Posts Tagged ‘pariwisata’
Written by Redaksi on 07 April 2010
|
|
|
MALUKU – Undang-undang No 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) mengisyaratkan bahwa Indonesia sampai dengan tahun 2025 haruslah menjadi suatu Negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat dan berbasiskan kepentingan nasional. Kondisi obyektif Indonesia memang sangat memungkinkan untuk kelautan menjadi kekuatan ekonomi asal didukung dengan konsistensi political Wilaya Negara sampai akhir era RPJP. Periode pertama pembangunan jangka panjang akan segera berakhir di tahu 2009 ini. Bertepatan dengan itu, lahir sejumlah event akbar kelautan seperti World Ocean Conference (WOC) Coral Triangle Initiative (CTI) dan sail bunaken dengan jumlah kesukseskannya. Bahkan CTI Merupakan inisiatif murni Presiden SBY. Jika event seperti ini dilakukan secara rutin, tidak mustahil sampai tahun 2025 cita-cita menjadi Negara kepulauan yang kuat dapat dicapai.
Negara kepulauan yang kuat adalah Negara yang mampu memanfaatkan potensi Kelautan untuk pembangunan ekonominya. WOC, CTI dan Sail Bunaken adalah contoh-contoh pemanfaatan potensi kelautan diatas. Diawal periode kedua RPJP (2010-2014) direncanakan pelaksanaan Sail Banda yang berpusat di Ambon Kata “ Banda “ digunakan karena nama tersebut telah mendunia sejak zaman colonial melalui rempah-rempahnya. Tulisan ini merupakan upaya sosialilasi kepada public di Maluku terhadap momen akbar tersebut di atas.
Ide Sail Banda pertama kali dipresentasikan Menteri Kelautan dan Perikan, Fredy Numberi pada Rapat Koordinasi Sail Bunaken tanggal 16 September 2009, dihadiri oleh Panglima Angkatan Bersenjata serta Perwakilan eselon 1 lintas departemen dan lembaga non departemen serta pemda Provinsi Sulawesi Selatan Utara dan Maluku.
Read the rest of this entry »
|
Tags: pariwisata, sail banda
Posted in Pijar Ambon, Uncategorized | No Comments »
Written by Redaksi on 06 April 2010
Saniri Latupati (dewan pemangku adat) Maluku intensif mensosialisasikan Sail Banda yang penyelenggaraannya dijadwalkan pada Juli – Agustus 2010, kata ketua seksi acara panitia lokal Sail Banda, Cak Saimima.
“Saniri Latupati menyosialisasikan kegiatan bahari bertaraf internasional itu di dua kota dan sembilan kepada semua komponen bangsa di Maluku agar memahami selanjutnya berperanserta menyukseskan Sail Banda,” katanya, di Ambon, Senin.
Saniri Latupati mensosialisasikan sambil membagi – bagikan brosur, liflet, dan memasang spanduk Sail Banda bekerjasama dengan masing – masing pemerintah kabupaten (Pemkab) maupun pemerintah kota (Pemkot) se- Maluku.
“Jadi semua komponen bangsa diarahkan untuk menyukseskan Sail Banda yang merupakan program pemerintah pusat untuk mempromosikan potensi bahari Maluku, sekaligus meyakinkan dunia internasional bahwa daerah ini benar – benar aman,” ujar Saimima.
Dia mengemukakan, Saniri Latupati diarahkan Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu dan Wagub, Said Assagaff untuk mensosialisasikan Sail Banda karena daerah ini menjunjung tinggi adat maupun budaya sebagai warisan leluhur.
“Pendekatan adat meliputi budaya `pela dan gandong” meliputi kabupaten Maluku Tengah dan pulau Ambon yang maknanya sama dengan `Ur Siw Ur Lim` atau `Ain ni Ain` ( satu untuk semua) di Maluku Tenggara ternyata efektif sehingga digalakkan dalam mendukung kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sosial di Maluku,” kata Saimima.
Disinggung peserta, dia menjelaskan, sedikitnya 62 perahu asal mancanegara telah mendaftarkan diri untuk mengikuti event tersebut.
“Kami menargetkan sedikitnya 200 unit perahu mengikuti kegiatan bahari bertaraf internasional tersebut. Jadi tenggat waktu tiga bulan diperkirakan jumlah peserta bertambah dengan harapan terealisasi target tersebut,” ujarnya.
