Pengawasan Pertambangan akan diketatkan
Pengawasan pertambangan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diminta lebih intensif guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah.
“Kami minta pengawasan pertambangan di Kalsel lebih intensif lagi,” kata Ketua Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel, Gusti Perdana Kesuma dari FPG, di Banjarmasin, Rabu.
Ia mengaku kaget ketika mengetahui bahwa pengawasan yang dilakukan Dinas Pertambangan (Distamben) Kalsel terhadap kegiatan pertambangan di provinsinya belakangan ini cuma dilakukan satu kali dalam setahun.
“Jika memungkinkan, pengawasan pertambangan itu dilakukan tiap bulan atau sekurang-kurang sekali dalam tiga bulan, bukan cuma sekali dalam setahun,” katanya usai rapat kerja (raker) dengan Distamben Kalsel.
“Menurut Kepala Distamben Kalsel, Ali Muzanie, pihaknya sudah mengajukan anggaran untuk melakukan pengawasan pertambangan lebih satu kali dalam setahun, tapi pihak Beppeda provinsi setempat mencoret usulan tersebut,” katanya menambahkan.
Berkaitan dengan pencoretan itu, ia mengharapkan agar peningkatan pengawasan pertambangan mendapat perhatian dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2010.
Ketua komisi yang juga membidangi pertambangan dan energi serta lingkungan hidup itu menaruh apresiasi terhadap perusahaan pertambangan yang melakukan pengelolaan lingkungan dengan baik dan benar.
Berdasarkan keterangan Distamben Kalsel, areal yang diperuntukkan usaha pertambangan di provinsi yang luas wilayahnya sekitar 37.000 km2 itu, seluas 280.000 hektare lebih.
Dari areal peruntukan tambang itu, baru sekitar lima persen yang dilakukan eksploitasi dan dari luasan eks galian tambang tersebut sekitar 80 persen sudah dilakukan aktivitas reklamasi.
Tags: pengawasan tambang kalimantan, Tambang, tambang batu bara kalimantan, tambang di kalimantan, tambang kalimantan
Posted in Pijar Kalimantan | No Comments »






