Posts Tagged ‘Nasional’
Written by Redaksi on 29 April 2010
Komisi VII DPR meminta pemerintah menasionalisasikan perusahaan aluminium yang merupakan patungan Indonesia dengan Jepang, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) setelah kontraknya berakhir pada 2013.
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Dito Ganinduto, di Jakarta, Rabu, mengatakan, pemerintah tidak perlu memperpanjang kontrak Inalum.
“Nasionalisasi akan lebih memberikan manfaat bagi kepentingan industri dan juga kesejahteraan masyarakat khususnya daerah,” katanya.
Menurut dia, dulu Indonesia dimaklumi bekerja sama dengan Jepang karena belum menguasai teknologi pengolahan aluminium.
Namun, kini setelah 30 tahun, lanjutnya, Indonesia sudah menguasai teknologinya, sehingga sudah selayaknya dikelola bangsa sendiri.
“Apalagi, di bawah pengelolaan perusahaan Jepang, Inalum terus merugi,” katanya.
Ia juga mengkhawatirkan, terjadi benturan kepentingan, mengingat pihak Jepang berperan sebagai kreditur sekaligus pembeli.
Anggota Komisi VII DPR lainnya, Satya W Yudha, mengatakan, pihaknya akan memanggil pemerintah terkait persoalan Inalum tersebut dalam waktu dekat.
Sedang, Anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Zulkieflimansyah, menilai, BUMN seperti PT Aneka Tambang Tbk dan PT PLN mampu mengelola Inalum.
“Tinggal keseriusan dan kemauan politik pemerintah yang kita tunggu,” katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Kementerian BUMN, M Said Didu, mengatakan, Inalum sebaiknya dikembalikan kepada negara.
BUMN terkait bisa menjalankan bisnis ini secara penuh. Indonesia dinilai bisa mengelola Inalum dengan baik.
Jepang saat ini menguasai 58,9 persen saham Inalum melalui Nippon Asahan Alumminium (NAA). Sementara, pemerintah Indonesia hanya memiliki 41,1 persen.
Saham NAA dikuasai 50 persen oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan 50 persen milik swasta Jepang.
Masa berlaku “build, operate and transfer” (BOT) Inalum akan berakhir 2013.
Sesuai kontrak, tiga tahun sebelum masa berlaku BOT habis, kontrak bisa diperpanjang dan NAA telah menyampaikan permintaan perpanjangan kepada Pemerintah Indonesia melalui surat No SCNA-001 tertanggal 26 September 2009.
Pemerintah diketahui telah menunjuk Menteri Perindustrian, MS Hidayat, yang akan mewakili pemerintah memimpin jalannya negosiasi dengan pihak Jepang.
Jepang berkepentingan agar BOT Inalum diperpanjang guna mengamankan pasokan aluminium di Negeri Sakura tersebut.
Saat ini, sebanyak 60 persen dari produksi alumunium Inalum sebesar 225 ribu ton, diekspor ke Jepang.
Tags: DPR, Inalum, Indonesia, Nasional
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 18 March 2010

tiga sosok founding father kita yakni Sjahrir, Soekarno, dan Hatta
SETIAP kali membaca catatan sejarah negeri ini, saya selalu terkagum-kagum saat mengetahui betapa luasnya wawasan dan tingginya intelektualitas para pendiri bangsa ini. Mereka bukan sekadar pemimpin kharismatik yang berada di garis terdepan pertahanan yang menatap para penjajah dengan mata tak berkedip. Mereka adalah para cendekia yang menyulut pijar intelektualisme yang kemudian membangkitkan kesadaran semua warga bangsa tentang betapa pentingnya kata kemerdekaan.
Read the rest of this entry »
Tags: bangsa, Bung Hatta, Bung Karno, Nasional, Pendiri Bangsa, Syahril
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 16 March 2010
Dewasa ini pariwisata merupakan primadona yang mampu mendatangkan devisa yang sangat besar bagi setiap negara di seluruh dunia. Tidak terkecuali negara-negara dengan kemampuan ekonomi yang sangat tinggi, hal ini disebabkan pertama, pariwisata sudah merupakan kebutuhan manusia. Untuk meringankan beban pikiran, dan menumbuhkan semangat dalam menghadapi kegiatan berikutnya maka rekreasi merupakan obat mujarab yang sangat ampuh. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Alfin Toffler dalam bukunya Third Wave bahwa kebutuhan manusia diabad informasi meliputi food, fashion, dan fun
Menjual pariwisata adalah bisnis yang tidak akan pernah habis mengingat pariwisata bukan merupakan proses eksplorasi yang memerlukan teknologi tinggi sebagaimana sumber daya alam (SDA) seperti minyak, gas, dan sebagainya. Yang mungkin saja suatu saat akan habis. Pariwisata merupakan aset yang telah disediakan alam untuk dinikmati manusia. Tentu saja diperlukan perawatan dan penanganan yang profesional terhadap aset alam tersebut. Ketiga, pariwisata merupakan bisnis yang mempunyai jaringan paling panjang dengan bidang usaha lainnya, seperti penerbangan, hotel, makanan, minuman, kesehatan, pakaian, seni, budaya dan lain-lain.
Ketika Kita Bicara Seni, sebetulnya banyak Kreasi Seni yang ada di Nusantara ini seni dari Sabang sampai Merauke yang bisa kita gali, seni asli, seni kreasi bahkan seni kontenporer..
