusik dengan kejadian ini, meski yang dilaporkan kepada saya belum utuh. Tapi saatnya kita tata secara sangat serius. Kita bersihkan hal-hal yang sangat merintangi pembangunan kita ke depan,” katanya.
Sementara salah satu pejabat berwenang, Menkum HAM Patrialis Akbar, lantas juga mengaku tak kurang seriusnya dalam menindaklanjuti perkembangan kasus ini. Sementara, terhadap adanya dugaan para jenderal di kepolisian ada yang terlibat, ia hanya menanggapinya dengan santai. “Pokoknya kita tidak usah mengatakan bintang tiga, bintang lima, bintang tujuh. Siapapun, tanpa terkecuali (bakal diusut),” kata Patrialis pula, di Kantor Presiden.
Dari sisi Gayus sendiri, saat ini salah seorang pengacara dan tokoh dunia hukum kenamaan, Adnan Buyung Nasution, diberitakan telah ikut bergabung di tim pengacaranya. Namun, terhadap perkembangan itu pula, salah seorang anggota Komite Pengawas Perpajakan (KPP), Hikmahanto, kepada wartawan mengatakan bahwa tetap saja Gayus-lah yang pada saat ini menjadi tokoh kunci guna membongkar kasus makelar pajak tersebut. Menuutnya, keberadaan Adnan Buyung sebagai pengacara Gayus, tak akan begitu dominan dalam rangka membongkar keseluruhan kasus.
“Semua pengungkapan itu harus dari Gayus. Bukan karena ada Pak Buyung. Karena sebagai pengacara, (ia) punya kode etiknya. Kalaupun mengetahui, maka itu sifatnya hak klien yang tidak boleh disampaikan ke publik. Jadi, yang bisa membongkar kasus, ya, harus langsung dari pengakuan Gayus,” kata Hikmahanto pula.
Lalu, akankah semuanya memang terbongkar? Kapan, dan bagaimana? Bagaimana pula dengan kasus-kasus lainnya? Untuk semua pertanyaan yang ada, silakan saja menunggu dulu, sementara upaya ‘bersih-bersih’ itu dijalankan
Tags: Indonesia, Wajah Indonesia
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 05 April 2010
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan melelang Benda Berharga asal Muatan Kapal yang Tenggelam (BMKT) di Cirebon sebanyak 271.000 artefak.
Artepak sebanyak itu diperkirakan berasal dari lima dinasti China (tahun 907 hingga 960) senilai 100 juta dolar AS.
“Harapan kita pada lelang pertama bisa sampai 100 juta dolar AS,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Panitia Nasional Pengangkatan dan Pemanfaatan BMKT (Pannas BMKT), Fadel Muhammad, di Jakarta, Senin.
Menurut penjelasan Fadel, pemerintah sengaja menjual secara paket 271.000 artefak dari kapal China yang tenggelam sekitar 70 mil sebelah utara Cirebon tersebut agar mendapat harga tinggi.
“Dari kapal itu ada puluhan ribu jenis artefak yang jumlah unitnya bisa ratusan ribu. Tidak semua dalam kondisi bagus, jadi kalau dijual semuanya mau tidak mau mereka yang beli harus juga membeli yang pecah tadi,” ujar dia.
Lelang barang berharga dari dasar laut ini, ia mengungkapkan merupakan lelang pertama bagi pemerintah. Ia berharap lelang tahap pertama yang akan dilaksanakan di Jakarta pada 5 Mei 2010 melalui Kantor Piutang Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III ini dapat berhasil sehingga dapat menyumbang pendapatan negara dalam jumlah besar.
Read the rest of this entry »
Tags: Abad 10, Artefak, Dinasti Tang, Indonesia, Lelang Artefak, Lelang Barang Berharga
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 01 April 2010
Bagaimanakah Anda mencintai Indonesia? Pertanyaan itu diajukan Romo Muji Sutrisno kepada penonton yang memadati konser bertajuk Menjadi Indonesia yang dibawakan anak-anak, remaja, dan dewasa muda dari kelompok paduan suara The Indonesia Choir, dan The Indonesia Children Choir di Goethe Institute, akhir pekan lalu di Jakarta.
Tanpa menunggu jawaban dari penonton, Romo Muji menjawab sendiri pertanyaannya. “Ada yang mencintai Indonesia dengan membangun Taman Mini Indonesia Indah. Ada yang dengan cara mengurus PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia).”