Saimima menambahkan, Pemprov Maluku menjelang, puncak dan paska Sail Banda dipercayakan untuk mensukseskan kegiatan seminar nasional maupun internasional, peringatan kemerdekaan Republik Indonesia di pulau-pulau terluar, reli kapal layar, olah raga bahari, pentas budaya dan atraksi wisata, bhakti sosial, lintas remaja bahari maupun kegiatan yang disesuaikan dengan perkembangan di Maluku.
Lokasi Sail Banda adalah Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Kota Ambon dan Tiakur, Ibu Kota Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
Acara dimulai dengan lomba perahu layar dari Australia ke Banda dijadwalkan pada 24 April 2010. Selain itu, akan ditampilkan juga kapal rumah sakit terbesar milik Angkatan Laut AS, USNS MERCY T-AH19.
Kapal ini panjangnya 273 meter dan membawa 956 tenaga medis dan dokter untuk layanan pulau banda dan sekitarnya. KRI dr Soeharso akan mendampingi kapal ini memberikan layanan kesehatan.
“Kehadiran kapal tersebut merupakan bagian dari kegiatan operasi Surya Baskara Jaya yang dijadwalkan didukung juga Malaysia, Singapura dan Australia,” kata Cak Saimima.
Tags: Ambon Sail Banda, eve, event, event juli-agustus, Event Laut, pariwisata, sail banda
Posted in Pijar Ambon | No Comments »
Written by Redaksi on 31 March 2010
Kepulauan Riau merupakan daerah maritim yang kaya akan potensi wisata, salah satu sektor wisata yang belum dikelola secara optimal adalah bidang kebaharian/ laut.
Laut selain sebagai sarana penghubung dan pemersatu antar pulau, bisa juga menjadi objek wisata bahari yang mempunyai nilai jual dan dapat menghasilkan konstribusi yang positif bagi suatu wilayah. Dalam rangka membina semangat bahari, meningkatkan olahraga bahari dan mengembangkan pariwisata bahari, Prov Kepri bekerjasama dengan Pemko Batam, Pemda Bintan dan TNI AL (Lantamal IV) akan menyelenggarakan Kejuaraan Terbuka Renang Selat Riau (Riau Strait Fin Swimming Open) Raja Haji Fisabilillah Cup danFestival Bahari tahun 2010.
Guna terselenggaranya kejuaraan tersebut pemerintahan Kepri membentuk kepanitiaan dengan menerbitkan Surat Keputusan Gubernur Kepulauan Riau No. 436 Tanggal 3 November Tahun 2009 tentang Susunan Panitia Lomba Renang Selat Riau Tahun 2010 dengan susunan kepanitiaan terdiri dari personel Pemprov Kepri, TNI AL (Lantamal IV), Pemko Batam dan Pemda Bintan.
Susunan kepanitiaan diantaranya melibatkan :
Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI S.M. Darojatim sebagai Ketua Umum,
Sekda Prov Kepri Bpk. Edi Wijaya SE. MM
Sebagai Wakil Ketua Umum. Gubernur Kepri Bpk Ismeth Abdulah dan
Panglima Armada Barat Laksamana Muda TNI Marsetio MM Selaku pelindung.
Launching Kepanitiaan Kejuaraan Renang Selat Riau dan Festival Bahari Tahun 2010 diresmikan oleh Gubernur Kepri Bpk. Ismeth Abdullah di Ball Room Hotel Good Way Batam, Sabtu 5 Pebuari 2010.
Visi dan Misi
Visi
Mewujudkan Provinsi Kepulauan Riau sebagai salah satu pusat kebaharian nasional dalam payung budaya Melayu.
Misi
a. Memasyarakatkan olah raga perairan.
b. Meningkatkan jiwa dan semangat cinta bahari generasi muda.
c. Mempromosikan budaya melayu
d. Mempromosikan potensi dan Wisata bahari.
e. Membangun pusat kebaharian
f. Menjadi agenda dua tahunan nasional.
Macam-macam Lomba dan Eksibisi :
1. Bulan Pebruari s/d April. Dilaksanakan Lomba Karya Tulis Kebaharian tingkat SMU dan Perguruan Tinggi seluruh Indonesia (dikumpulkan di Sekretariat Lomba Panitia Pusat Tanjungpinang).
2. Sabtu & Minggu, tanggal 19-20 Juni 2010.
a) Festival Bahari di Tanjung Uban Pulau Bintan dengan kegiatan : Hiburan Tradisional Budaya Melayu.