Banyak program wisata saat ini yang menonjolkan Kesenian dari masing-masing daerah yang selalu dipromosikan itu dikaitkan dengan bagaimana market Seni untuk wisatawan sekarang di bidik para seniman..
Nah ayo anak Bangsa kita gali seni Nusantara..Promosikan Seni ke seluruh pelosok dunia..dan gaungkan bahwa Indonesia kaya akan seni..



Seni Mengandung Makna
Tags: Devisa, Indonesia, Kayanya Negeriku, Kreasi, Nasional, pariwisata, Seni, Tari, Traditional
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 13 March 2010
Indonesia dinilai cukup membuka empat saja bandara internasional mulai 2015 untuk berpartisipasi dalam liberalisasi udara ASEAN.
“Kalau 12 bandara, memang terlalu banyak dan kebablasan. Mestinya cukup empat saja yakni Jakarta, Surabaya, Medan dan Denpasar,” kata Pengamat Hukum Penerbangan, K. Martono menjawab pers di Jakarta.
Penegasan itu terkait dengan rencana Kementerian Perhubungan untuk meliberalisasi hingga 12 dari 28 bandara internasional yang ada di Indonesia ketika kebijakan udara terbuka (open sky) di kawasan ASEAN mulai berlaku sepenuhnya pada 2015.
Menurut Martono, jika terlalu banyak bandara yang dibuka, hal itu sama dengan membuka pasar domestik dicaplok oleh penerbangan asing.
Read the rest of this entry »
Tags: Bandara, Indonesia, Nasional
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 13 March 2010
(Berita Daerah – Nasional)- Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto meminta, pemerintah memprioritaskan kebutuhan pasokan gas domestik agar industri nasional yang menggunakan energi gas bisa tetap kompetitif.
“Komisi VI DPR minta pemerintah serius dan memprioritaskan pasokan gas kepada industri dalam negeri lebih dulu, terutama industri pupuk dan keramik karena sangat berbahaya bagi kelanjutan operasional kedua jenis industri tersebut,” kata Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat.
Dikatakan Airlangga, pasokan gas untuk industri nasional adalah bagian dari implementasi “domestic market obligation” (DMO) yang hendaknya dilaksanakan dengan baik sehingga industri nasioal tetap memiliki daya saing.
Menurut dia, pengurangan pasokan gas kepada industri nasional akan mengurangi volume produksi serta meningkatkan biaya produksi yang berdampak pada menurunnya daya saing industri nasional.
“Apalagi saat ini telah diberlakukan kesepakatan perdagangan bebas Asia-China (ACFTA), sehingga daya saing industri nasional berpengaruh besar terhadap kelangsungan industri itu sendiri,” kata anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar ini.
Airlangga menjelaskan, berkurangnya pasokan gas ke industri pupuk dampai langsug yang dirasakan mengurangi volume produksi pupuk yang memiliki dampak ikutan cukup luas, salah satunya adalah menurunnya produksi padi yang berdampak kepada menurunnya ketahanan pangan.
“Jika produksi pupuk nasional berkurang maka harga pupuk menjadi lebih mahal. Di sisi lai, karena pasokan berkurang maka tidak seluruh kebutuhan pupuk di tingkat petani terpenuhi sehingga produksi padi menjadi menurun,” katanya.
Read the rest of this entry »
Tags: domestik, DPR, gas, Nasional
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 11 March 2010
Pemerintah memiliki komitmen besar dalam memelihara dan menjaga kelestarian lingkungan. Komitmen ini merupakan tekad pemerintah dalam rangka mencegah terjadinya pemanasan global sehingga hidup sehat dan bersih betul-betul dirasakan oleh rakyat. Komitmen ini bukan retorika belaka tetapi jauh dari itu sudah diwujudkan dalam beberapa program nyata. Hal ini dapat dilihat program-program berikut ini. Masih segar dalam ingatan kita tentang gerakan 1 miliar pohon yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru-baru ini. Sebelumnya, SBY juga mencanangkan gerakan Penanaman Pohon Satu Orang Satu Pohon (One Man One Tree).
Gerakan One Man One Tree ini dicanangkan mulai tanggal 1 Februari 2009 sampai akhir tahun 2009. Gerakan-gerakan secara serentak diikuti oleh masing-masing pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Selain gerakan-gerakan penanaman –ini yang lebih penting—pemerintah juga mencanangkan kegiatan sadar memelihara tanaman. Dengan ditetapkannya kegiatan pemeliharaan tanaman semakin mempertegas bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial belaka, melainkan semestinya menjadi bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa.
Memelihara dan menjaga kelestarian hutan sebetulnya merupakan bagian dari bela negara. Kenapa? UU mengamanahkan bahwa memelihara dan menjaga agar hutan tetap lestari dan selamat dari penebangan merupakan tanggung jawab setiap warga negara termasuk Dephut. Departemen Kehutanan (Dephut) diberi amanah mengelola sumber daya hutan, berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjaga kelestarian hutan untuk dikelola seadil-adilnya demi kesejahteraan rakyat.
Read the rest of this entry »
Tags: alam, Hutan, Kehutanan, Lestari alam, Nasional
Posted in Nasional | No Comments »