Romo Muji betul. Banyak cara dilakukan manusia untuk mencintai negerinya, seperti yang disampaikan filsuf Rene de Clerq: hanya ada satu negeri yang dapat menjadi negeriku. Negeri itu tumbuh dari perbuatan. Dan Perbuatan itu adalah perbuatanku.
Sekelompok anak muda usia, bersama para remaja, dan manusia dewasa muda di Jakarta memilih caranya sendiri dalam mencintai negeri ini. Mereka memadukan suara sopran, mezzo sopran, alto, tenor, dan bass yang dianugerahkan Tuhan pada jiwa dan tubuh untuk bersama-sama melantunkan lagu-lagu daerah Indonesia.
Suara-suara merdu itu diorganisasikan oleh konduktor Jay Wijayanto, seorang sarjana ilmu komunikasi lulusan Universitas Gadjah Mada yang mengabdikan hidupnya melalui dunia musik dan seni peran.
Pemeran Bang Zaitun pada film Sang Pemimpin itu dibantu dua kontuktor lainnya: Samuel Pangaribuan lulusan Teknik Arsitektur ITB, dan Natalia Turagan, arsitek lulusan Unpar.
Pilihan untuk mendendangkan lagu-lagu daerah –dan bukan lagu-lagu pop bertajuk cinta, atau perselingkuhan yang marak di media massa komersil– adalah pilihan sadar yang dilakukan Jay di tengah keterasingan lagu-lagu rakyat dalam jagat industri musik saat ini yang melulu disadarkan pada perhitungan rugi laba.
Read the rest of this entry »
Tags: Indonesia, Indonesia Choir, Nasonialis, NKRI, Semangat Kebangsaan
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 01 April 2010
Janji masa depan cerah menanti, dalam bisnis telekomunikasi bukan layaknya pungguk merindu bulan.
Manisnya profit dan pangsa pasar yang terus berkembang di tanah air menjadikan sektor telekomunikasi kian “seksi” di mata investor.
Pantas bila kemudian investor asing bermodal “gendut” berbondong tanam modal di sektor telekomunikasi Indonesia yang hingga 98 persen terbuka lebar.
Namun, dua persen sisanya yakni bisnis di sektor menara telekomunikasi telah dinyatakan tertutup untuk asing. Selanjutnya “quo vadis” bisnis tower?
Ke mana kaki akan dilangkahkan setelah pemangku kepentingan sepakat menutup keran dana asing? Sebelumnya BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) menilai kemampuan pendanaan lokal masih terbatas.
Padahal pembangunan satu menara telekomunikasi membutuhkan investasi sekitar Rp1 miliar. Setidaknya investasi yang dibutuhkan sebesar Rp70 triliun-Rp80 triliun per tahun.
Pendanaan asing menurut BKPM dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan investasi 200.000 menara telekomunikasi di seluruh Indonesia dalam waktu lima tahun ke depan.
Namun, sebaliknya Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring, tetap pada pendirian bahwa investasi menara telekomunikasi harus menjadi domain investor lokal.
“Kami di Kemenkominfo tetap pada pendirian bahwa investasi di sektor menara telekomunikasi harus tetap dipegang investor lokal,” katanya.
Ia menegaskan, capital expenditure (belanja modal) Indonesia ke luar negeri untuk bidang ICT sebesar Rp70 triliun-Rp80 triliun/tahun.
Dari jumlah itu, sebanyak 98 persen dikuasai investor asing mulai dari penguasaan operator, jaringan, dan lain-lain, sedangkan dua persen sisanya dalam bidang menara telekomunikasi diserahkan kepada investor lokal.
“Menara telekomunikasi selama ini lokal dan di dalamnya tidak diperlukan teknologi canggih dan disewakan. Ini nilainya hanya dua persen,” katanya.
Ia menekankan, pada dasarnya kebutuhan menara telekomunikasi tidak selalu mengikuti rumus matematis yang baku melainkan bertahap sesuai permintaan.
Read the rest of this entry »
Tags: Bayang-bayang Asing, bisnis, Indonesia, Telekomonikasi
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 17 March 2010
Sabtu itu Kota Bandung luar biasa padatnya. Seperti biasanya, pelancong sekitar Bandung dan Jakarta tumplek memenuhi kota Bandung. Warga Bandung sendiri banyak yang malah malas keluar rumah, kecuali mereka yang berkepentingan dengan bisnis tentunya.