2) Bazaar dan Pasar Rakyat. Lomba kebaharian :
(a) Lomba mewarnai gambar tingkat TK
(b) Lomba melukis tingkat SD dan SMP.
b) Festival Bahari di Batam dengan kegiatan :
1) Panggung hiburan.
2) Kolaborasi Tari Melayu, Reog Ponorogo dan Barong Say.
3) Bazaar dan Pameran Industri Maritim.
3. Sabtu, tanggal 19 Juni 2010.
Dilaksanakan lomba dengan route Tanjung Ubang – Kabil Batam jarak tempuh 10.000 M antara lain :
a) Eksibisi Jetski`(peserta Tim dari wilayah Kepri).
b) Eksibisi Sampan Layar (peserta Tim dari wilayah Kepri).
c) Eksibisi Perahu Karet di perairan Kabil (peserta Tim dari wilayah Kepri).
d) Eksibisi Perahu Kolek di perairan Tanjung Uban (peserta Tim dari wilayah Kepri).
e) Eksibisi Perahu Yacht (peserta terbuka untuk umum dan luar negeri).
4. Minggu, tanggal 20 Juni 2010.
Dilaksanakan lomba dengan route Tanjung Uban – Kabil Batam jarak tempuh :
5 NM (± 9.270 M), diantaranya lomba :
a) Kejuaraan Renang Selat Riau (peserta terbuka untuk umum dan luar negeri).
b) Eksibisi Dragon Boat Race (peserta Tim dari wilayah Kepri).
c) Eksibisi Perahu Cano (peserta Tim dari wilayah Kepri)
d) Demo Terjun Payung oleh Pasukan Khusus TNI AL.
Tempat Pendaftaran.
1. Kantor DKP Provinsi Kepulauan Riau, Jl. D.I. Panjaitan No. 8 Tanjungpinang Telp (0771) 443005 / Fax (0771) 443004 / Hp 08117041357.
2. Sekertariat Panitia Lomba Renang Selat Riau, Staf Operasi Mako Lantamal IV, Jl. Yos Soedarso 1 Tanjungpinang Tel/Fax (0771) 318430, HP 08566640998 e-mail : aesanjaya@yahoo.com.
Bagi yang berminat mengikuti Kejuaraan Terbuka Renang Selat Riau (Riau Strait Fin Swimming Open) Raja Haji Fisabilillah Cup tahun 2010.
pendaftaran tidak dipungut biaya / GRATIS Sie Publikasi Panitia RSR 2010
Tags: Agenda Pariwisata Kepulauan Riau, Batam-bintan, Event Juni 2010, Event Laut, Kepulauan Riau Pesta Laut, Lomba Dragon Boat, Lomba Renang 2010, Lomba renang selat Riau, pariwisata, pesta bahari 2010
Posted in Pijar Kepri | No Comments »
Written by Redaksi on 23 March 2010
Sejumlah artis nasional akan berjualan di kompleks Hotel Aston di kawasan Natsepa, Pulau Ambon dalam rangka menyemarakkan Sail Banda yang penyelenggarannya dijadwalkan pada Juli- Agustus 2010, kata Wagub Maluku Said Assagaff.
“Saya diinformasikan para artis siap menyemarakkan Sail Banda dengan berjualan aneka produk dagangan di Hotel Aston sebagai tempat penginapan para tamu yang menghadiri kegiatan bahari bertaraf internasional tersebut,” katanya di Ambon, Senin.
Namun Assagaff yang juga ketua panitia lokal Sail Banda itu belum bisa memastikan nama-nama artis tersebut.
“Terpenting kepedulian para artis untuk menyukseskan Sail Banda yang bertujuan mempromosikan potensi bahari Maluku sekaligus meyakinkan dunia internasional bahwa daerah ini benar-benar aman dengan bukti masyarakat hidup berdampingan secara damai,” tegasnya.
Dia mengemukakan, semua komponen bangsa, baik di Maluku hingga ke luar negeri seperti Belanda yang banyak warga asal daerah ini dimanfaatkan untuk menyukseskan Sail Banda.
“Warga Maluku di Belanda, termasuk pihak museum dari negeri kincir angin telah menyatakan kesediaan untuk menggelar pameran di Ambon maupun Banda guna menyemarakkan kegiatan bahari yang diperkirakan dihadiri 5.000-an orang,” ujar Wagub.