Ada pemandangan unik yang menarik hari itu, yaitu banyaknya orang berseragam kaos merah-putih yang menjajakan kaos seperti yang dipakainya sendiri. Kaosnya seperti gambar di bawah ini.

Mereka yang menjajakan kaos itu dari macam-macam profesi: ada pelajar/mahasiswa, tukang koran, pedagang asongan, pengamen, penjual bunga potong, dll. Semua berteriak ramai sekali:
“Ayo Pak, Bu, Mas, mBak, Teteh, Akang, Neng, Om dan Tante, dukung gerakan Indonesia Bersatu Melawan Terorisme dan segala yang tak benar di Negara ini! Cintailah Indonesia! Cuma Empat Puluh Ribu Rupiah Harganya. Kaosnya bermutu baik. Ada juga bros cantik. Ayo..ayo.., mumpung masih ada barang!” Gayungpun bersambut. Dalam waktu sekejap saja begitu banyak orang berganti pakaian dengan kaos itu. Bandung menjadi lautan merah-putih.
Read the rest of this entry »
Tags: Barack Obama, Desain Kaos, I love you Full, Indonesia, Kaos, Lagu, Mbah surip
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 16 March 2010
Dewasa ini pariwisata merupakan primadona yang mampu mendatangkan devisa yang sangat besar bagi setiap negara di seluruh dunia. Tidak terkecuali negara-negara dengan kemampuan ekonomi yang sangat tinggi, hal ini disebabkan pertama, pariwisata sudah merupakan kebutuhan manusia. Untuk meringankan beban pikiran, dan menumbuhkan semangat dalam menghadapi kegiatan berikutnya maka rekreasi merupakan obat mujarab yang sangat ampuh. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Alfin Toffler dalam bukunya Third Wave bahwa kebutuhan manusia diabad informasi meliputi food, fashion, dan fun
Menjual pariwisata adalah bisnis yang tidak akan pernah habis mengingat pariwisata bukan merupakan proses eksplorasi yang memerlukan teknologi tinggi sebagaimana sumber daya alam (SDA) seperti minyak, gas, dan sebagainya. Yang mungkin saja suatu saat akan habis. Pariwisata merupakan aset yang telah disediakan alam untuk dinikmati manusia. Tentu saja diperlukan perawatan dan penanganan yang profesional terhadap aset alam tersebut. Ketiga, pariwisata merupakan bisnis yang mempunyai jaringan paling panjang dengan bidang usaha lainnya, seperti penerbangan, hotel, makanan, minuman, kesehatan, pakaian, seni, budaya dan lain-lain.
Ketika Kita Bicara Seni, sebetulnya banyak Kreasi Seni yang ada di Nusantara ini seni dari Sabang sampai Merauke yang bisa kita gali, seni asli, seni kreasi bahkan seni kontenporer..
Banyak program wisata saat ini yang menonjolkan Kesenian dari masing-masing daerah yang selalu dipromosikan itu dikaitkan dengan bagaimana market Seni untuk wisatawan sekarang di bidik para seniman..
Nah ayo anak Bangsa kita gali seni Nusantara..Promosikan Seni ke seluruh pelosok dunia..dan gaungkan bahwa Indonesia kaya akan seni..



Seni Mengandung Makna
Tags: Devisa, Indonesia, Kayanya Negeriku, Kreasi, Nasional, pariwisata, Seni, Tari, Traditional
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 13 March 2010
Indonesia dinilai cukup membuka empat saja bandara internasional mulai 2015 untuk berpartisipasi dalam liberalisasi udara ASEAN.
“Kalau 12 bandara, memang terlalu banyak dan kebablasan. Mestinya cukup empat saja yakni Jakarta, Surabaya, Medan dan Denpasar,” kata Pengamat Hukum Penerbangan, K. Martono menjawab pers di Jakarta.
Penegasan itu terkait dengan rencana Kementerian Perhubungan untuk meliberalisasi hingga 12 dari 28 bandara internasional yang ada di Indonesia ketika kebijakan udara terbuka (open sky) di kawasan ASEAN mulai berlaku sepenuhnya pada 2015.
Menurut Martono, jika terlalu banyak bandara yang dibuka, hal itu sama dengan membuka pasar domestik dicaplok oleh penerbangan asing.
Read the rest of this entry »
Tags: Bandara, Indonesia, Nasional
Posted in Nasional | No Comments »