Read the rest of this entry »
Tags: ambon, artis, event juli-agustus, Indonesia timur, obyek wisata, pariwisata, sail banda, wisatawan
Posted in Pijar Ambon | No Comments »
Written by Redaksi on 16 March 2010
Dewasa ini pariwisata merupakan primadona yang mampu mendatangkan devisa yang sangat besar bagi setiap negara di seluruh dunia. Tidak terkecuali negara-negara dengan kemampuan ekonomi yang sangat tinggi, hal ini disebabkan pertama, pariwisata sudah merupakan kebutuhan manusia. Untuk meringankan beban pikiran, dan menumbuhkan semangat dalam menghadapi kegiatan berikutnya maka rekreasi merupakan obat mujarab yang sangat ampuh. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Alfin Toffler dalam bukunya Third Wave bahwa kebutuhan manusia diabad informasi meliputi food, fashion, dan fun
Menjual pariwisata adalah bisnis yang tidak akan pernah habis mengingat pariwisata bukan merupakan proses eksplorasi yang memerlukan teknologi tinggi sebagaimana sumber daya alam (SDA) seperti minyak, gas, dan sebagainya. Yang mungkin saja suatu saat akan habis. Pariwisata merupakan aset yang telah disediakan alam untuk dinikmati manusia. Tentu saja diperlukan perawatan dan penanganan yang profesional terhadap aset alam tersebut. Ketiga, pariwisata merupakan bisnis yang mempunyai jaringan paling panjang dengan bidang usaha lainnya, seperti penerbangan, hotel, makanan, minuman, kesehatan, pakaian, seni, budaya dan lain-lain.
Ketika Kita Bicara Seni, sebetulnya banyak Kreasi Seni yang ada di Nusantara ini seni dari Sabang sampai Merauke yang bisa kita gali, seni asli, seni kreasi bahkan seni kontenporer..
Banyak program wisata saat ini yang menonjolkan Kesenian dari masing-masing daerah yang selalu dipromosikan itu dikaitkan dengan bagaimana market Seni untuk wisatawan sekarang di bidik para seniman..
Nah ayo anak Bangsa kita gali seni Nusantara..Promosikan Seni ke seluruh pelosok dunia..dan gaungkan bahwa Indonesia kaya akan seni..



Seni Mengandung Makna
Tags: Devisa, Indonesia, Kayanya Negeriku, Kreasi, Nasional, pariwisata, Seni, Tari, Traditional
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 12 March 2010
(Berita Daerah – Nasional) – Pariwisata merupakan salah satu sektor yang cukup besar pengaruhnya dalam perekonomian Indonesia, bahkan industri pariwisata ini merupakan penyumbang devisa nomor tiga terbesar di negeri ini setelah Industri minyak / gas alam dan industri tekstil.
Banyak fakta – fakta yang mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi dan kekayaan yang sangat besar, yang bisa mendongrak majunya dunia pariwisata. Berikut beberapa fakta yang ada :
1. Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau, dan memiliki 3 dari 6 pulau terbesar di dunia ( Kalimantan , Sumatera dan Papua).
2. Indonesia adalah Negara maritim terbesar didunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hamper 25 % panjang pantai didunia.
3. Indonesia memiliki suku bangsa terbanyak didunia sebesar 740 suku bangsa dan memiliki bahasa daerah terbanyak sejumlah 583 bahasa.
4. Indonesia adalah penghasil Gas Alam Cair ( LNG) terbesar didunia ( 20 % dari suplai seluruh dunia) dan produsen timah terbesar kedua di dunia.
5. Indonesia memiliki terumbu karang ( Coral Reef ) terkaya didunia ( 18 % dari total dunia), memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.
6. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Memiliki biodiversity anggrek terbesar di dunia, sekitar 6 ribu jenis anggrek. Memiliki bunga terbesar didunia : Rafflesia Arnoldi , jika mekar diameternya bisa mencapai 1 meter.
7. Memiliki binatang purba yang masih hidup , Komodo kadal terbesar di dunia, yang hanya terdapat di pulau NTT. Memiliki primata terkecil didunia , yaitu Tarsier Pygmy ( Tarsius Pumilus) yang panjangnya hanya 10 cm, yang terdapat di Pulau Sulawesi.
Dan masih banyak lagi kekayaan dan potensi pariwisata yang di miliki Indonesia.
Tapi berdasarkan annual Review WTO mengenai Travel & Tourism Competitive Index tahun 2009 Indonesia menempati peringkat ke 81 dari 133 negara, turun satu peringkat dari tahun 2008, jauh dibawah negara tetangga kita Singapore dan Malaysia.
Mengapa Indonesia bisa menempati peringkat yang lebih rendah dari negara- negara tetangga ? Apakah mereka memiliki alam yang lebih indah? Atau budaya yg lebih beragam? Tidak, jika kita melihat fakta-fakta diatas, bisa dikatakan, kita bahkan memiliki potensi yang lebih besar dari negara- negara diatas. Potensi – potensi yang ada di Indonesia tersebar bukan hanya di satu titik saja tetapi juga dari Sabang sampai Merauke.
Apakah yang menjadi permasalahannya ?
Beberapa dasar penilaian T& T Competitive Index tersebut mengacu pada 3 hal pokok yaitu peraturan dan kebijakan pemerintah , infrastruktur, manusia serta sumber daya alamnya. Contoh mengenai kemudahaan pembuatan Visa, Indonesia menduduki peringkat ke 89, sedangkan Malaysia peringkat ke -1 dan Singapura peringkat ke -2. Padahal kemudahan pembuatan visa dapat mendorong lebih banyaknya wisatawan yang masuk ke satu negara.
Contoh lain , kemudahan dalam proses mendirikan usaha, Indonesia ada pada peringkat 122 dr 133 negara, dengan tenggat waktu selama 76 hari, waktu yang cukup lama . Bagi para investor mungkin hal ini tidaklah menguntungkan.
Dari contoh diatas jika kita runut permasalahannya, maka kita akan menemukan banyak hal yang harus diperbaiki, mulai dari Pemerintahan pusat , Pemerintah daerah, peraturan –peraturan yang ada, kondisi masyarakat, pihak private. Dengan kata lain, untuk meningkatkan sektor pariwisata ini, perlu mengubah pola pikir bangsa ini untuk lebih sadar wisata.
Ini memerlukan perhatian yang serius dari Pihak Pemerintah baik pusat dan daerah, karena Industri pariwisata memiliki efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat dan negara. Karena Sektor pariwisata sangat menjanjikan, dan keyakinan bahwa sektor ini akan bertumbuh dapat dilihat dari peningkatan turis yang datang ke indonesia mengalami kenaikan tiap tahunnya. Data Biro Pusat Statistik tahun 2009 dari Bulan Januari – Desember menunjukan kenaikan 0,4 %dari 6.429.020 orang menjadi 6.459.665 orang dengan nilai devisa Rp 65 triliun , ditambah lagi dengan meningkatnya stabilitas politik di Indonesia akan memicu peningkatan Industri Pariwisata ini.
Harapan kedepan dengan keseriusan Pemerintah dan semua pihak mengelola Industri Pariwisata indonesia ini, maka Sektor pariwisata ini akan mendongrak kenaikan devisa yang lebih besar lagi bagi negara . Dan peringkat Indonesia naik di mata pariwisata dunia.
(Susan M-Febi Supit/FB/bd)
Tags: Devisa, jasa, pariwisata
Posted in Nasional | No Comments »
Written by Redaksi on 11 March 2010
Menurut Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, suatu kegiataan kepariwisataan akan dikategorikan sebagai ekowisata bila mengandung 5 prinsip berikut. Pertama, prinsip konservasi. Yaitu konservasi alam dan budaya. Kedua, masyarakat lokal dilibatkan dalam rantai ekowisata tersebut. Ketiga, memberi manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat lokal. Keempat, ekowisata sekaligus menjadi ajang rekreasi dan pendidikan. Dan kelima, kegiatan ekowisata tersebut harus mampu meminimalisasi kerusakan lingkungan. Menurut Kasubdit Keterpaduan Antar-Wilayah Direktorat Produk Pariwisata, Drs. Agus Priyono, kelima prinsip ini sangat penting dilekatkan pada ekowisata karena kegiataan kepariwisataan ini memiliki karakteristik yang spesifik.
“Wisatawan yang memilih wisata dengan model ekowisata adalah orang-orang yang ingin menikmati alam dan budaya yang masih sangat kental tingkat keasliannya. Wisatawan seperti ini, juga sangat ingin mengenal secara lebih dekat kehidupan masyarakat sekitar lokasi wisata. Mereka ingin berinteraksi secara langsung dengan masyarakat lokal,” jelas Agus.
Read the rest of this entry »
Tags: Budaya, departemen kebudayaan dan pariwisata, ekowisata, pariwisata
Posted in Nasional | No Comments »